Ajaran Syaikh Abdul Qadir Jailani (7 dan 8)

1khalifah

Ajaran Syaikh Abdul Qadir Jailani (7 dan 8)

Kitab Futuhul Ghaib (Membuka Tabir Keghaiban)
Syeikh Abdul Qadir Jailani

Dengan asma’ Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang

AJARAN KETUJUH

Keluarlah dari dirimu sendiri dan serahkanlah segalanya kepada Allah. Penuhi hatimu dengan Allah. Patuhlah kepada perintah-Nya dan larikanlah dirimu dari larangan-Nya, agar nafsu badaniahmu tidak memasuki hatimu setelah ia keluar.

Untuk membuang nafsu-nafsu badaniah dari hatimu, kamu harus berjuang melawannya dan jangan menyerah kepadanya dalam keadaan bagaimanapun juga dan dalam tempoh bila pun juga. Oleh kerana itu, janganlah menghendaki sesuatu yang tidak di kehendaki oleh Allah. kehendakmu yang tidak sesuai dengan kehendak Allah adalah kehendak nafsu badaniah. Jika kehendak ini kamu turuti, maka ia akan merusak dirimu dan menjauhkanmu dari Allah.

Patuhilah perintah Allah, jauhilah larangan-Nya, bertawakkallah kepada-Nya dan janganlah sekali-kali kamu menyekutukan-Nya. Dia lah yang telah menjadikan nafsu dan kehendakmu. Oleh kerna itu, janganlah kamu berkehendak, berkeperluan atau bercita-cita untuk…

View original post 1,459 more words

Ajaran Syaikh Abdul Qadir Jailani (4,5 dan 6)

1khalifah

Ajaran Syaikh Abdul Qadir Jailani (4, 5 dan 6)

Kitab Futuhul Ghaib (Membuka Tabir Keghaiban)
Syeikh Abdul Qadir Jailani

Dengan asma’ Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang

AJARAN KEEMPAT

Apabila kamu ‘mati’ dari makhluk, maka akan dikatakan kepada kamu, ‘semoga allah melimpahkan rahmat-Nya kepada kamu’. Kemudian Allah akan mematikan kamu dari nafsu-nafsu badaniyyah. Apabila kamu telah ‘mati’ dari nafsu badaniyyah, maka akan dikatakan kepada kamu ‘Semoga Allah melimpahkan rahmat0Nya kepada kamu’. Kemudian Allah akan mematikan kamu dari kehendak-kehendak dan nafsu. Dan apabila kamu telah ‘mati’ dari kehendak-kehendak dan nafsu, maka akan di katakan kepada kamu, ‘Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada kamu’. Kemudian Allah akan menghidupkan kamu di dalam suatu ‘kehidupan’ yang baru.

setelah itu, kamu akan di beri ‘hidup’ yang tidak ada ‘mati’ lagi. Kamu akan dikayakan dan tidak akan pernah papa lagi. Kamu akan diberkati dan tidak akan di murkai. Kamu akan di beri ilmu, sehingga kamu tidak…

View original post 1,387 more words

Ajaran Syaikh Abdul Qadir Jailani (1, 2 dan 3)

1khalifah

Ajaran Syaikh Abdul Qadir Jailani (1, 2 dan 3)

Kitab Futuhul Ghaib (Membuka Tabir Keghaiban)
Syeikh Abdul Qadir Jailani

Dengan asma’ Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang

AJARAN PERTAMA

Ada 3 perkara yang wajib di perhatikan oleh setiap Mu’min di dalam seluruh keadaan iaitu:

1.melaksanakan segala perintah allah.
2.menjauhkan diri dari segala yang haram.
3.ridha dengan hukum-hukum atau ketentuan allah.

Ketiga perkara ini jangan sampai tidak ada pada seorang Mukmin. Oleh kerana itu, seorang mukmin harus memikirkan perkara ini. bertanya kepada dirinya tentang perkara ini dan anggota tubuhnya melakukan perkara ini.

AJARAN KEDUA

Ikutilah dengan ikhlas jalan yang di tempuh oleh Nabi besar Muhammad saw, dan janganlah merubah jalan itu. Patuhlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan jangan sekali-kali berbuat derhaka. Bertauhidlah kepada Allah dan jangan menyekutukan-Nya.

Allah itu Maha Suci dan tidak mempunyai sifat-sifat tercela atau kekurangan. Janganlah ragu-ragu terhadap kebenaran Allah. Bersabarlah dan berpegang teguhlah kepada-Nya. Bermohonlah kepada-Nya…

View original post 567 more words

Cabang Iman 77 bahagian

1khalifah

PELAJARI 77 CABANG IMAN

Sumber: http://imanyakin.wordpress.com/2010/01/18/cabang-iman/#more-198

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, “Iman itu memiliki tujuh puluh cabang (riwayat lain tujuh puluh tujuh cabang) dan yang paling utama ialah Laa ilaaha illa Allah, dan yang terendah ialah membuang duri dari jalan. Dan malu juga merupakan salah satu cabang iman.” (Ashhabus Sittah).

Banyak ahli hadits yang menulis risalah mengenai cabang iman di antaranya ialah : Abu Abdillah Halimi rah a dalam Fawaidul Minhaj, Imam Baihaqi rah a dalam Syu’bul Iman, Syaikh Abdul Jalil rah a dalam Syu’bul Iman, Ishaq bin Qurthubi rah a dalam An Nashaih, dan Imam Abu Hatim rah a dalam Washful Iman wa Syu’buhu.

Para pensyarah kitab Bukhari rah a menjelaskan serta mengumpulkan ringkasan masalah ini dalam kitab-kitab tersebut. Walhasil pada hakikatnya iman yang sempurna itu mempunyai 3 (tiga) bagian :

1. Tashdiq bil Qalbi, yaitu meyakini dengan hati,
2. Iqrar bil Lisan, mengucapkan dengan lisan, dan

View original post 640 more words

Buku Atlas Penciptaan yang terkenal

1khalifah

ATLAS PENCIPTAAN

Sumber: Atlas of creation

150 tahun yang lalu, Charles Darwin, seorang ilmuwan alam dari Inggris, mengajukan sebuah teori yang didasarkan pada berbagai pengamatan yang ia lakukan selama perjalanannya, namun yang tidak dapat disokong oleh temuan-temuan ilmiah sesudahnya. Pada intinya, teori evolusi Darwin terdiri atas beragam skenario, asumsi, dan penyimpulan (konjektur) yang dilamunkan olehnya dalam angan-angannya.

Ilmu pengetahuan dan teknologi membuat kemajuan pesat sejak awal abad ke-20 dan membantah teori evolusi. Semua cabang ilmiah yang berkaitan dengan pokok itu-seperti mikrobiologi, biomatematika, biologi sel, biokimia, genetika, anatomi, fisiologi, antropologi, dan paleontologi-menyingkapkan tak terhitung bukti yang semuanya melemahkan teori evolusi.

Rekaman fosil mungkin merupakan petunjuk terpenting yang meruntuhkan pernyataan-pernyataan teori evolusi. Fosil-fosil mengungkapkan bahwa bentuk-bentuk kehidupan di Bumi tidak pernah mengalami bahkan secuil pun perubahan dan tidak pernah saling berkembang ke satu sama lain. Dengan meneliti rekaman fosil, kita mengetahui bahwa mahluk-mahluk hidup saat ini persis sama dengan mahluk-mahluk hidup jutaan…

View original post 186 more words

Taqarrub kepada Allah

1khalifah

BERUZLAH ATAU BERKHALWAT

KITAB RAHASIA SUFI
Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani.
Terjemahan Abdul Majid Hj Khatib
Ditahkik dan di tulis semula oleh Syed Ahmad Semait

SHALAT DAN DOA DALAM UZLAH

Uzlah artinya memencilkan diri atau mengasingkan diri dari orang ramai dengan tujuan melatih diri untuk menghampirkan diri dengan Allah swt.

Barangsiapa memilih jalan untuk meninggalkan hal-hal keduniaan dan memencilkan diri dari orang ramai dengan niat hendak melatih diri supaya dapat menghampirkan diri dengan Allah swt, maka hendaklah ia mengetahui amal ibadat yang perlu di lakukan di dalam uzlah itu, seperti solat, doa, wirid, zikir dan sebagainya.

Dalam uzlah itu diri kita hendaklah bersih zahir dan batin. Pakaian, tempat beruzlah dan badan hendaklah bersih. Niat kita hendaklah ikhlas iaitu kerana Allah semata-mata. Kalau boleh hendaklah berpuasa dalam masa beruzlah itu.

Tempat yang baik untuk beruzlah ialah dalam masjid atau kawasan berhampiran masjid untuk memudahkan kita mengerjakan solat berjamaah lima waktu. Solat berjamaah…

View original post 1,555 more words