Mengubati lintasan hati

Malaysian's Chromosome

Bismillahirahmanirahim,

Maha Suci Allah yang membimbing hamba2Nya.

Menurut pandangan orang alim, jika mengalami tanda2 ini: – hati tidak berhenti bercakap diluar kawalan. hati berkata2 perkara2 yang menyalahi apa yang sudah pun kita pegangi (yakini) selama ini. hati berkata perkara2 yang boleh membatalkan syahadah. cuba meng”anak” …  Cuba “mengaku” itu..ini..Banyak lagi perkara2 murtad, syirik, dan kafir.

A’uzubillah minzalik (kita berlindung pada Allah darinya).

Sehingga kita menjadi takut.. apakah akidah kita sudah terbatal? apakah kita sudah … atau … ? Kita akan mula ragu2 adakah Allah akan mengampuni dosa kita yang besar ini?

InsyaAllah, fikirkanlah…. Allah Maha Tahu apa yang kita alami. Malah Allah lah yang membenarkan lintasan hati itu terjadi. Dia tidak akan menghukum hamba2Nya yang ingin mendekati diriNya dengan ikhlas. Apa yang dialami adalah ujian dariNya.. untuk betul2 berharap denganNya..meluruskan niat untuk mendekatiNya.. lebih mengenaliNya..

Untuk panduan, sekiranya lintasan hati itu datang secara tiba2 tanpa kita berfikir ke arah itu…

View original post 579 more words

Koleksi Lengkap Hadis Sahih Bukhari & Muslim – Download

Malaysian's Chromosome

Bismillahirahmanirahim,  semoga Allah sentiasa melindungi kita dari fitnah dunia. Amin.

Dengan teknologi yang Allah anugerahkan pada umat akhir zaman, sesuai dengan perutusan Nabi Muhammad SAW untuk sekalian manusia dan alam, Allah mudahkan penyebaran2 ajaranNya.

Tidak ada alasan untuk kita beri pada Allah sewaktu dihisab nanti.

Mudah2an Allah melorong kita untuk mendalami agamaNya dan beramal dengannya. Amin.

Berikut adalah satu usaha yang sangat dihargai, diusahakan oleh pengusaha salafiDB untuk memuatkan kesemua terjemahan lengkap Kitab Ringkasan Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. Berikut adalah kandungan software e-book ini;

  • Lebih dari 5350 (terjemahan bahasa Indonesia) hadits-hadits dari Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Bulughul Maram, An-Nawawiyyah dan Riyadhus Shalihin.
  • 6236 ayat Al-Quran dalam versi Arabic, transliterasi, terjemahan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris (Dr. M. Taqiud-Din & Dr. M. Khan dan Yusuf Ali).
  • Lebih dari 2600 artikel dari situs almanhaj.or.id dan situs fatwa-ulama
  • 20 salafi E-Book dari situs Vila Baitullah dan Maktabah Abu Salma
  • Tafsir Ibnu Katsir (bahasa Inggris)

View original post 47 more words

Jalan-Jalan Ke Syurga Allah SWT

Jalan-Jalan Menuju Surga (01)

Surga adalah tempat yang telah Allah Ta’ala siapkan untuk hamba-hambaNya yang beriman. Setiap orang beriman pasti menginginkan agar dapat menuju surga-Nya kelak di hari kiamat. Kenikmatan yang Allah Ta’ala siapkan di surga sungguh tiada terkira. Syariat pun menyebutkan berbagai sifat atau kenikmatan yang akan didapatkan di surga sebagai motivasi bagi para hamba-Nya untuk bersemangat melaksanakan berbagai macam amal ketaatan.

Dalam tulisan serial ini, akan kami sebutkan beberapa sifat atau gambaran surga yang telah dijelaskan dalam berbagai dalil syariat.

Surga Tidak Hanya Satu

Surga yang Allah Ta’ala siapkan untuk hamba-hambaNya tidak hanya satu, akan tetapi banyak. Dari Anas radhiyallahu ‘anhu,

أُصِيبَ حَارِثَةُ يَوْمَ بَدْرٍ وَهُوَ غُلاَمٌ، فَجَاءَتْ أُمُّهُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، قَدْ عَرَفْتَ مَنْزِلَةَ حَارِثَةَ مِنِّي، فَإِنْ يَكُنْ فِي الجَنَّةِ أَصْبِرْ وَأَحْتَسِبْ، وَإِنْ تَكُ الأُخْرَى تَرَى مَا أَصْنَعُ، فَقَالَ: «وَيْحَكِ، أَوَهَبِلْتِ، أَوَجَنَّةٌ وَاحِدَةٌ هِيَ، إِنَّهَا جِنَانٌ كَثِيرَةٌ، وَإِنَّهُ فِي جَنَّةِ الفِرْدَوْسِ»

“Pada saat perang Badar, Haritsah terluka padahal dia masih kecil. Datanglah ibunya menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, Engkau telah mengetahui kedudukan Haritsah di sisiku. Seandainya dia di surga aku akan bersabar dan berharap memperoleh pahala. Namun kalau keadaannya lain, menurut pendapatmu, apa yang harus aku lakukan?’

Rasulullah menjawab, ‘Janganlah begitu (tenanglah). Atau kamu merasa berat ditinggal anakmu atau kamu mengira bahwa surga itu hanya satu? Sesungguhnya surga itu banyak, dan anakmu sekarang berada di surga Firdaus.’” (HR. Bukhari no. 3982 dan 6550)

Surga Firdaus, Surga yang Paling Tinggi dan Paling Tengah

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فَإِذَا سَأَلْتُمُ اللَّهَ فَسَلُوهُ الفِرْدَوْسَ، فَإِنَّهُ أَوْسَطُ الجَنَّةِ، وَأَعْلَى الجَنَّةِ، وَفَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ، وَمِنْهُ تَفَجَّرُ أَنْهَارُ الجَنَّةِ

“Jika kalian meminta sesuatu kepada Allah, mintalah (surga) Firdaus. Karena surga Firdaus adalah surga yang paling tengah dan paling tinggi. Di atasnya adalah ‘Arsy (milik) Ar-Rahman, darinya mengalirlah sungai-sungai surga.” (HR. Bukhari no. 7423)

Luasnya Surga

Luasnya surga adalah seluas langit dan bumi, sebagaimana firman Allah Ta’ala,

سَابِقُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أُعِدَّتْ لِلَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

“Berlomba-lombalah kamu untuk (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (QS. Al-Hadid [57]: 21)

Surga sangatlah luas, sebagaimana yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ فِي الجَنَّةِ لَشَجَرَةً يَسِيرُ الرَّاكِبُ فِي ظِلِّهَا مِائَةَ سَنَةٍ، وَاقْرَءُوا إِنْ شِئْتُمْ {وَظِلٍّ مَمْدُودٍ} [الواقعة: 30]

“Sesungguhnya di surga terdapat sebuah pohon yang seseorang berjalan (menyusuri) bayangan pohon tersebut selama seratus tahun (perjalanan). Jika kalian menghendaki, bacalah (firman Allah Ta’ala yang artinya), ‘dan naungan yang terbentang luas’ (QS. Al-Waqi’ah [56]: 30).” (HR. Bukhari no. 3252)

Jika demikian, mungkin muncul pertanyaan, lalu di manakah neraka?

Pertanyaan semacam ini telah dijawab oleh Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam. Diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ، أَرَأَيْتَ جَنَّةً عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ، فَأَيْنَ النَّارُ؟

“Seorang laki-laki datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia berkata, ‘Wahai Muhammad, apa pendapatmu tentang surga yang seluas langit dan bumi, lalu di manakah neraka?”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

أَرَأَيْتَ هَذَا اللَّيْلَ الَّذِي قَدْ كَانَ أَلْبَسَ عَلَيْكَ كُلَّ شَيْءٌ ، ثُمَّ لَيْسَ شَيْءٌ، أَيْنَ جُعِلَ؟

“Apa pendapatmu tentang malam ini yang menutupi segala sesuatu dari pandanganmu, kemudian malam itu hilang. Di manakah malam itu pergi?”

Laki-laki itu menjawab, “Allahu a’lam.”

Rasulullah lalu bersabda,

فَإِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ

“Sesungguhnya Allah berbuat sesuai dengan apa yang Dia kehendaki.” (HR. Ibnu Hibban dalamShahih Ibnu Hibban no. 103) [1]

[Bersambung]

Diselesaikan di tengah badai salju, Rotterdam NL 21 Rabi’ul awwal 1439/10 Desember 2017

Oleh seorang hamba yang sangat butuh ampunan Rabb-nya,

Penulis: Muhammad Saifudin Hakim
Artikel: Muslim.or.id

Catatan kaki:

[1]     Dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 2892. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth berkata, “Sanadnya shahih sesuai syarat Muslim.”

Jalan-Jalan Menuju Surga (02)

Surga Memiliki Banyak Tingkatan

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ فِي الجَنَّةِ مِائَةَ دَرَجَةٍ، أَعَدَّهَا اللَّهُ لِلْمُجَاهِدِينَ فِي سَبِيلِهِ، كُلُّ دَرَجَتَيْنِ مَا بَيْنَهُمَا كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ

Sesungguhnya surga memiliki seratus derajat (tingkatan ke atas, pen.) yang Allah Ta’ala siapkan untuk orang-orang yang berjihad di jalan-Nya. Jarak antara dua derajat itu sebagaimana jarak antara langit dan bumi.” (HR. Bukhari no. 7423)

Dalam hadits yang lain yang juga diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فِي الجَنَّةِ مِائَةُ دَرَجَةٍ مَا بَيْنَ كُلِّ دَرَجَتَيْنِ مِائَةُ عَامٍ

Surga memiliki seratus tingkatan. Jarak antara dua tingkatan itu seratus tahun (perjalanan, pen.).” (HR. Tirmidzi no. 2529, shahih)  

Surga, Tempat Tinggal dan Kedudukan Paling Tinggi

Dari Abu Sa’id Al-Khudhri radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaih wa sallam bersabda,

إِنَّ أَهْلَ الْجَنَّةِ لَيَتَرَاءَوْنَ أَهْلَ الْغُرَفِ مِنْ فَوْقِهِمْ، كَمَا تَتَرَاءَوْنَ الْكَوْكَبَ الدُّرِّيَّ الْغَابِرَ مِنَ الْأُفُقِ مِنَ الْمَشْرِقِ أَوِ الْمَغْرِبِ، لِتَفَاضُلِ مَا بَيْنَهُمْ» قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ تِلْكَ مَنَازِلُ الْأَنْبِيَاءِ لَا يَبْلُغُهَا غَيْرُهُمْ، قَالَ «بَلَى، وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ رِجَالٌ آمَنُوا بِاللهِ وَصَدَّقُوا الْمُرْسَلِينَ»

Sesungguhnya penghuni surga benar-benar melihat penghuni kamar-kamar di atas mereka sebagaimana kalian melihat bintang terang lewat dari ufuk timur atau barat karena perbedaan keutamaan di antara mereka.”

Mereka (para sahabat) bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah itu tempat para Nabi yang tidak akan mungkin dicapai oleh selain mereka?”

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tidak, demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, mereka adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan membenarkan para rasul.” (HR. Muslim no. 2831)

Dari  Al-Mughirah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قَالَ: رَبِّ، فَأَعْلَاهُمْ مَنْزِلَةً؟ قَالَ: أُولَئِكَ الَّذِينَ أَرَدْتُ غَرَسْتُ كَرَامَتَهُمْ بِيَدِي، وَخَتَمْتُ عَلَيْهَا، فَلَمْ تَرَ عَيْنٌ، وَلَمْ تَسْمَعْ أُذُنٌ، وَلَمْ يَخْطُرْ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ

Musa berkata, ‘(Bagaimana dengan nasib) orang yang paling tinggi kedudukannya di surga?’ Rabb menjawab, ‘Mereka itu orang pilihan-Ku, kemuliaan mereka di tanganku, dan Aku menutup (kemuliaan) itu. Ia belum pernah terlihat oleh mata, belum pernah terdengar oleh telinga, dan belum pernah terbetik dalam hati manusia.” (HR. Muslim no. 189)

Kamar-Kamar di Surga

Penduduk surga memiliki kamar-kamar, sebagaimana firman Allah Ta’ala,

لَكِنِ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ لَهُمْ غُرَفٌ مِنْ فَوْقِهَا غُرَفٌ مَبْنِيَّةٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ وَعْدَ اللَّهِ لَا يُخْلِفُ اللَّهُ الْمِيعَادَ

Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya mereka mendapat tempat-tempat yang tinggi, di atasnya dibangun pula tempat-tempat yang tinggi yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Allah Telah berjanji dengan sebenar-benarnya. Allah tidak akan memungkiri janji-Nya.”(QS. Az-Zumar [39]: 20)

Dari ‘Ali, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ فِي الجَنَّةِ غُرَفًا تُرَى ظُهُورُهَا مِنْ بُطُونِهَا وَبُطُونُهَا مِنْ ظُهُورِهَا  

Sesungguhnya surga itu memiliki kamar. Sisi luarnya dapat dilihat dari dalam, begitu juga sisi dalamnya dapat dilihat dari luar.”

Kemudian seseorang berkata, “Wahai Rasulullah, untuk siapakah kamar-kamar itu?”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

لِمَنْ أَطَابَ الكَلَامَ، وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ، وَأَدَامَ الصِّيَامَ، وَصَلَّى بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ

Untuk orang yang selalu berkata baik, suka memberi makan orang lain, membiasakan puasa, dan suka melakukan shalat karena Allah di waktu malam ketika manusia tidur terlelap.(HR. Tirmidzi no. 1984, dinilai hasan oleh Al-Albani.)

[Bersambung]

Diselesaikan di tengah badai salju, Rotterdam NL 21 Rabi’ul awwal 1439/10 Desember 2017

Oleh seorang hamba yang sangat butuh ampunan Rabb-nya,

Penulis: Muhammad Saifudin Hakim
Artikel: Muslim.or.id

Jalan-Jalan Menuju Surga (03)

Baca pembahasan sebelumnya Jalan-Jalan Menuju Surga (02)

Surga Memiliki Delapan Pintu

Dari ‘Ubadah bin Shamit radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَالَ: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، وَأَنَّ عِيسَى عَبْدُ اللهِ، وَابْنُ أَمَتِهِ، وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ، وَأَنَّ الْجَنَّةَ حَقٌّ، وَأَنَّ النَّارَ حَقٌّ، أَدْخَلَهُ اللهُ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةِ شَاءَ

Barangsiapa bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah Ta’ala semata dan tidak ada sekutu bagi-Nya, (bersaksi) bahwasannya Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, (bersaksi) bahwa ‘Isa hamba Allah, anak dari hamba-Nya, dan kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam serta ruh yang diciptakan-Nya, (bersaksi) bahwa surga itu benar adanya, (bersaksi) bahwa neraka juga benar adanya, maka Allah Ta’ala akan memasukkannnya melalui salah satu dari delapan pintu surga yang dia kehendaki (HR. Muslim no. 28)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,

مَنْ أَنْفَقَ زَوْجَيْنِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، نُودِيَ مِنْ أَبْوَابِ الجَنَّةِ: يَا عَبْدَ اللَّهِ هَذَا خَيْرٌ، فَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصَّلاَةِ دُعِيَ مِنْ بَابِ الصَّلاَةِ، وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الجِهَادِ دُعِيَ مِنْ بَابِ الجِهَادِ، وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصِّيَامِ دُعِيَ مِنْ بَابِ الرَّيَّانِ، وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصَّدَقَةِ دُعِيَ مِنْ بَابِ الصَّدَقَةِ

Barangsiapa yang menginfaqkan dua jenis (berpasangan) dari hartanya di jalan Allah, maka dia akan dipanggil dari pintu-pintu surga, ‘Wahai Abdullah, inilah kebaikan (dari apa yang kamu amalkan). Barangsiapa dari kalangan ahli shalat, dia akan dipanggil dari pintu shalat. Barangsiapa dari kalangan ahli jihad, dia akan dipanggil dari pintu jihad. Barangsiapa dari kalangan ahli puasa (shiyam), dia akan dipanggil dari pintu ar-Rayyan. Barangsiapa dari kalangan ahli sedekah, dia akan dipanggil dari pintu sedekah.”

Lalu Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu berkata,

بِأَبِي أَنْتَ وَأُمِّي يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا عَلَى مَنْ دُعِيَ مِنْ تِلْكَ الأَبْوَابِ مِنْ ضَرُورَةٍ، فَهَلْ يُدْعَى أَحَدٌ مِنْ تِلْكَ الأَبْوَابِ كُلِّهَا

“Demi bapak dan ibuku (sebagai tebusan) untukmu, wahai Rasulullah. Jika seseorang dipanggil dari pintu-pintu yang ada, maka itu sebuah kepastian. Namun apakah mungkin seseorang akan dipanggil dari semua pintu yang ada?”

Rasulullah menjawab,

نَعَمْ وَأَرْجُو أَنْ تَكُونَ مِنْهُمْ

Benar, dan aku berharap Engkau termasuk di antara mereka.” (HR. Bukhari no. 1897)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menggambarkan pintu surga tersebut dalam sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam,

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، إِنَّ مَا بَيْنَ المِصْرَاعَيْنِ مِنْ مَصَارِيعِ الجَنَّةِ، كَمَا بَيْنَ مَكَّةَ وَحِمْيَرَ – أَوْ كَمَا بَيْنَ مَكَّةَ وَبُصْرَى –

Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya. Jarak antara dua daun pintu surga itu seperti jarak antara Makkah dan Himyar atau sebagaimana jarak antara Makkah dan Bashrah.” (HR. Bukhari no. 4712)

Wadah (Perabotan) Penduduk Surga terbuat dari Emas dan Perak

Allah Ta’ala berfirman,

يُطَافُ عَلَيْهِمْ بِصِحَافٍ مِنْ ذَهَبٍ وَأَكْوَابٍ

Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala.” (QS. Az-Zukhruf [43]: 71)

Allah Ta’ala juga berfirman,

وَيُطَافُ عَلَيْهِمْ بِآنِيَةٍ مِنْ فِضَّةٍ وَأَكْوَابٍ كَانَتْ قَوَارِيرَا

Dan diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kaca.” (QS. Al-Insan [76]: 15)

Dari Abu Bakr bin ‘Abdullah bin Qais, dari bapaknya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,

جَنَّتَانِ مِنْ فِضَّةٍ، آنِيَتُهُمَا وَمَا فِيهِمَا، وَجَنَّتَانِ مِنْ ذَهَبٍ، آنِيَتُهُمَا وَمَا فِيهِمَا، وَمَا بَيْنَ القَوْمِ وَبَيْنَ أَنْ يَنْظُرُوا إِلَى رَبِّهِمْ إِلَّا رِدَاءُ الكِبْرِ، عَلَى وَجْهِهِ فِي جَنَّةِ عَدْنٍ

Dua bagian dari surga yang perabotnya serta segala isi di dalamnya terbuat dari perak.  Dan dua bagian dari surga yang perabotnya serta segala isi di dalamnya terbuat dari emas. Tidak ada yang menghalangi suatu kaum untuk melihat Rabb mereka selain selendang keagungan yang ada di wajah-Nya di surga ‘Adn.” (HR. Bukhari no. 4878)

Tanah di Surga

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam hadits tentang isra’ mi’raj beliau,

ثُمَّ أُدْخِلْتُ الجَنَّةَ، فَإِذَا فِيهَا حَبَايِلُ اللُّؤْلُؤِ وَإِذَا تُرَابُهَا المِسْكُ

Kemudian aku dimasukkan ke dalam surga, ternyata di dalamnya banyak kubah terbuat dari mutiara dan tanahnya dari minyak kesturi.” (HR. Bukhari no. 349)

Makanan Penduduk Surga

Adapun makanan penduduk surga adalah segala sesuatu yang memuaskan jiwa-jiwa penduduk surga, sebagaimana firman Allah Ta’ala,

وَفِيهَا مَا تَشْتَهِيهِ الْأَنْفُسُ وَتَلَذُّ الْأَعْيُنُ وَأَنْتُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diinginkan oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya.” (QS. Az-Zukhruf [43]: 71)

Allah Ta’ala berfirman,

وَفَاكِهَةٍ مِمَّا يَتَخَيَّرُونَ وَلَحْمِ طَيْرٍ مِمَّا يَشْتَهُونَ

Dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.” (QS. Al-Waqi’ah [56]: 20-21)

[Bersambung]

***

Diselesaikan di tengah badai salju, Rotterdam NL 21 Rabi’ul awwal 1439/10 Desember 2017

Oleh seorang hamba yang sangat butuh ampunan Rabb-nya,

Penulis: Muhammad Saifudin Hakim
Artikel: Muslim.or.id

Jalan-Jalan Menuju Surga (04)

Baca pembahasan sebelumnya Jalan-Jalan Menuju Surga (03)

Kenikmatan Terbesar Penduduk Surga: Melihat Wajah Allah Ta’ala

Nikmat terbesar yang akan diperoleh penduduk surga adalah ketika mereka melihat Allah Ta’alasecara langsung. Ini adalah salah satu prinsip pokok akidah ahlus sunnah wal jamaah, berbeda dengan akidah sebagian kelompok yang menyimpang dari ahlus sunnah. [1]

Diriwayatkan dari Shuhaib radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaih wasallam bersabda,

إِذَا دَخَلَ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ، قَالَ: يَقُولُ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: تُرِيدُونَ شَيْئًا أَزِيدُكُمْ؟ فَيَقُولُونَ: أَلَمْ تُبَيِّضْ وُجُوهَنَا؟ أَلَمْ تُدْخِلْنَا الْجَنَّةَ، وَتُنَجِّنَا مِنَ النَّارِ؟

“Apabila penduduk surga telah masuk ke dalam surga, Allah Ta’ala berfirman, ‘Apakah kalian ingin sesuatu yang perlu Aku tambahkan kepada kalian?’ Penduduk surga menjawab, ‘Bukankah Engkau telah membuat wajah-wajah kami menjadi putih? Bukankah Engkau telah memasukkan kami ke dalam surga dan menjauhkan kami dari neraka?’”

Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

فَيَكْشِفُ الْحِجَابَ، فَمَا أُعْطُوا شَيْئًا أَحَبَّ إِلَيْهِمْ مِنَ النَّظَرِ إِلَى رَبِّهِمْ عَزَّ وَجَلَّ

“Lalu Allah membukakan pembatas (hijab). Tidak ada satu pun anugerah yang telah diberikan kepada mereka yang lebih mereka cintai daripada anugerah dapat memandang Rabb mereka” (HR. Muslim no. 181).

Perhiasan dan Pakaian Penduduk Surga

Allah Ta’ala berfirman,

أُولَئِكَ لَهُمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمُ الْأَنْهَارُ يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِنْ ذَهَبٍ وَيَلْبَسُونَ ثِيَابًا خُضْرًا مِنْ سُنْدُسٍ وَإِسْتَبْرَقٍ مُتَّكِئِينَ فِيهَا عَلَى الْأَرَائِكِ نِعْمَ الثَّوَابُ وَحَسُنَتْ مُرْتَفَقًا

“Mereka itulah (orang-orang yang) bagi mereka surga ‘Adn, mengalir sungai-sungai di bawahnya.Dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya dan tempat istirahat yang indah” (QS. Al-Kahfi [18] 31).

جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِنْ ذَهَبٍ وَلُؤْلُؤًا وَلِبَاسُهُمْ فِيهَا حَرِيرٌ

“(Bagi mereka) surga ‘Adn mereka masuk ke dalamnya. Di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan dengan mutiara serta pakaian mereka di dalamnya adalah sutera” (QS. Faathir [35]: 33).

يَلْبَسُونَ مِنْ سُنْدُسٍ وَإِسْتَبْرَقٍ مُتَقَابِلِينَ

“Mereka memakai sutera yang halus dan sutera yang tebal, (duduk) berhadap-hadapan” (QS. Ad-Dukhan [44]: 53).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ يَنْعَمُ لَا يَبْأَسُ، لَا تَبْلَى ثِيَابُهُ وَلَا يَفْنَى شَبَابُهُ

“Barangsiapa masuk surga, dia bersenang-senang dan tidak bersedih. Pakaiannya tidak usang dan mudanya tidak lenyap” (HR. Muslim no. 2836).

Permadani dan Gelas di Surga

Allah Ta’ala berfirman,

مُتَّكِئِينَ عَلَى فُرُشٍ بَطَائِنُهَا مِنْ إِسْتَبْرَقٍ وَجَنَى الْجَنَّتَيْنِ دَانٍ

“Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutera. Dan buah-buahan di kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat” (QS. Ar-Rahman [55]: 54).

وَأَكْوَابٌ مَوْضُوعَةٌ  وَنَمَارِقُ مَصْفُوفَةٌ وَزَرَابِيُّ مَبْثُوثَةٌ

“Dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya), dan bantal-bantal sandaran yang tersusun, dan permadani-permadani yang terhampar” (QS. Al-Ghasyiyah [88]:14-16).

يَطُوفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُخَلَّدُونَ (17) بِأَكْوَابٍ وَأَبَارِيقَ وَكَأْسٍ مِنْ مَعِينٍ (18)

“Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda, dengan membawa gelas, cerek dan minuman yang diambil dari air yang mengalir” (QS. Al-Waqi’ah [56]: 17-18).

[Bersambung]

***

Diselesaikan di tengah badai salju, Rotterdam NL 21 Rabi’ul awwal 1439/10 Desember 2017

Oleh seorang hamba yang sangat butuh ampunan Rabb-nya,

Penulis: Muhammad Saifudin Hakim
Artikel: Muslim.or.id

Catatan kaki:

[1] Silakan dibaca tulisan kami lainnya mengenai hal ini: Kebahagiaan Melihat Wajah Allah Ta’ala di Akhirat

Jalan-Jalan Menuju Surga (05)

Baca pembahasan sebelumnya Jalan-Jalan Menuju Surga (04)

Karakter Bidadari Surga

Di antara nikmat yang disiapkan untuk penduduk surga adalah bidadari bermata jeli, sebagaimana firman Allah Ta’ala,

مُتَّكِئِينَ عَلَى سُرُرٍ مَصْفُوفَةٍ وَزَوَّجْنَاهُمْ بِحُورٍ عِينٍ

“Mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan Kami nikahkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli (QS. Ath-Thuur [52]: 20).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallambersabda,

أَوَّلُ زُمْرَةٍ تَلِجُ الجَنَّةَ صُورَتُهُمْ عَلَى صُورَةِ القَمَرِ لَيْلَةَ البَدْرِ، لاَ يَبْصُقُونَ فِيهَا، وَلاَ يَمْتَخِطُونَ، وَلاَ يَتَغَوَّطُونَ، آنِيَتُهُمْ فِيهَا الذَّهَبُ، أَمْشَاطُهُمْ مِنَ الذَّهَبِ وَالفِضَّةِ، وَمَجَامِرُهُمُ الأَلُوَّةُ، وَرَشْحُهُمُ المِسْكُ، وَلِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمْ زَوْجَتَانِ، يُرَى مُخُّ سُوقِهِمَا مِنْ وَرَاءِ اللَّحْمِ مِنَ الحُسْنِ، لاَ اخْتِلاَفَ بَيْنَهُمْ وَلاَ تَبَاغُضَ، قُلُوبُهُمْ قَلْبٌ وَاحِدٌ، يُسَبِّحُونَ اللَّهَ بُكْرَةً وَعَشِيًّا

“Rombongan pertama yang memasuki surga, wajah mereka seperti bulan purnama, mereka tidak akan pernah beringus, tidak meludah dan tidak pula buang air besar. Perabotan mereka di dalam surga terbuat dari emas, sisir mereka terbuat dari emas dan perak, penghangat mereka terbuat dari kayu cendana, keringat mereka seharum minyak misik. Setiap penduduk surga memiliki dua istri (bidadari), sumsum tulang betis mereka dapat terlihat dari daging karena sangat cantik. Tidak ada pertengkaran di sana dan tidak pula saling membenci. Hati mereka bagaikan hati yang satu, yang senantiasa bertasbih pagi dan petang” (HR. Bukhari no. 3245).

Allah Ta’ala telah menyebutkan gambaran atau sifat-sifat bidadari surga ini dalam banyak ayat, di antaranya:

Pertama, menundukkan pandangan. Allah Ta’ala berfirman,

فِيهِنَّ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَانٌّ

“Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin” (QS. Ar-Rahman [55]: 56).

Ke dua, dipingit dalam rumah, tidak keluar darinya. Allah Ta’ala berfirman,

حُورٌ مَقْصُورَاتٌ فِي الْخِيَامِ

“(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih dipingit dalam rumah” (QS. Ar-Rahman [55]: 72).

Ke tiga, bagus akhlaknya dan cantik wajahnya. Allah Ta’ala berfirman,

فِيهِنَّ خَيْرَاتٌ حِسَانٌ

“Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik” (QS. Ar-Rahman [55]: 70).

Ke empat, sebaya dalam usia. Allah Ta’ala berfirman,

وَعِنْدَهُمْ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ أَتْرَابٌ

“Dan pada sisi mereka (ada bidadari-bidadari) yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya”(QS. Shaad [38]: 52).

Ke lima, sangat mencintai suaminya.  Allah Ta’ala berfirman,

عُرُبًا أَتْرَابًا

“Penuh cinta lagi sebaya umurnya” (QS. Al-Waqi’ah [56]: 37).

Ke enam, gadis perawan. Allah Ta’ala berfirman,

فَجَعَلْنَاهُنَّ أَبْكَارًا

“Dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan” (QS. Al-Waqi’ah [56]: 36).

Ke enam, bersih dari kotoran. Tidak sebagaimana para wanita di dunia yang mengalami haid, nifas, buang air besar, buang air kecil dan sejenisnya. Sebagaimana firman Allah Ta’ala,

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَنُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا لَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ وَنُدْخِلُهُمْ ظِلًّا ظَلِيلًا

“Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Mereka di dalamnya memiliki istri-istri yang suci dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman” (QS. An-Nisa’ [4]: 57).

Penutup

Pembahasan tentang gambaran surga dan nikmat yang telah disiapkan oleh Allah Ta’ala di dalamnya adalah pembahasan yang sangat panjang, akan tetapi, kami cukupkan pembahasan ini sampai di sini dan cukuplah hal ini sebagai motivasi bagi kita untuk mempersiapkan bekal dengan memperbanyak amal ketaatan kepada Allah Ta’ala serta menjauhi perbuatan maksiat. Semoga Allah Ta’ala memasukkan kita ke dalam surga-Nya kelak dan dapat merasakan kelezatan memandang wajah Allah Ta’ala.

[Selesai]

***

Diselesaikan di tengah badai salju, Rotterdam NL 21 Rabi’ul awwal 1439/10 Desember 2017

Oleh seorang hamba yang sangat butuh ampunan Rabb-nya,

Penulis: Muhammad Saifudin Hakim
Artikel: Muslim.or.id

Referensi:

Pembahasan ini kami himpun dari kitab Al-Imaan bimaa Ba’dal Maut: Masaa’il wa Dalaa’il, karya Ahmad bin Muhammad bin Shadiq An-Najaar, cet. Daar An-Nashihah tahun 1434, hal. 267-277.

https://muslim.or.id/35311-jalan-jalan-menuju-surga-05.html

 

Akhlak Isteri Rasulullah SAW

Photo

Akhlak Istri-istri Rasulullah ﷺ yang Patut Ditiru Setiap Muslimah
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

▶️ Para Istri Rasulullah ﷺ Senang Menerima Nasihat
Di antara hal yang harus kita perhatikan dari kebaikan istri Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam , mereka senang sekali menerima nasihat suami karena nasihat beliau merupakan nasihat yang mulia, yang menyejukan hati, yang membawa kebaikan hidup dan kebahagiaan di akhirat.

Az-Zuhri berkata, “Telah mengabarkan kepadaku Abu salamah bin Abdurrahman bahwa Aisyah istri Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam mengabarkan kepadanya bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam pernah mendatangi Aisyah ketika Allah Ta’ala menyuruh beliau untuk memilih (cerai atau tetap bersama) para istrinya. (Kata Aisyah,) Beliau memulai denganku (Aisyah ).

Beliau shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Saya hendak memberitahukan kepadamu hal yang sangat penting, karena itu, janganlah kamu terburu-buru menjawabnya sebelum kamu bermusyawarah dengan kedua orang tuamu.”
Aisyah berkata, “Beliau tahu benar, kedua orang tuaku akan mengizinkan aku bercerai dengan beliau.”
Aisyah melanjutkan, “Kemudian beliau bersabda, ‘Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman,
“Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu: jika kalian menghendaki kehidupan dunia berserta perhiasannya, marilah kuberikan kepadamu suatu pemberian, dan jika kalian menghendaki Allah ta’aladan Rasul-Nya serta kampung akhirat, sesungguhnya Allah ta’ala menyediakan pahala yang besar bagi orang yang berbuat kebajikan di antara kamu .” QS. Al-Ahzaab [33]: 28-29).
Saya (Aisyah) berkata kepada beliau, ‘Apa untuk yang seperti ini saya harus minta musyawarah kepada kedua orang tua saya? Sudah barang tentu saya menghendaki Allah ta’ala dan Rasul-Nya serta kampung akhirat.’ “(HR. Bukhari: 4412)
Begitulah kelembutan hati Aisyah, istri beliau yang paling muda. Aisyah, tidak jual mahal, tidak membantah, tidak menawar, tetapi subhanallah jawaban istri ini menyejukkan hati suami ketika mendengar nasihat suami, bagaimana dengan kita sekarang?

▶️ Istri Rasulullah ﷺ Tidak Ambisi Duniawi
Istri beliau istri yang qona’ah, maksudnya ridha (rela) dengan rizki Allah yang mereka terima, tidak tamak, tidak menuntut sesuatu yang di luar kemampuan suami. Hal ini dapat kita buktikan dengan gaya hidup mereka setiap harinya.

Dari Abu Hurairah, dia berkata, “Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya (Ibnu Abbad berkata, ‘Demi Dzat yang jiwa Abu Hurairah di tangan-Nya’) bahwasanya Rasulullah ﷺ dan keluarganya tidak pernah kenyang selama tiga hari berturut-turut dengan makan roti dari gandum hingga beliau meninggal dunia.” (HR.Muslim 8:129)

▶️ Para Istri Rasulullah ﷺ Pandai Menghibur Suami
Sungguh ada pelajaran yang sangat baik untuk wanita muslimah. Khadijah istri pertama Rasulullah ﷺ telah menentramkan Rasulullah ﷺ dari rasa takut saat beliau didatangin malaikat jibril menyampaikan wahyu untuk pertama kalinya begitulah seharusnya istri muslimah yang sayang kepada suami, hendaknya pandai meghibur suami pada saat dilanda kesedihan baik karena musibah yang menimpa atau kesulitan yang dihadapinya, atau kekurangan harta, sehingga kehidupan rumah tangga tetap baik dan sejahtera. Bukan sebaliknya, isteri menjadi beban dan menjadi sebab marah suami.

▶️ Para Istri Rasulullah ﷺ Betah Dirumah
Rumah tempat melindungi wanita dari bahaya dan fitnah, tempat istri menyambut dan menghibur suami pada saat pulang dari bepergian, melindungi anak kecil yang sangat butuh perawatan dan pengasuhan ibunya.
Perhatikan wahai wanita muslimah! Allah memerintahkan apa kepada istri Rasulullah ﷺ dan wanita muslimah?

Allahﷻ berfirman,
ﻭَﻗَﺮْﻥَ ﻓِﻲ ﺑُﻴُﻮﺗِﻜُﻦَّ
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu.”
(QS. Al-Ahzab [33]: 33)

“Wanita itu aurat apabila keluar maka di sambut (di percantik) oleh setan. “(HR. Tirmidzi 5:25 disahihkan oleh Imam Albani, Tuhfatul Ahwadzi , 3:253)

▶️ Istri Rasulullah ﷺ Mengenakan Jilbab
Pakaian berfungsi sebagai penutup aurat, agar dirinya tetap indah, cacatnya tidak tampak dan keindahannya terlindungi. Bukankah terjadinya zina sebab gaya pakaian wanita?

Allah ﷻ menyuruh istri Rasulullah ﷺ putrinya, dan semua istri orang beriman agar berjilbab,
ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﻗُﻞْ ﻟِﺄَﺯْﻭَﺍﺟِﻚَ ﻭَﺑَﻨَﺎﺗِﻚَ ﻭَﻧِﺴَﺎﺀِ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﻳُﺪْﻧِﻴﻦَ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻦَّ ﻣِﻦْ ﺟَﻠَﺎﺑِﻴﺒِﻬِﻦَّ ۚ ﺫَٰﻟِﻚَ ﺃَﺩْﻧَﻰٰ ﺃَﻥْ ﻳُﻌْﺮَﻓْﻦَ ﻓَﻠَﺎ ﻳُﺆْﺫَﻳْﻦَ ۗ ﻭَﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻏَﻔُﻮﺭًﺍ ﺭَﺣِﻴﻤًﺎ
Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka.” Dan Allah adalah maha pengampun lagi maha penyayang. (QS. Al-Ahzab [33]: 59)

▶️ Para Istri Rasulullah ﷺ Tidak Memerdukan Suara
“Hai istri-istri Nabi kamu sekalian tidak seperti waita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik.” (QS. Al-Ahzab [33]: 32)

As-Sudi berkata, “Wanita dilarang memerdukan suaranya ketika berbicara pada kaum pria karena akan mengakibatkan kerusakan hati mereka (sehingga) jatuh pada perbuatan keji atau zina. Ibnu Zaid berkata, ‘Janganlah wanita berbicara kepada kaum pria yang bukan mahramnya seperti dia berbica lembut kepada suaminya, tetapi hendaknya bicara yang wajar dan keras suaranya.’ “( Tafsir Ibnu Katsir 6/408)

▶️ Para Istri Rasullah ﷺ Senang Menuntut Ilmu (Agama)
Rumah bagi wanita muslimah, bukan hanya untuk istirahat, mendidik anak dan menyediakan kebutuhn suami, tetapi markas utama untuk beribadah kepada Allah ﷻ, tempat yang pas dan aman untuk membaca al-Qur’an dan hadist yang shahih.
Perhatikan perintah Allah ﷻ kepada istri Rasulullah ﷺ ,
ﻭَﺍﺫْﻛُﺮْﻥَ ﻣَﺎ ﻳُﺘْﻠَﻰٰ ﻓِﻲ ﺑُﻴُﻮﺗِﻜُﻦَّ ﻣِﻦْ ﺁﻳَﺎﺕِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺍﻟْﺤِﻜْﻤَﺔِ ۚ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻛَﺎﻥَ ﻟَﻄِﻴﻔًﺎ ﺧَﺒِﻴﺮًﺍ
“Dan ingatalah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah (sunnah nabimu). Sesungguhnya Allah adalah Maha Lembut lagi Maha Mengetahui. ” (QS. Al-Ahzab [33]: 34)

Begitulah seharusnya wanita muslimah di rumah; tidak seperti wanita awam, rumah mereka penuh dengan hiburan TV dan lainnya.

Ibnu Katsir berkata, “Pertama Allah melarang istri beliau dan wanita muslimah berbuat keji, lalu diperintah agar beribadah seperti menjalankan shalat, menunaikan zakat, berbuat baik kepada keluarga, taat kepada Allah ﷻ dan Rasulullah ﷺ ; itu semua agar mereka bersih dari dosa.” ( Tafsir Ibnu Katsir 6/410)

▶️ Para Istri Rasullah ﷺ sangat Dermawan
Bukan hanya Rasulullah ﷺ yang dermawan sehingga pada saat meninggal dunia beliau tidak mewariskan harta,bahkan istri beliau pun dermawan.

“Ada seorang wanita datang kerumahku dengan membawa dua putri nya lalu dia meminta makan kepadaku, sedangkan aku tidak memiliki sesuatu kecuali kurma, dan aku berikan kepadanya, maka wanita itu membagi kurma untuk kedua putrinya, kemudian dia pulang.
Lalu Nabi ﷺ masuk ke dalam rumah dan aku bercerita, lalu beliau bersabda,‘Barang siapa yang diserahi anak perempuan, lalu ia mendidiknya dengan baik, anak-anak mereka itu menjadi penghalang dirinya dari api neraka.’”
(HR. Bukhari 2/514)

Begitulah kedermawanan istri Rasulullah ﷺ, lebih mendahulukan kepentingan orang lain dari pada untuk dirinya sendiri.
Wanita dermawan hatinya bersih dari sifat tamak dan rakus, tidak dengki ketika melihat kawan hidupnya kaya raya.
Wanita dermawan hidupnya hemat dan qana’ah serta senantiasa menolong saudaranya yang sengsara.

▶️ Para Istri Rasulullah ﷺ Rela Dimadu
Rasulullah ﷺ menikahi wanita lebih dari satu, bukanlah berniat mengumbarkan syahwatnya sehingga menodai wanita sebagaimana tuduhan orang kafir.

Seandainya beliau menikah tujuannya demikian, tentu menikahi gadis dan berkali-kali menceraikannya. Akan tetapi, kenyataannya tidak demikian, justru beliau pertama kali menikah dengan seorang janda yang bernama Khadijah binti Khuwailid, sedangkan selisih umurnya 15 tahun lebih tua dari Rasulullah ﷺ.
Itu pun setelah istrinya wafat, beliau menduda kurang lebih dua tahun baru menikah lagi, karena kebaikan sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq menikahkan putrinya yang masih muda berumur enam tahun atas kehendak Abu Bakar sendiri, dan menikahi janda semata-mata ingin menolongnya.

Begitu indahnya keadaan para istri beliau ﷺ . Karena iman, hidup mereka rukun. Semoga menjadi suri tauladan para istri lainnya.

:::::::::::::🌹🌹::::::::::::
Akhirnya, semoga Allah ﷻ memberkahi hidup kita berkeluarga, menjadi suami dan istri yang mengikuti jejak Rasulullah ﷺ dan istrinya.
Aamiin ya Rabbal’alamin
:::::::::::::::🌹🌹:::::::::::::

Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir

Semoga apa yang telah disampaikan ini ada manfaatnya,

Bila ada salah lisan tak bermakna mohon dimaafkan yang benar itu pasti datangnya dari Allah dan yang salah itu datangnya dari kelemahan diri Anna pula.

Wallahù’alam bíshawab Wabíllahí taùfík walhídayah,

Wassalamù’alaíkùm warahmatùllahí wabarakatùh

#Ping..!
#Community

Sumber: Artikel “Keteladanan Para Istri Nabi” Oleh Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron dimuat di Majalah Al-Furqon 127 Edisi 1 Tahun ke 12
Wanita shaliha com