Akhlak Isteri Rasulullah SAW

Photo

Akhlak Istri-istri Rasulullah ﷺ yang Patut Ditiru Setiap Muslimah
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

▶️ Para Istri Rasulullah ﷺ Senang Menerima Nasihat
Di antara hal yang harus kita perhatikan dari kebaikan istri Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam , mereka senang sekali menerima nasihat suami karena nasihat beliau merupakan nasihat yang mulia, yang menyejukan hati, yang membawa kebaikan hidup dan kebahagiaan di akhirat.

Az-Zuhri berkata, “Telah mengabarkan kepadaku Abu salamah bin Abdurrahman bahwa Aisyah istri Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam mengabarkan kepadanya bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam pernah mendatangi Aisyah ketika Allah Ta’ala menyuruh beliau untuk memilih (cerai atau tetap bersama) para istrinya. (Kata Aisyah,) Beliau memulai denganku (Aisyah ).

Beliau shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Saya hendak memberitahukan kepadamu hal yang sangat penting, karena itu, janganlah kamu terburu-buru menjawabnya sebelum kamu bermusyawarah dengan kedua orang tuamu.”
Aisyah berkata, “Beliau tahu benar, kedua orang tuaku akan mengizinkan aku bercerai dengan beliau.”
Aisyah melanjutkan, “Kemudian beliau bersabda, ‘Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman,
“Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu: jika kalian menghendaki kehidupan dunia berserta perhiasannya, marilah kuberikan kepadamu suatu pemberian, dan jika kalian menghendaki Allah ta’aladan Rasul-Nya serta kampung akhirat, sesungguhnya Allah ta’ala menyediakan pahala yang besar bagi orang yang berbuat kebajikan di antara kamu .” QS. Al-Ahzaab [33]: 28-29).
Saya (Aisyah) berkata kepada beliau, ‘Apa untuk yang seperti ini saya harus minta musyawarah kepada kedua orang tua saya? Sudah barang tentu saya menghendaki Allah ta’ala dan Rasul-Nya serta kampung akhirat.’ “(HR. Bukhari: 4412)
Begitulah kelembutan hati Aisyah, istri beliau yang paling muda. Aisyah, tidak jual mahal, tidak membantah, tidak menawar, tetapi subhanallah jawaban istri ini menyejukkan hati suami ketika mendengar nasihat suami, bagaimana dengan kita sekarang?

▶️ Istri Rasulullah ﷺ Tidak Ambisi Duniawi
Istri beliau istri yang qona’ah, maksudnya ridha (rela) dengan rizki Allah yang mereka terima, tidak tamak, tidak menuntut sesuatu yang di luar kemampuan suami. Hal ini dapat kita buktikan dengan gaya hidup mereka setiap harinya.

Dari Abu Hurairah, dia berkata, “Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya (Ibnu Abbad berkata, ‘Demi Dzat yang jiwa Abu Hurairah di tangan-Nya’) bahwasanya Rasulullah ﷺ dan keluarganya tidak pernah kenyang selama tiga hari berturut-turut dengan makan roti dari gandum hingga beliau meninggal dunia.” (HR.Muslim 8:129)

▶️ Para Istri Rasulullah ﷺ Pandai Menghibur Suami
Sungguh ada pelajaran yang sangat baik untuk wanita muslimah. Khadijah istri pertama Rasulullah ﷺ telah menentramkan Rasulullah ﷺ dari rasa takut saat beliau didatangin malaikat jibril menyampaikan wahyu untuk pertama kalinya begitulah seharusnya istri muslimah yang sayang kepada suami, hendaknya pandai meghibur suami pada saat dilanda kesedihan baik karena musibah yang menimpa atau kesulitan yang dihadapinya, atau kekurangan harta, sehingga kehidupan rumah tangga tetap baik dan sejahtera. Bukan sebaliknya, isteri menjadi beban dan menjadi sebab marah suami.

▶️ Para Istri Rasulullah ﷺ Betah Dirumah
Rumah tempat melindungi wanita dari bahaya dan fitnah, tempat istri menyambut dan menghibur suami pada saat pulang dari bepergian, melindungi anak kecil yang sangat butuh perawatan dan pengasuhan ibunya.
Perhatikan wahai wanita muslimah! Allah memerintahkan apa kepada istri Rasulullah ﷺ dan wanita muslimah?

Allahﷻ berfirman,
ﻭَﻗَﺮْﻥَ ﻓِﻲ ﺑُﻴُﻮﺗِﻜُﻦَّ
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu.”
(QS. Al-Ahzab [33]: 33)

“Wanita itu aurat apabila keluar maka di sambut (di percantik) oleh setan. “(HR. Tirmidzi 5:25 disahihkan oleh Imam Albani, Tuhfatul Ahwadzi , 3:253)

▶️ Istri Rasulullah ﷺ Mengenakan Jilbab
Pakaian berfungsi sebagai penutup aurat, agar dirinya tetap indah, cacatnya tidak tampak dan keindahannya terlindungi. Bukankah terjadinya zina sebab gaya pakaian wanita?

Allah ﷻ menyuruh istri Rasulullah ﷺ putrinya, dan semua istri orang beriman agar berjilbab,
ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﻗُﻞْ ﻟِﺄَﺯْﻭَﺍﺟِﻚَ ﻭَﺑَﻨَﺎﺗِﻚَ ﻭَﻧِﺴَﺎﺀِ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﻳُﺪْﻧِﻴﻦَ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻦَّ ﻣِﻦْ ﺟَﻠَﺎﺑِﻴﺒِﻬِﻦَّ ۚ ﺫَٰﻟِﻚَ ﺃَﺩْﻧَﻰٰ ﺃَﻥْ ﻳُﻌْﺮَﻓْﻦَ ﻓَﻠَﺎ ﻳُﺆْﺫَﻳْﻦَ ۗ ﻭَﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻏَﻔُﻮﺭًﺍ ﺭَﺣِﻴﻤًﺎ
Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka.” Dan Allah adalah maha pengampun lagi maha penyayang. (QS. Al-Ahzab [33]: 59)

▶️ Para Istri Rasulullah ﷺ Tidak Memerdukan Suara
“Hai istri-istri Nabi kamu sekalian tidak seperti waita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik.” (QS. Al-Ahzab [33]: 32)

As-Sudi berkata, “Wanita dilarang memerdukan suaranya ketika berbicara pada kaum pria karena akan mengakibatkan kerusakan hati mereka (sehingga) jatuh pada perbuatan keji atau zina. Ibnu Zaid berkata, ‘Janganlah wanita berbicara kepada kaum pria yang bukan mahramnya seperti dia berbica lembut kepada suaminya, tetapi hendaknya bicara yang wajar dan keras suaranya.’ “( Tafsir Ibnu Katsir 6/408)

▶️ Para Istri Rasullah ﷺ Senang Menuntut Ilmu (Agama)
Rumah bagi wanita muslimah, bukan hanya untuk istirahat, mendidik anak dan menyediakan kebutuhn suami, tetapi markas utama untuk beribadah kepada Allah ﷻ, tempat yang pas dan aman untuk membaca al-Qur’an dan hadist yang shahih.
Perhatikan perintah Allah ﷻ kepada istri Rasulullah ﷺ ,
ﻭَﺍﺫْﻛُﺮْﻥَ ﻣَﺎ ﻳُﺘْﻠَﻰٰ ﻓِﻲ ﺑُﻴُﻮﺗِﻜُﻦَّ ﻣِﻦْ ﺁﻳَﺎﺕِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺍﻟْﺤِﻜْﻤَﺔِ ۚ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻛَﺎﻥَ ﻟَﻄِﻴﻔًﺎ ﺧَﺒِﻴﺮًﺍ
“Dan ingatalah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah (sunnah nabimu). Sesungguhnya Allah adalah Maha Lembut lagi Maha Mengetahui. ” (QS. Al-Ahzab [33]: 34)

Begitulah seharusnya wanita muslimah di rumah; tidak seperti wanita awam, rumah mereka penuh dengan hiburan TV dan lainnya.

Ibnu Katsir berkata, “Pertama Allah melarang istri beliau dan wanita muslimah berbuat keji, lalu diperintah agar beribadah seperti menjalankan shalat, menunaikan zakat, berbuat baik kepada keluarga, taat kepada Allah ﷻ dan Rasulullah ﷺ ; itu semua agar mereka bersih dari dosa.” ( Tafsir Ibnu Katsir 6/410)

▶️ Para Istri Rasullah ﷺ sangat Dermawan
Bukan hanya Rasulullah ﷺ yang dermawan sehingga pada saat meninggal dunia beliau tidak mewariskan harta,bahkan istri beliau pun dermawan.

“Ada seorang wanita datang kerumahku dengan membawa dua putri nya lalu dia meminta makan kepadaku, sedangkan aku tidak memiliki sesuatu kecuali kurma, dan aku berikan kepadanya, maka wanita itu membagi kurma untuk kedua putrinya, kemudian dia pulang.
Lalu Nabi ﷺ masuk ke dalam rumah dan aku bercerita, lalu beliau bersabda,‘Barang siapa yang diserahi anak perempuan, lalu ia mendidiknya dengan baik, anak-anak mereka itu menjadi penghalang dirinya dari api neraka.’”
(HR. Bukhari 2/514)

Begitulah kedermawanan istri Rasulullah ﷺ, lebih mendahulukan kepentingan orang lain dari pada untuk dirinya sendiri.
Wanita dermawan hatinya bersih dari sifat tamak dan rakus, tidak dengki ketika melihat kawan hidupnya kaya raya.
Wanita dermawan hidupnya hemat dan qana’ah serta senantiasa menolong saudaranya yang sengsara.

▶️ Para Istri Rasulullah ﷺ Rela Dimadu
Rasulullah ﷺ menikahi wanita lebih dari satu, bukanlah berniat mengumbarkan syahwatnya sehingga menodai wanita sebagaimana tuduhan orang kafir.

Seandainya beliau menikah tujuannya demikian, tentu menikahi gadis dan berkali-kali menceraikannya. Akan tetapi, kenyataannya tidak demikian, justru beliau pertama kali menikah dengan seorang janda yang bernama Khadijah binti Khuwailid, sedangkan selisih umurnya 15 tahun lebih tua dari Rasulullah ﷺ.
Itu pun setelah istrinya wafat, beliau menduda kurang lebih dua tahun baru menikah lagi, karena kebaikan sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq menikahkan putrinya yang masih muda berumur enam tahun atas kehendak Abu Bakar sendiri, dan menikahi janda semata-mata ingin menolongnya.

Begitu indahnya keadaan para istri beliau ﷺ . Karena iman, hidup mereka rukun. Semoga menjadi suri tauladan para istri lainnya.

:::::::::::::🌹🌹::::::::::::
Akhirnya, semoga Allah ﷻ memberkahi hidup kita berkeluarga, menjadi suami dan istri yang mengikuti jejak Rasulullah ﷺ dan istrinya.
Aamiin ya Rabbal’alamin
:::::::::::::::🌹🌹:::::::::::::

Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir

Semoga apa yang telah disampaikan ini ada manfaatnya,

Bila ada salah lisan tak bermakna mohon dimaafkan yang benar itu pasti datangnya dari Allah dan yang salah itu datangnya dari kelemahan diri Anna pula.

Wallahù’alam bíshawab Wabíllahí taùfík walhídayah,

Wassalamù’alaíkùm warahmatùllahí wabarakatùh

#Ping..!
#Community

Sumber: Artikel “Keteladanan Para Istri Nabi” Oleh Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron dimuat di Majalah Al-Furqon 127 Edisi 1 Tahun ke 12
Wanita shaliha com

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out /  Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out /  Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out /  Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out /  Tukar )

Connecting to %s