TANDA-TANDA ORANG YANG BENAR-BENAR IKHLAS

 

 

ikhlas

[TANDA-TANDA ORANG YANG BENAR-BENAR IKHLAS]

Apa itu ikhlas? Ikhlas itu antara takrifnya adalah hanya tujuan adalah satu iaitu Allah tiada perhatian lain tiada niat yang lain.
Hanya kerana Allah. Begitu juga disebutkan ianya ada perbezaan di antara ikhlas dan assiddiq. As-siddiqin juga ianya asas adalah datangnya daripada ikhlas tapi ianya lebih daripada itu. Sebab itu ditakrifkan ikhlas itu adalah apabila dia beramal dia terubat daripada perhatian makhluk, mencari perhatian makhluk. Itu adalah ikhlas. Dia tak ada niat untuk makhluk dan sebagainya tetapi hanya kerana Allah.

Akan tetapi, Para Siddiqin yakni siddiq itu adalah dia terlindung pula daripada ujub dirinya sendiri. Sebab ada orang dia boleh selamat daripada perhatian orang lain, dia sembunyikan ke ataupun memang dia tak ada niat untuk orang lain kerana Allah tapi ujub itu kadang-kadang dia bangga dirinya sendiri. “Banyak betul aku beramal, bagus betul aku baca Quran, bagus betul aku bangun malam, banyak betul aku sedekah selama ini ya dan sebagainya.” Ini ujub maka ikhlas dan pergi kepada siddiq iaitu Siddiqin iaitu orang-orang yang selamat daripada perhatian orang dan perhatian dirinya sendiri. Darjat yang paling tinggi.

Berkata Zun Nun Al-Misri Rahimahullah ada 3 tanda seseorang itu ikhlas:

1)Sama bagi dirinya puji ataupun kejian daripada orang lain. Orang lain puji pun tak beri kesan pada dirinya dan orang keji pun tak ada dia rasa dirinya terhina. Ini satu tanda ikhlas.

2)Dia lupa untuk memandang daripada amalan itu daripada amalannya. Dia melupakan daripada perbuatan baiknya itu pada orang lain. Yang dia ingat adalah salah dia pada orang lain.

3)Dia hanya mengharapkan ganjaran di akhirat semata-mata. Dia bukan tak nak ganjaran di dunia tapi dia tak kisah dekat dunia dia dapat ke tak dapat yang dia betul-betul inginkan terutama sekali adalah ganjaran di akhirat. Itu keutamaannya tapi kalau dia nak sangat ganjaran dekat dunia maka belum sempurna lagi dia punya keikhlasan.

http://wanitasalihah.com/apa-itu-ikhlas/

Advertisements

Hari dan esok dalam genggaman Allah SWT

Image may contain: text

Hari ini masih kuat dan gagah
Mungkin esok nak bangun pun termengah-mengah

Hari ini kalau tidak dibuat suruhan Allah
Belum tentu esok ada lagi peluang dari Allah.

Hari ini realiti yang mesti dilalui dengan tabah
Kerana esok hari belum pasti boleh berubah

Hari ini ahli maksiat berasa bangga dan megah
Esok hari mungkin menyesal tak sudah-sudah

Hari ini berpakaian baju dan jubah
Mungkin esok hanya kain kafan yang tiada lagi gah

Hari ini berpijak di atas tanah
Boleh jadi esok sudah jadi penghuni dalam tanah

Hari ini berkenderaan serba mewah
Mungkin esok hanya ada kereta jenazah

hari ini janganlah bermegah-megah
Kerana esok hanyalah harapan dalam pasrah

Hari ini Banyakkan doa dan harap pada Allah
Semoga esok hidup dalam redha Allah

Hari ini kuatkan taat , amal ibadah
Moga esok masih istiqamah

Hari ini andai datang ketentuan Allah
esok terimalah ia dengan tabah

Hari ini anda menderma sekadar yang mampu dengan penuh keikhlasan kepada Ihya Assunnah Solution Melalui Maybank 553131011505 esok Allah SWT menggandakan pahala pahala yang anda tidak mampu menghitungnya di Akhirat nanti…

Hari ini andai ada silap dan salah
Jangan tunggu esok untuk istighfar dan taubah.

Hari ini kita dalam taqdir Allah
Besok hari hanya dalam ilmu Allah.

Hari ini kita berukhuwah dan bermadah
Semoga esok dikumpulkan bersama Insan-insan Mulia  di Jannah Firdaus Milik Allah SWT-In Sya Allah.

JANGAN KITA BANGGA DIRI

Image may contain: text

JANGAN KITA BANGGA DIRI

◆ Jangan bangga dengan handphone mahal/canggih,
Karena alat komunikasi yang akan menyelamatkan kita adalah DO’A..

◆ Jangan bangga dengan rumah mewah,
Karena rumah terakhir kita adalah KUBUR..

◆ Jangan bangga dengan pangkat/gelar
Karena pangkat kita yang terakhir adalah ALMARHUM..

◆ Jangan bangga dengan wajah yang cantik/ganteng,
Karena wajah kita yang terakhir adalah TENGKORAK..

◆ Jangan bangga dengan pakaian yang mahal/mewah,
Karena pakaian yang terakhir kita KAIN KAFAN..

◆ Jangan bangga dengan kendaraan kita yang mewah,
Karena kendaraan terakhir kita adalah KERANDA JENAZAH..
#MukjizatDoa

◆ Jangan sombong dengan tempat tidur yang empuk,
Karena tempat tidur kita yang terakhir adalah LIANG LAHAT..

◆ Semoga Sahabatku Mukjizat & Doa yang hadir disini :
Di mudahkan segala urusannya,
Di panjangkan umurnya dalam kesuksesan dan keberkahan hidup..

 

MATI SEBELUM MATI MENURUT SYEKH ABDUL QADIR AL-JAILANI

Image may contain: one or more people and text

MATI SEBELUM MATI MENURUT SYEKH ABDUL QADIR AL-JAILANI
Syekh Abdul Qadir Al-Jailani mengatakan, “Wahai hamba Allah, sadarilah bahwa engkau hanya sebatas diberi harapan. Maka, jauhilah segala sesuatu selain Allah Azza wa Jalla dengan kalbumu sehingga engkau dapat dekat kepada-Nya. Matilah engkau sebelum mati. Matilah engkau dari dirimu dan makhluk. Sungguh telah diangkat berbagai hijab dari dirimu dan Allah Azza wa Jalla.”

Seseorang bertanya, “Bagaimana saya harus mati?” Lalu beliau menjawab, “Matilah dari mengikuti kemauan, hawa nafsu, tabiat dan kebiasaan burukmu, serta matilah dari mengikuti makhluk dan dari berbagai sebab. Tinggalkanlah persekutuan dengan mereka dan berharaplah hanya kepada Allah, tidak selain-Nya. Hendaklah engkau menjadikan seluruh amalmu hanya karena Allah Azza wa Jalla dan tidak mengharap nikmat-Nya.

Hendaklah engkau bersikap ridha atas pengaturan, qadha dan tindakan-Nya. Jika engkau melakukan hal yang demikian, maka hidup dan matimu akan bersama-Nya. Kalbumu akan menjadi tentram. Dialah yang membolak-balikkannya sesuai dengan kehendak-Nya. Kalbumu akan selalu menjadi dekat kepada-Nya, selalu terhubung dan bergantung kepada-Nya. Engkau akan selalu mengingat-Nya dan melupakan segala perkara selain Diri-Nya.

Kunci surga adalah ucapan La ilâha illa Allâh, Muhammadur-Rasûlullâh. Sedangkan esok,, kunci surga adalah kefanaan dari dirimu, orang lain, dan segala sesuatu selain Allah, dan dengan selalu menjaga batas-batas syariat.

Kedekatan kepada Allah adalah surga bagi manusia, sedangkan jauh dari Allah adalah neraka untuk mereka. Alangkah indah keadaan seorang Mukmin, baik di dunia ataupun di akhirat. Di dunia dia tidak berkeluh-kesah atas keadaaan yang dia alami, setalah dia memahami bahwa Allah meridhainya, dimana pun dia berada cukuplah bagiannya dan ridha dengan bagian itu. Kemanapun dia menghadapkan wajahnya, dia memandang dengan cahaya Allah. Setiap isyaratnya adalah kepada-Nya. Setiap kebergantungan adalah kepada-Nya. Setiap tawakalnya adalah hanya kepada-Nya.

Berhati-hatilah, jika ada seorang di antara engkau merasa bergembira berlebihan karena telah melakukan ketaatan, karena boleh jadi ada rasa takjub ketika dilihat orang lain atau berharap pujiannya.

Barangsiapa di antaramu ingin menyembah Allah, hendaklah memisahkan diri dari makhluk. Sebab, perhatian makhluk pada amal-amal mereka dapat merusaknya. Nabi SAW bersabda, “Engkau mesti ber-uzlah, sebab uzlah adalah ibadah dan bentuk kesungguhan orang-orang shaleh sebelum kalian.”

Engkau mesti beriman, lalu yaqin dan fana dalam wujud Allah, bukan dalam dirimu atau orang lain. Dan, tetaplah menjaga batas-batas syariat dan meridhai Rasulullah SAW. Tidak ada karamah bagi orang yang mengatakan sesuatu selain hal ini. Karena, inilah yang terjadi dalam berbagai shuhuf dan lawh kalam Allah Azza wa Jalla.

Engkau harus selalu bersama Allah; memutuskan diri untuk selalu dengan-Nya; dan bergantung kepada-Nya. Hal demikian akan mencukupkan dirimu dengan pertolongan (ma’unah) di dunia dan akhirat. Dia akan menjagamu dalam kematian dan kehidupan, menjagamu dalam setiap keadaan. Engkau harus memisahkan yang hitam dari yang putih!”

–Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam kitab Fath Ar-Rabbani wal-Faidh Ar-Rahmani

Kebahagiaan Sebenar

No automatic alt text available.

Jangan diletak kebahagian pada rupa, apabila tua, hilangkah bahagia?

Jangan pada kulit, ia tetap akan kedut jua…

Jangan pada fesyen, ia tetap akan ditanggalkan dengan kain kapan…

Jangan pada harta, apabila mati, pasti tidak bahagia…

Jangan pada manusia, mereka boleh berubah & tinggalkan kita…

Jangan pada pujian, kerana suatu hari ia akan putus atau berubah kepada kejian…

Jangan pada pangkat, semua boleh terangkat & pasti mangkat…

TAPI letaklah bahagia pada mencari redha Allah, dengan taatiNya & TERUS belajar cara taatiNya, kerana Dia tidak akan hilang, mati atau berubah & janjiNya pasti.

Dengan cara itu, kita masih mampu bahagia di celah masalah duniawi yang sementara…

Ramadhan Akan Meninggalkan Kita

Image may contain: text

Image may contain: ocean, text, water and outdoor

Selamat Hari Raya Aidil Fitri Dari Saya AJK Ihya Assunnah Solution.

Mohon Maaf Zahir Dan Batin, saya maafkan semua kesalahan anda samada zahir atau pun batin terutama pada sahabat yang setia dengan blog Peribadirasulullah.wordpress. Kini blog Peribadirasulullah.wordpress telah disekat tanpa sebab.

Jutaan Terima Kasih diatas semua pihak yang memberi sokongan dan sambangan ikhlas kepada Ihya Assunnah Solution sehingga umat Islam dapat menikmati sedikit nikmat hidup di dunia ini.

Melalui sumbangan dan sokongan yang berterusan umat Islam di Selatan Kemboja yang tersisih daru arus kemajuan umat Islam Kemboja. Kini mereka dapat merasai daging korban melalui program Korban setiap kali hadirnya Aidil Adha, mereka dapat merasai juadah berbuka puasa dalam program iftar, mereka dapat sedikit bekalan untuk menyediakan juadah berbuka dan bersahur kepada keluarga melalui Pek Ramadhan, Mereka dapat bertadarus Al-Quran melalui program wakaf Al-Quran terjemahan bahasa Khmer, melalui sumbangan ihklas insan-insan mulia juga para ustaz dan ustazah dapat menjalankan kuliah dan aktiviti ilmuan untuk memberi didikan rohani kepada umat Islam dan melalui sokongan dan sumbangan anda juga para mahasiswa dan mahasiswi Islam Kemboja dapat mengikuti pengajian di Universiti Fatonai, Selatan Thailand.

Kini kami dalam usaha menyempurna amanah terakhir sempena bulan Ramadhan yang mulia 1438 Hijrah/2017 Masihi.

Diatas segala sokongan dan sumbangan berterusan tersebut kami AJK Ihya Assunnah Solution ingin merakamkan Jutaan Terima Kasih dan Setinggi-Tinggi Pernghargaan Kepada Insan-Insan Mulia Dari Malaysia, Indonesia, Brunei Darussalam dan Singapore .

 

 

 

Sunnah Rasulullah SAW di akhir zaman

Image may contain: fire

https://web.facebook.com/marco.maximus.58/videos/1727676864143823/

SALAH SATU CARA HIKMAH MENGIKIS BID’AH

Salah satu cara mengikis bid’ah dengan lembut dan hikmah adalah: dengan menyebarkan sunnah. Karena kebanyakan kaum Muslimin melakukan bid’ah karena ketidak-tahuan mereka terhadap sunnah Nabi Shallallahu‘alaihi wasallam

Berpegang Teguh Sunnah
Gigit Dengan Gigi Geraham
Beratnya Menjalankan Sunnah
Seperti Menggenggam Bara Api

Saudariku, sungguh kita ini hidup di akhir zaman, dimana fitnah syahwat dan syubhat merajalela. Diantara fitnah (bencana) yang begitu keras menerpa umat adalah tersebarnya bid’ah di tengah kaum Muslimin. Sampai-sampai perkara bid’ah dianggap biasa bahkan dianggap sebagai bagian dari syariat.

Rasulullah telah memberi peringatan

Sungguh ini telah dikabarkan oleh Rasulullah, bahwa sepeninggal beliau akan banyak muncul berbagai kebid’ahan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِى فَسَيَرَى اخْتِلاَفًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِى وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

“Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, tetap mendengar dan ta’at kepada pemimpin walaupun yang memimpin kalian adalah seorang budak dari Habasyah. Karena barangsiapa di antara kalian yang hidup sepeninggalku nanti, dia akan melihat perselisihan yang banyak. Maka wajib bagi kalian untuk berpegang pada sunnah-ku dan sunnah Khulafa’ur Rasyidin yang mereka itu telah diberi petunjuk. Berpegang teguhlah dengannya dan gigitlah ia dengan gigi geraham kalian. Jauhilah dengan perkara (agama) yang diada-adakan karena setiap perkara (agama) yang diada-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan” (HR. At Tirmidzi no. 2676. ia berkata: “hadits ini hasan shahih”)

Beliau juga bersabda:

أَنَا فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ ، لَيُرْفَعَنَّ إِلَىَّ رِجَالٌ مِنْكُمْ حَتَّى إِذَا أَهْوَيْتُ لأُنَاوِلَهُمُ اخْتُلِجُوا دُونِى فَأَقُولُ أَىْ رَبِّ أَصْحَابِى . يَقُولُ لاَ تَدْرِى مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ

“Aku akan mendahului kalian di al haudh (telaga). Lalu ditampakkan di hadapanku beberapa orang di antara kalian. Ketika aku akan mengambilkan (minuman) untuk mereka dari al haudh, mereka dijauhkan dariku. Aku lantas berkata, ‘Wahai Rabbku, ini adalah umatku’. Allah berfirman, ‘Engkau tidak tahu (bid’ah) yang mereka ada-adakan sepeninggalmu’“ (HR. Bukhari no. 6576, 7049).

Bagai memegang bara api

Namun di zaman penuh fitnah ini, menjauhi dan mengingkari kebid’ahan semakin berat. Pelaku bid’ah disenangi, sedangkan yang memperingatkan dari bid’ah akan dimusuhi. Sungguh berat bagaikan memegang bara api. Rasulullah Shallallahu‘alaihi wasallam bersabda

يَأْتِيْ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ الصَّابِرُ فِيْهِمْ عَلَى دِيْنِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الجَمْرِ

“Akan tiba suatu zaman bagi manusia, barnagsiapa di antara mereka yang bersabar berpegang teguh pada agamanya, ia ibarat menggenggam bara api” (HR. At Tirmidzi 2260, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Sunan At Tirmidzi).

Al Munawi rahimahullah dalam menjelaskan hadits ini beliau berkata: “Nabi Shallallahu‘alaihi wasallam mengibaratkan dengan perumpamaan yang bisa cerna secara inderawi. Maksudnya orang yang bersabar dalam berpegang pada hukum Al Qur’an dan As Sunnah akan mendapatkan perlakuan keras dan kesulitan-kesulitan dari ahlul bid’ah dan orang-orang menyimpang dianalogikan bagai memegang bara api dengan genggaman tangannya, bahkan lebih dahsyat dari itu” (Faidhul Qadir, 6/456).

Namun kita tentu tidak boleh menyerah, karena wasiat kekasih tercinta kita, Rasulullah Shallallahu‘alaihi wasallam , adalah “jauhilah dengan perkara (agama) yang diada-adakan“. Terlebih lagi orang yang bisa melalui masa sabar itu akan mendapat keutamaan:

إنَّ مِن ورائِكم أيامَ الصَّبرِ ، لِلمُتَمَسِّكِ فيهنَّ يومئذٍ بما أنتم عليه أجرُ خمسين منكم

“Sesungguhnya di belakang kalian ada hari-hari kesabaran, orang yang tetap mengamalkan ajaran agama ketika zaman itu akan mendapatkan pahala amalan 50 orang dari kalian (para sahabat Nabi)” (HR. Abu Daud 4341, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah 494).

Salah satu cara mengikis bid’ah dengan hikmah

Mengingkari bid’ah secara frontal dan ofensif di masa ini, tentu akan mendapatkan pertentangan. Maka tentu sudah semestinya kita mencari cara yang hikmah dalam mengingkarinya. Bukanlah dakwah itu pada asalnya dengan hikmah dan lemah lembut?

Salah satu cara mengikis bid’ah dengan lembut dan hikmah adalah: dengan menyebarkan sunnah Nabi. Karena kebanyakan kaum Muslimin melakukan bid’ah karena ketidak-tahuan mereka terhadap sunnah Nabi Shallallahu‘alaihi wasallam. Mereka bersemangat untuk mendekatkan diri kepada Allah namun mereka tidak tahu dengan jalan apa? Sebagian ada yang membuat cara-cara sendiri, ada pula yang ikut-ikutan orang lain dalam kebid’ahan. Sehingga akhirnya sunnah Nabi pun mati karenanya. Hasan bin ‘Athiyyah rahimahullah berkata:

ما ابتدع قوم بدعة في دينهم، إلا نزع الله من سنتهم مثلها

“tidaklah suatu kaum membuat-buat kebid’ahan, melainkan Allah akan mencabut suatu Sunnah yang semisalnya” (dinukil dari ‘Ilmu Ushulil Bida’ hal.288).

Maka mafhumnya, menghidupkan sunnah Nabi akan mematikan bid’ah atau mengikisnya. Bid’ah juga semakin tersebar jika penyeru Sunnah Nabi melemah, enggan menegakkan dan menyebarkan sunnah. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:

إنما يظهرُ من البدعِ أولاً ما كان أخف ، وكلما ضعف من يقوم بنور النبوة قَوِيت البدعة .

“Suatu perbuatan bid’ah yang tersebar luas itu awalnya dimulai dari bid’ah yang remeh. Dan setiap para penegak cahaya (sunnah) Nabi melemah, bid’ah semakin kuat” (Aqidah Tadmuriyyah hal.194, dinukil dari sini).

Dengan semakin mengetahui Sunnah Nabi, kecenderungan seseorang untuk berbuat bid’ah akan semakin berkurang. Karena sunnah Nabi itu banyak, dalam setiap sendi kehidupan. Andaikan diamalkan semuanya, maka seseorang akan tersibukkan, dan tidak akan menoleh untuk melakukan bid’ah. Oleh karena itulah Abdullah bin Mas’ud radhiallahu’anhu berkata:

اتَّبعوا ولا تبتدعوا فقد كُفِيتم

“ikutilah Sunnah Nabi, dan jangan berbuat bid’ah, sesungguhnya kalian telah tercukupi (dengan sunnah Nabi)” (dibawakan Al Haitsami dalam Majma Az Zawaid 1/186, ia berkata: “semua rijalnya adalah rijal As Shahih”).

Maka saudariku, kikislah bid’ah dengan terus menuntut ilmu, dan terus mendakwahkan Sunnah Nabi kepada kaum Muslimin serta bersabar dalam mendakwahkannya. Beri pengajaran dan bimbingan para orang-orang sekitar kita yang masih banyak tenggelam dalam kebid’ahan, jika memang melarang mereka secara frontal akan menimbulkan mudharat. Beri tahu kepada mereka sunnah-sunnah Nabi dari sejak bangun tidur hingga tidur kembali. Beri tahu kepada mereka sunnah-sunnah Nabi dalam aqidah, manhaj, akhlak. Beri tahu mereka dengan dalil dan cara yang lemah lembut. Semoga hidayah Allah menyapa mereka dengan sebab itu.

Demikian, dengan semakin tersebarnya sunnah, bid’ah semakin terkikis. Semoga Allah senantiasa melimpahkan hidayahnya kepada kita semua. Wabillahit Taufiq.

Penulis: Yulian Purnama

Artikel Muslim.Or.Id
Sumber: https://muslimah.or.id/6127-salah-satu-cara-hikmah-mengikis-bidah.html

https://web.facebook.com/marco.maximus.58/videos/1727676864143823/