WAKTU adalah KEHIDUPAN manusia.

1 TIPS SIHAT

WAKTU adalah
KEHIDUPAN manusia.

Jika digunakan untuk membaca akan menjadi sumber kebijaksanaan.

Jika digunakan untuk berfikir akan menjadi kekuatan.

Jika digunakan untuk berdoa akan menjadi keberkahan dan rahmat.

Jika digunakan untuk bekerja akan menjadi keberhasilan.

Jika digunakan untuk beramal akan menghantarkan menuju syurga.

Semua itu adalah kewajiban seorang hamba terhadap Tuhannya.

Gunakanlah waktu untuk kehidupan yang sebenarnya.

Sesungguhnya kewajipan-kewajipan hamba di dunia lebih banyak daripada waktu yang tersedia…

CINTA RASUL….

1 SELAWAT PALING SEMPURNA
💠 *بسم الله الرحمن الرحيم*💠

Bila aku tak suka pada rasa makananku aku teringat pada baginda Muhammad ﷺ yang pernah meletakkan batu pada keliling perutnya untuk menahan lapar

💠💠💠💠💠💠

Bila aku merasa pakaian ku cuma sedikit aku teringat pada baginda Muhammad ﷺ yang hanya punya dua helai baju seumur hidupnya

💠💠💠💠💠💠

Bila aku merasa tidak selesa akan tempat pembaringan ku
aku teringat pada baginda Muhammad ﷺ yang tidur hanya beralas pelepah kurma dan kain kasar dalam hidupnya

💠💠💠💠💠💠

Apabila aku menjadi begitu kedekut untuk memberi dan berkongsi dengan orang lain ..
aku teringat pada baginda Muhammad ﷺ yang pernah memberi segala-galanya sehingga dia hampir tiada apa-apa untuk dirinya

💠💠💠💠💠💠

Bila aku fikir betapa miskinnya hidupku, aku teringat pada baginda Muhammad ﷺ yang begitu cinta pada orang miskin dan ingin bersama si miskin di syurga, ia menaikkan semangatku

💠💠💠💠💠💠

Bila aku kecewa pada mereka yg banyak menyakiti aku, aku teringat pada baginda
Muhammad ﷺ
yang sentiasa memaafkan sesiapa shj yg berbuat jahat padanya

💠💠💠💠💠💠

Bila aku berfikir tentang mereka yg membenci aku, aku teringat pada baginda Muhammad ﷺ yang sentiasa berdoa untuk orang-orang yang telah menghina nya

💠💠💠💠💠💠
Bila orang lain tidak berterima kasih pada tiap kebaikan yang aku lakukan pada mereka, aku teringat pada baginda Muhammad ﷺ
yang mengingatkan aku bahawa ganjaran yg hebat hanya dari Allah SWT

💠💠💠💠💠

Bila tiada siapa menyayangi aku, aku teringat pada baginda Muhammad ﷺ yang mencintaiku semenjak beribu tahun dulu“

💠💠💠💠💠💠
Apabila aku berfikir betapa sengsaranya hidup aku.. aku teringat pada Baginda
Muhammad ﷺ
yang menempuh segala kepayahan hidup demi nikmat Iman dan Islam pada ummatnya yg dicintai & itu bagai cas positif yang menguatkan aku !`

💠💠💠💠💠💠

*Assalamualaika ya Rasulullah*
*Assalamualaika ya habiballah*

ﷺ💠💠💠💠💠

*Selawat dan salam ke atas baginda junjungan besar , contoh terbaik sepanjang zaman . Terima Kasih Ya Rasulullah untuk nikmat iman dan islam . Syafaatkan daku di akhirat nanti*

*Kerinduan padamu takkan pernah padam selamanya pada mu Ya Habiballah*
*Muhammad s.a.w*
*اللهم صل على محمد وآل محمد*

💠💠💠💠💠💠.

SALAM MAULIDUL RASUL
12 RabiulAwwal 1441h

SYARAT IBADAH YANG DI TERIMA OLEH ALLAH SWT

6 PERINGKAT CINTA

SYARAT IBADAH YANG DI TERIMA

✒️______________

[✔️] Setiap muslim yang baik pasti sangat berharap seluruh amal ibadahnya diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

[▲] Dengan demikian ia bisa semakin memperbanyak dan memperberat pahala amal shalihnya sebagai timbangan kebaikan. Seluruh waktu, tenaga, dan pikiran yang ia korbankan tidak berlalu dengan sia-sia begitu saja.

[↑] Oleh sebab itu sudah sepantasnya jika setiap muslim bersungguh-sungguh dan memberikan perhatian lebih terhadap permasalahan ibadah ini. Di antara bentuk kesungguhan seorang muslim adalah berusaha untuk beribadah dengan sebaik-baiknya sesuai tuntunan syariat Islam sehingga ibadahnya sah dan diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

[✘] Betapa meruginya seseorang yang telah mengorbankan hartanya, waktunya bahkan jiwa raganya untuk bersungguh-sungguh dalam mengerjakan suatu amal ibadah, namun ibadah yang penuh dengan pergorbanan tersebut sia-sia dan tidak ada nilainya di sisi Allah subhanahu wa ta’ala.

☝🏼 Di sinilah pentingnya bagi setiap muslim untuk mengetahui bahwa ibadah memiliki dua syarat agar ibadah tersebut diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala

1. Ibadah tersebut dilakukan ikhlas karena Allah subhanahu wa ta’ala semata.

☁️ Ikhlas adalah menjadikan Allah sebagai satu-satu-Nya tujuan dalam segala bentuk ketaatan atau ibadah. Seseorang bersedekah dengan niatan ikhlas karena Allah, bukan karena ingin dipuji, dikatakan sebagai orang yang dermawan dan niatan-niatan yang lainnya. Seseorang melaksanakan ibadah haji dengan niatan ikhlas karena Allah subhanahu wa ta’ala, bukan karena ingin memamerkan kekayaan, untuk mendapatkan gelar haji dan yang lainnya dari tujuan-tujuan duniawi.

[◽️] Allah telah memerintahkan kita untuk ikhlas dalam firman-Nya :

[▫️] ”Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama”.

📜 [Q.S. Al Bayinah : 5]

🔊 Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

[▫️] إِنَّ اللهَ لَا يَقْبَلُ مِنْ الْعَمَلِ إِلَّا مَا كَانَ لَهُ خَالِصًا وَابْتُغِيَ بِهِ وَجْهُهُ
[▫️] ”Sesungguhnya Allah tidak akan menerima suatu amal, kecuali jika dikerjakan dengan ikhlas karena-Nya dan mengharap wajah-Nya.”

📜 [H.R. Abu Dawud dan Nasai dengan sanad yang shahih]

⛔️ Seseorang yang niatan ibadahnya tidak baik seperti misalnya untuk mendapatkan pujian manusia (riya’).

[↑] Maka justru akan menjadi bumerang dan mencelakakan dirinya. Sebagaimana dalil-dalil yang memberikan ancaman pelaku riya’ di dunia dan akhirat.

2. Adapun syarat yang kedua adalah ibadah tersebut sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam .

[▪️] Niat baik semata tidak cukup menjadikan amal ibadah seseorang diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala, namun ibadah tersebut harus mencocoki ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam . Hal ini sebagaimana tersebut dalam sebuah hadits

[▫️] مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
[▫️] “Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak.”

📜 [H.R. Muslim]

[▼] Kisah berikut ini menjadi bukti yang sangat jelas betapa pentingnya meneladani Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam beribadah dan bahwasanya niat baik semata tidaklah cukup dalam beribadah.

✍🏻 Suatu ketika Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu melewati masjid yang di dalamnya ada orang-orang yang sedang duduk membentuk sebuah lingkaran. Mereka bertakbir, bertahlil, bertasbih dengan cara yang tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

⚠️ Melihat hal itu, beliau pun tidak tinggal diam. Bahkan beliau mengingkarinya dengan mengatakan, “Hitunglah dosa-dosa kalian. Aku jamin tidak ada sedikit pun dari amalan kebaikan kalian yang akan hilang. Celakalah kalian, wahai umat Muhammad. Begitu cepat kebinasaan kalian. Mereka para shahabat nabi kalian masih banyak (yang hidup). Pakaian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga belum rusak. Bejananya pun belum pecah. Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, kalian berada di atas agama yang lebih baik dari agamanya Muhammad?

Ataukah Kalian ingin membuka pintu kesesatan?”

☝🏼 Orang-orang itu pun menjawab, ”Demi Allah, wahai Abu ‘Abdurrahman (Abdullah bin Mas’ud), tidaklah kami menginginkan kecuali kebaikan.”

☝🏼 Maka Abdullah bin Mas’ud mengatakan, “Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan, namun tidak mendapatkannya.”

[✔️] Dengan terpenuhinya kedua syarat ini maka amal ibadah seseorang akan diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Namun jika kehilangan salah satu dari kedua syarat tersebut apalagi kedua-duanya, maka tidak akan diterima amal ibadahnya. Allahu a’lam. [Abu Hafy]

📂 Sumber : http://tashfiyah.com/syarat-ibadah-yang-diterima/

••••┄┄┉┉✽̶•✿๏✿•✽̶┉┉┄┄••••

Turut Berbagi:
🌐 http://t.me/islamrahmah

ALLAH MAHA PENGAMPUN LAGI MAHA MENCINTAI

1 MAKSIAT TUKAR IBADAT

ALLAH MAHA PENGAMPUN LAGI MAHA MENCINTAI

🔖 Jika Anda Pernah Bersalah kepada Seseorang, Mungkin Masih Tersisa Perasaan ‘Tidak Enak’ Dalam Diri Orang tersebut Meski ia Telah Memaafkan. Masih Ada yang Mengganjal dalam Hatinya. Kalau Sebelumnya Orang itu Sangat Mencintai Anda, maka Setelah itu Cintanya Bisa Berkurang, Meski Hanya Beberapa Persen. Sulit untuk Utuh kembali Seperti Sedia kala.

🌹 Berbeda dengan Allah. Jika Seorang Pernah Berdosa kepada Allah, kemudian ia Bertaubat dengan Sebenar-benarnya, Maka Allah akan Mengampuni Dosanya dan Kembali Mencintainya seperti Sedia kala, Bahkan Bisa Lebih dari itu. Itulah Makna Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala :

…وَهُوَ الْغَفُورُ الْوَدُودُ

🍃 Dan Dialah Allah Yang Maha Pengampun Lagi Maha Mencintai. (Q.S Al-Buruuj:14).

🔰 Syaikh Abdurrahman As-Sa’di Rahimahullah menyatakan : dalam Ayat ini terdapat Suatu Rahasia (yang Halus) ketika Allah Menggandengkan Penyebutan Maha Pengampun dengan Maha Mencintai untuk Menunjukkan bahwa Orang-orang yang Berdosa jika Bertaubat dan Inabah kepada Allah, Allah akan Mengampuni Dosanya dan Mencintainya.

💥 Tidak seperti Perkataan Salah dari Orang-orang : Bahwa Allah akan Mengampuninya tapi Kecintaan Allah Kepadanya Tidak Kembali. (Taisiir Kariimir Rahman hal 918).

✅ Karena itu, Orang yang Bertaubat dari Suatu Dosa dengan Sebenar-benarnya Taubat, Seakan-akan ” ia Tidak Pernah Berbuat Dosa itu “.

التَّائِبُ مِنَ الذَّنْبِ كَمَنْ لَا ذَنْبَ لَهُ

🍃 Seseorang yang Bertaubat dari Dosa, Bagaikan ia Tidak Memiliki Dosa Sama Sekali. (H.R Ibnu Majah, Sanadnya dinyatakan Hasan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Baari. (13/471).

=====================
📗 Dikutip dari Buku “Sukses Dunia Akhirat dengan Istighfar dan Taubat.”

▶️ Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah

@fawaidsolo

🌐 https://telegram.dog/islamrahmah

Islam Membawa Rahmat Ke Seluruh Alam