ANGGOTA LAHIR/ZAHIR SEBAGAI CERMIN ANGGOTA BATIN

Photo

33. “BERSANDARLAH KEPADA ALLAH”

💌💌💕

٭ ماتوَقـَّفَ مطلبٌ انتَ طَالبُهُ بِرَبِّكَ ولاتَيَسَّرَ مطلَبٌ انتَ طالبهُ بِنفسِكَ ٭

33. “Tidak akan terhenti suatu permintaan yang semata-mata engkau sandarkan kepada karunia [kekuasaan] Tuhanmu, dan tidak mudah tercapai permintaan yang engkau sandarkan kepada kekuatan dan daya upaya serta kepandaian dirimu sendiri.”

Siapa yang menyampaikan semua hajat-hajatnya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, pasrah dan bergantung hanya pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan mendekatkan yang jauh, memudahkan yang sulit dan ridha memberi keberhasilan pada hajatnya. Dan barangsiapa mengandalkan kepandaian, kekuatannya sendiri, maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan menyerahkan hajatnya itu pada mereka sendiri dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kelak akan menghinakan mereka dan semua hajatnya akan dipersulit tidak akan berhasil. Andai pun berhasil akan dituntut dipengadilan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Adakah daya upaya kekuatan selain kuasa-Nya?

34-35. “PERMULAAN MENENTUKAN AKHIRNYA”

٭ مِن علاماتِ النـَّجْحِ فى النهاَياتِ الرُجُوعُ الى اللهِ فى البِدَايات ٭

34. “Suatu tanda akan lulusnya seseorang pada akhir perjuangannya, jika selalu tawakkal, menyerahkan kepada Allah sejak awal perjuangannya.”

Siapa saja yang memperbaiki suluknya pada permulaan dengan kembali kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, pasrah, dan minta pertolongan hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala supaya diberi bisa wushul kepada-Nya, dan tidak mengandalkan amalnya yang berpenyakit, maka pada akhirnya akan mendapat kelulusan bisa wushul kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dan diberi keselamatan tidak putus di tengah jalan.

Seorang arif berkata: “Barangsiapa menyangka bahwa ia akan dapat sampai kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan perantaraan sesuatu selain dari pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, niscaya akan putus karenanya. Dan barangsiapa dalam ibadahnya bersandar pada kekuatan dirinya, tidak diserahkan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, hanya sampai disitu saja, dan tidak mencapai bagian-bagian yang hanya dapat dicapai dengan tawakkal dan menyandarkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.”

Al Hikam ke 35

٭ مَنْ اَشـْرَقت بدايَتـُهُ اشرَقَتْ نِهاَيَتـُهُ ٭

35. “Barangsiapa yang bersinar terang dengan ta’at ridha dimasa permulaannya [salik], niscaya akan bersinar terang pula dimasa akhirnya dengan cahaya [nur] ma’rifat.”

Barangsiapa yang kuat tawakalnya dimasa permulaan (bidayah), maka akan bersinar terang terus hingga masa sampainya ke hadirat Tuhannya Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Rabb yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

36. “ANGGOTA LAHIR SEBAGAI CERMIN ANGGOTA BATIN”

٭ماَاسْـتـُودِعَ فىِ غيْبِ السَّراءـرِ ظهرَ فِى شَهادَةِ الظوَاهِرِ ٭

36. “Apa yang tersembunyi dalam rahasia ghaib, yaitu berupa nur ma’rifat dan nur ilahi, pasti akan ada pengaruhnya di anggota lahir.”

Apabila dalam hati hamba sudah ada Nur ma’rifat dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, pengaruhnya Nur (cahaya) tersebut akan jelas tampak pada anggota lahir, karena keadaan lahir itu bisa menjadi cermin keadaan batin.

Abu Hafs berkata: “Bagusnya adab kesopanan lahir, membuktikan adanya adab yang di dalam batin.”

Rasulullah Shallallahu ‘Aalaihi Wa Sallam ketika melihat seorang yang memain-mainkan tangannya ketika shalat, maka Rasulullah Shallallahu ‘Aalaihi Wa Sallam bersabda: “Lau-khosya’a qolbuhu lakhosya-‘at jawarikhuhu. (Andaikan khusyu’ hati orang itu, niscaya khusyu’ semua anggota badannya).”

Abu Thalib al-Makky barkata: “Allah Ta’ala telah menunjukkan tanda bukti orang yang yang tidak percaya akhirat, yaitu bila disebut nama Allah Ta’ala mereka mengejek dan enggan tidak mau menerimanya.”

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: ”Apabila disebut nama Allah saja, cemas dan muak hati orang-orang yang tidak percaya kepada akhirat, sebaliknya bila disebut nama-nama selain Allah mereka gembira, menerima dan puas.” (QS. Az-Zumar : 45)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala menerangkan dalam ayat ini tentang sikap orang-orang yang tidak percaya akhirat, berbeda dengan sikap orang yang mempercayainya (mukmin), jiwanya merasa puas jika dikatakan, ini semua dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dan ini semua perbedaan antara iman tauhid dengan syirik.

37. “Perbedaan Pandang Orang Sudah Wushul Dengan Salik”

٭ شتان بين من يستد لُّ به او يستد لُّ عليهِ . المستدلُّ بهِ عرف الحق َّ لاَهله فاَثبت الاَمرَ من وجود اَهله . والاِ ستدلالُ عليهِ من عدمِ الوُصولِ اِليهِ. وَالاَّ فَمتىَ غابَ حتي يُستدلَّ عليهِ ومتىَ بعدَ حتى تكونَ الاَثارَُ هِيَ الَّتيِ توصِلُ اِليهِ.٭

37. “Jauh berbeda orang yang berpendapat (membuat dalil); adanya Allah menunjukkan adanya alam, dengan orang yang berpendapat (membuat dalil); bahwa adanya alam inilah yang menunjukkan adanya Allah. Orang yang berpendapat adanya Allah menunjukkan adanya alam, yaitu orang yang mengenal hak dan meletakkan pada tempatnya, sehingga menetapkan adanya sesuatu dari asal mulanya. Sedang orang yang berpendapat adanya alam menunjukkan adanya Allah, karena ia tidak sampai kepada Allah. Maka kapankah Allah itu ghaib sehingga memerlukan dalil untuk mengetahuinya. Dan kapankah Allah itu jauh sehingga adanya alam ini dapat menyampaikan kepadanya.”

Orang yang “wushul ila-lloh” itu ada dua cara:

Golongan pertama (Muriiduun/Salikuun): “Dalam suluknya masih terhalang dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, karena mata hatinya masih melihat selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Allah Subhanahu Wa Ta’ala masih ghaib dalam mata hatinya, sehingga dia menggunakan makhluk (selain Allah) untuk dalil adanya (wujudnya) Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Lisannya berdzikir, dia yakin kalau yang menggerakkan lisannya berdzikir itu Allah Subhanahu Wa Ta’ala, tapi dia masih memperhatikan lisan dan dzikirnya, belum memperhatikan Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang menggerakkan lisannya.”

Golongan kedua (Murooduun/Majdzubuun): “Dia langsung ditarik oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan dihadapi Allah Subhanahu Wa Ta’ala, sehingga hilanglah semua makhluk selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam mata hatinya, semua tidak ada wujudnya, yang wujud hanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Tapi ketika dia turun ke bawah lagi (sadar dengan kehidupan dunia) dia tahu semua makhluk itu wujud karena wujudnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala Sang Maha Pencipta.”

38. “YANG SAMPAI DAN YANG BERJALAN”

٭ ليُنفق ذوسَعَةٍ من سعَتهِ الوَاصِلوْنَ اِليهِ ومن قدِرَ عليهِ رِزْقهُ السَّا ءِرُونَ اِليْهِ ٭

38. “Hendaknya membelanjakan tiap orang kaya menurut kekayaannya, ialah mereka yang telah sampai kepada Allah. Dan orang yang terbatas rezekinya, yaitu orang sedang berjalan menuju kepada Allah.”

Orang yang telah sampai qalbunya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, karena qalbu mereka telah terlepas dari kurungan melihat kepada sesuatu selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala, ke alam tauhid, maka luaslah pandangan mereka, maka mereka berbuat di alam mereka lebih lapang, sebaliknya orang yang masih merangkak-rangkak di dalam ilmu dan paham yang terbatas, mereka ini pun mengeluarkan sekedarnya.

💌💌💕

📝 @ Terjemah Al Hikam Hikmah 33-38 🌠


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Salam Ramadhan Al-Kareem

 

MOHON SUMBANGAN IKHLAS BAGI MENJAYAKAN PROGRAM BERBUKA PUASA 1439H/2018M DI SELATAN KEMBOJA.

 

KELEBIHAN WAKAF DAN BERINFAQ HARTA JALAN ALLAH SWT.

 

Allah ta’aala menjanjikan kelebihan dan keutamaan di sebalik kedermawanan seseorang yang rajin berinfaq.

 

قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

 

“Katakanlah, “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya).” Dan apa sahaja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS Saba’ ayat 39)

 

Bahkan dalam sebuah hadis Nabi Muhammad SAW  menggambarkan keuntungan yang bakal diraih seseorang yang rajin berinfaq di pagi hari sekaligus kerugian yang bakal dideritanya bilamana ia tidak peduli berinfaq di pagi hari.

 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلَانِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا

وَيَقُولُ الْآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا (البخاري)

 

Tidak ada satu  subuh pun yang dialami hamba-hamba Allah kecuali turun kepada mereka dua malaikat.        Salah satu di antara keduanya berdoa: “Ya Allah, berilah ganti bagi orang yang berinfaq”, sedangkan yang satu lagi berdo’a “Ya Allah, berilah kerosakan bagi orang yang menahan (hartanya)” (HR Bukhary 5/270)

 

Jom berinfaq  dan berwaqaf  di Jalan Allah SWT melalui Ihya Assunnah Solution

Bantulah warga muslim Melayu Champa di pendalaman Selatan Kemboja, semoga dengan sumbangan tersebut membuat Allah SWT membuka pintu rezeki buat tuan dengan melimpah ruah in sya Allah.

 

Besarlah Harapan Kami Umat Islam Melayu Champa Di Selatan, Kemboja  Kepada Saudara-Saudari  Seagama Untuk Menderma  RM10 Bagi Menjayakan Program Berbuka Puasa di Markaz Umar Al-Khattab, Sihanoukville Dan Masjid-masjid di Selatan Kemboja Tahun 2018 M/1439H. Hulurkan sumbangan ikhlas anda melalui Ihya Assunnah Solution Maybank 553131011505 – Sumbangan Anda Lambang Kekuatan Pertalian Ukhuwah Islamiah Seaqidah Dan Lambang Ketinggian Iman Anugerah Allah SWT Yang Tidak Dapat Dinilai Oleh Makhluk Ciptaan Allah SWT. Hanya Allah SWT Sahaja Yang Mampu Membalas Setiap Sen Yang Anda Sumbangankan Di Jalan Nya.
Mohon hantar salinan slip bank in ke talian +6 0199576237(Ustaz Amin) http://ipkkelantan.wasap.my

atau emaikan ke ihyaassunnah68@gmail.com untuk direkod maklumat yang anda sumbangankan. Jazakumullahu Khairul Jaza’ Fiddunya WalAkhirah Ya Mujiibas Sailiin….

Sila kunjungi kami

https://muslimcambodiablog.wordpress.com/2017/12/29/asian-fondatiaon-for-education-and-development/

https://peribadirasulullah.wordpress.com/2018/02/03/melayu-champa-cambodia/

https://wordpress.com/post/peribadirasulullah.wordpress.com/46725

https://peribadirasulullah.wordpress.com/2018/03/03/ihya-assunnah-solution-menunaikan-amanah-warga-malaysia-di-sihanoukville-selatan-kemboja/

Pengenalan Ihya Assunnah Solution

https://www.youtube.com/watch?v=13Gi0MilEa0

Misi Menyampaikan Bantuan Ke Selatan Kemboja 2017

https://www.youtube.com/watch?v=64UO1RimxQI

Jutaan Terima Kasih Dan Ucapan Setinggi-tinggi Penghargaan Kepada Insan-Insan Mulia Yang Telah Menderma- Amanah Tuan-Puan Akan Kami Tunaikan – Semoga Amalan Kita Diterima Oleh Allah SWT… Amin Ya Allah, Terimalah Amalan Kami…..

Wahai Sahabat-Sahabtku, Kami meminta kepada kalian sedikit sumbangan dari kalian kerana kami dengar pesanan Allah SWT, bahawa pada harta kalian ada bahagian untuk kami iaitu zakat untuk fakir miskin dan ibnu sabil…

 

Penyucian Jiwa

Photo

39. “NURUT-TAWAJJUH (IBADAH)”

٭ اِهْتـَدى الرَّاحِلُوْنَ بِأَنْوَارِ التـَّوَجُّهِ والواصِلوْنَ لهُمْ اَنوارُ الموَجَّهةِ ، فاَلاَوَّلُونَ لِلاََنْوَارِ وَهٰــءـولاَءِ الاَنوَارُ لهُمْ لاَنَّهُمْ للهِ لاَ لِشيءٍ دونَهُ  قُلِ اللهُ ثـُمَّ ذ َرْهُمْ فى حَوْضِهِمْ يَلْعَبُوْنَ. ٭

39. “Orang-orang salik [yang mengembara menuju kepada Allah] telah mendapat hidayah dengan nur [cahaya] ibadah yang merupakan amalan untuk taqarrub [mendekat] kepada Allah, sedang orang-orang yang telah sampai, mereka tertarik oleh Nur yang langsung dari Allah bukan sebagai hasil ibadah, tetapi semata-mata karunia dan rahmat Allah. Maka orang-orang salik menuju ke alam Nur, sedangkan yang telah sampai berkecimpung di dalam Nur, sebab orang yang telah sampai itu telah bersih dari segala sesuatu selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman: Katakanlah: Allah, kemudian biarkan yang lain-lain di dalam kesibukan mereka bermain-main.”

Hakikat tauhid itu bila telah tidak melihat pengaruh-pengaruh sesuatu selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan inilah yang bernama haqqul-yaqin, dan melihat, merasa adanya pengaruh dari suatu selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala itu hanya permainan belaka dan itu bersifat penipuan atau identik munafik. Katakanlah: “Allah, yakni jangan menganggap ada sesuatu selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang dapat engkau harap, engkau takuti dan berkuasa, sebab semua harapan kepada sesuatu selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah syirik, baik yang nampak ataupun yang samar-samar, besar ataupun kecil dalam pengertian syirik hampir tiada berbeda.”

Al Hikam ke 40 “ISTIQOMAH”

٭ تَشَوُّفكَ اِلىَ ما بطَنَ فيْكَ مِنَ العُيُوبِ خَيرٌ منْ تَشَوُّفِكَ الى ماحُجِبَ عَنْكَ منَ الغُيُوبِ ٭

40. “Usahamu untuk mengetahui cela diri yang masih ada di dalam dirimu, itu lebih baik dari usahamu untuk terbukanya bagimu tirai ghaib.”

Seorang salik (yang mengembara menuju kepada Allah) haruslah berusaha selalu melihat cela dan aib yang ada pada diri sendiri, jangan sampai mempunyai tujuan supaya mengetahui perkara yang ghaib yang menjadi kemauan hawa nafsu, seperti ingin mengetahui rahasia di hati orang lain, rahasia takdir dan lain-lain. Karena itu bisa mencela kehambaanmu kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Orang arif berkata: “Jadilah hamba Allah yang selalu ingin mencapai Istiqomah, dan jangan menjadi hamba yang menuntut karomah. Istiqomah adalah menunaikan kewajiban, sedang karomah adalah menuntut kedudukan. Karomah dan kedudukan yang diberikan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada seorang wali itu, sebagai hasil dari Istiqomah.”

Istiqomah berarti tetap dalam Ubudiyah, tidak berubah keyakinan dan kepercayaannya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, ketuhanan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, kekuasaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan kebijaksanaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, baik dalam keadaan sehat ataupun sakit, senang ataupun susah, suka ataupun duka, kaya ataupun miskin, dalam setiap keadaan kondisi.

Al Hikam ke 41

٭ الحقُّ ليسَ بِمحجُوبٍ وَاِنـَّماَ المحجُوبُ انتَ عنِ النظَرِ اليهِ اذ ْ لَوْ حجَبَهُ شَيءٌ لسَتَرَهُ ولوكاَنَ لهُ ساتِرٌ لكانَ لِوُجُدِهِ حاصِرٌ وكلُّ حاصِرٍ لشىءٍ فَهُوَ لهُ قاَهِرٌ وَهُوَالقاَهِرُ فوَقَ عبادِهِ ٭

41. “Al-Haq ialah Allah Subhanahu Wa Ta’ala, tiada terhijab [terbatas tirai] oleh sesuatu apapun, sebab tidak mungkin adanya sesuatu yang dapat menghijab Allah. Sebaliknya manusialah yang terhijab sehingga tidak dapat melihat adanya Allah. Sebab sekiranya ada sesuatu yang menghijab Allah, berarti sesuatu itu dapat menutupi Allah, dan andai kata ada tutup bagi Allah, berarti wujud Allah dapat terkurung/dibatasi, dan sesuatu yang mengurung/membatasi itu, dapat menguasai yang dikurung/dibatasi, padahal Allah yang berkuasa atas segala makhluk-Nya.”

Pada hakikatnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala itu tidak bisa dihijab, yakni hijab itu menjadi sifatnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala itu tidak akan tetapi yang menghijab sehingga kamu tidak bisa melihat Allah Subhanahu Wa Ta’ala itu adalah sifat-sifat nafsumu sendiri. Karena sekiranya ada sesuatu yang bisa menghijab Allah Subhanahu Wa Ta’ala, pastilah perkara tersebut lebih besar dan lebih berkuasa bisa mengalahkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Karena sesuatu yang bisa menghijab/menghalangi itu bisa menutupi dari melihat sesuatu yang dibelakangnya. Dan itu tidak sah buat Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Karena Allah berfirman: “Allah itu Dzat yang bisa memaksakan apa yang dikehendaki mengalahkan semua hamba-Nya.”

Al Hikam ke 42

٭ اُخْرُجْ من اَوْصافِ بَشاَرِيَّتِكَ عنكلِ وَصْفٍ مُنَا قِضٍ لِعُبُودِيَّتِكَ لِتَكُونَ لِنِدَاءِ الحَقِّ مُجِيبًا ومنْ حَضـْرَتِهِ قـَريْباً ٭

42. “Keluarlah dari sifat-sifat kemanusianmu [sifat buruk dan rendah], semua sifat yang menyalahi kehambaan-mu, supaya mudah bagimu untuk menyambut panggilan Allah dan mendekat kepada-Nya.”

Sifat-sifat manusia terbagi jadi dua yaitu: “Lahir dan Bathin.”

Sifat “lahir” ialah yang berhubungan dan dilakukan dengan anggota jasmani (badan) tubuh, dan sifat “bathin” ialah berlaku dalam hati (rohani) dan jiwa. Sedang yang berhubungan dengan anggota lahiriah juga terbagi dua: Yang sesuai dengan perintah syari’ah dan yang menyalahi perintah syari’ah yang berupa perbuatan terlarang tercela. Demikian pula yang berhubungan dengan hati (rohani), jiwa, juga terbagi dua: Yang sesuai dengan hakikat (kebenaran) bernama iman dan ilmu, dan yang berlawanan dengan hakikat (kebenaran) berupa nifaq dan kebodohan tanpa ilmu berpengetahuan.

Sifat-sifat yang buruk (rendah) ialah: Hasad, iri hati, dengki, sombong, mengadu domba, merampok (korupsi), gila jabatan, ingin dikenal, cinta dunia, tamak, rakus, riya dan lain sebagainya termasuk teror. Dan dari sifat-sifat buruk ini akan menimbulkan sifat permusuhan, kebencian, merendahkan diri terhadap orang kaya, menghina orang miskin, pandai menjilat, sempit dada, hilang kepercayaan terhadap jaminan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, kejam, tidak malu dan lain-lain hingga akhirnya membunuh, berupa: pembunuhan karakter atau pembunuhan jiwa. Hilangnya empati rasa berprikemanusiaan.

Apabila seseorang telah dapat menguasai dan membersihkan diri dari sifat-sifat yang rendah, yang bertentangan dengan kehambaan itu, maka pasti ia akan sanggup menerima dan menyambut tuntunan Allah Subhanahu Wa Ta’ala (insan ini akan memiliki sifat belas kasih sayang yang diberi hikmah), baik yang langsung dalam ayat-ayat Al-Qur’an dan yang berupa tuntunan dan contoh yang diberikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Aalaihi Wa Sallam. Dan dengan demikian berarti ia telah mendekat kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Sifat Ubudiyah (kehambaan) ialah menta’ati semua perintah dan menjauhi semua larangan, mengerjakan perintah dan meninggalkan larangan tanpa membantah dan merasa keberatan.

Ingatlah sesungguhnya: Hakikatnya suluk (yang mengembara menuju kepada Allah) yaitu, berusaha untuk membersihkan hati dari akhlak yang tercela, lalu dihiasi dengan akhlak yang baik dan terpuji, dan ini semua tidak akan berhasil kecuali mendapat pertolongan dari rahmat karunia ridha Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Sehingga bisa mengetahui sifat-sifat jelek yang ada pada dirinya, dan selalu menaruh curiga pada nafsunya. Berprasangka buruk (waspada) pada nafsunya, sehingga Syeikh Ibnu ‘Ata’illah “dawuh” pada hikmah selanjutnya.

📝 @ Terjemah Al Hikam Hikmah 39-42 🌠


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Salam Ramadhan Al-Kareem

 

MOHON SUMBANGAN IKHLAS BAGI MENJAYAKAN PROGRAM BERBUKA PUASA 1439H/2018M DI SELATAN KEMBOJA.

 

KELEBIHAN WAKAF DAN BERINFAQ HARTA JALAN ALLAH SWT.

 

Allah ta’aala menjanjikan kelebihan dan keutamaan di sebalik kedermawanan seseorang yang rajin berinfaq.

 

قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

 

“Katakanlah, “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya).” Dan apa sahaja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS Saba’ ayat 39)

 

Bahkan dalam sebuah hadis Nabi Muhammad SAW  menggambarkan keuntungan yang bakal diraih seseorang yang rajin berinfaq di pagi hari sekaligus kerugian yang bakal dideritanya bilamana ia tidak peduli berinfaq di pagi hari.

 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلَانِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا

وَيَقُولُ الْآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا (البخاري)

 

Tidak ada satu  subuh pun yang dialami hamba-hamba Allah kecuali turun kepada mereka dua malaikat.        Salah satu di antara keduanya berdoa: “Ya Allah, berilah ganti bagi orang yang berinfaq”, sedangkan yang satu lagi berdo’a “Ya Allah, berilah kerosakan bagi orang yang menahan (hartanya)” (HR Bukhary 5/270)

 

Jom berinfaq  dan berwaqaf  di Jalan Allah SWT melalui Ihya Assunnah Solution

Bantulah warga muslim Melayu Champa di pendalaman Selatan Kemboja, semoga dengan sumbangan tersebut membuat Allah SWT membuka pintu rezeki buat tuan dengan melimpah ruah in sya Allah.

 

Besarlah Harapan Kami Umat Islam Melayu Champa Di Selatan, Kemboja  Kepada Saudara-Saudari  Seagama Untuk Menderma  RM10 Bagi Menjayakan Program Berbuka Puasa di Markaz Umar Al-Khattab, Sihanoukville Dan Masjid-masjid di Selatan Kemboja Tahun 2018 M/1439H. Hulurkan sumbangan ikhlas anda melalui Ihya Assunnah Solution Maybank 553131011505 – Sumbangan Anda Lambang Kekuatan Pertalian Ukhuwah Islamiah Seaqidah Dan Lambang Ketinggian Iman Anugerah Allah SWT Yang Tidak Dapat Dinilai Oleh Makhluk Ciptaan Allah SWT. Hanya Allah SWT Sahaja Yang Mampu Membalas Setiap Sen Yang Anda Sumbangankan Di Jalan Nya.
Mohon hantar salinan slip bank in ke talian +6 0199576237(Ustaz Amin) http://ipkkelantan.wasap.my

atau emaikan ke ihyaassunnah68@gmail.com untuk direkod maklumat yang anda sumbangankan. Jazakumullahu Khairul Jaza’ Fiddunya WalAkhirah Ya Mujiibas Sailiin….

Sila kunjungi kami

https://muslimcambodiablog.wordpress.com/2017/12/29/asian-fondatiaon-for-education-and-development/

https://peribadirasulullah.wordpress.com/2018/02/03/melayu-champa-cambodia/

https://wordpress.com/post/peribadirasulullah.wordpress.com/46725

https://peribadirasulullah.wordpress.com/2018/03/03/ihya-assunnah-solution-menunaikan-amanah-warga-malaysia-di-sihanoukville-selatan-kemboja/

Pengenalan Ihya Assunnah Solution

https://www.youtube.com/watch?v=13Gi0MilEa0

Misi Menyampaikan Bantuan Ke Selatan Kemboja 2017

https://www.youtube.com/watch?v=64UO1RimxQI

Jutaan Terima Kasih Dan Ucapan Setinggi-tinggi Penghargaan Kepada Insan-Insan Mulia Yang Telah Menderma- Amanah Tuan-Puan Akan Kami Tunaikan – Semoga Amalan Kita Diterima Oleh Allah SWT… Amin Ya Allah, Terimalah Amalan Kami…..

Wahai Sahabat-Sahabtku, Kami meminta kepada kalian sedikit sumbangan dari kalian kerana kami dengar pesanan Allah SWT, bahawa pada harta kalian ada bahagian untuk kami iaitu zakat untuk fakir miskin dan ibnu sabil…

 

Sahabat Yang Membawa Ketaatan Kepada Allah SWT

Photo

۞ Al Hikam ke 53-54 ۞

💌💌💕

٭ لاَتصْحَبْ من لاَيُنْهِضُكَ حالهُ ولاَ يَدُلُّكَ علَى اللهِ مقاَلهُ ٭

53. “Jangan bersahabat dengan seseorang yang tidak membangkitkan semangat taat kepada Allah, prilakunya dan tidak memimpin engkau ke jalan Allah apa yang di katakannya.”

Dalam hadits: “Seseorang akan mengikuti pendirian (kelakuan) temannya, maka lihatlah saudaramu dengan siapakah harus di dekati sebagai teman.”

Sufyan Astsaury berkata: “Barangsiapa yang bergaul dengan orang banyak harus mengikuti mereka, dan barangsiapa mengikuti mereka, harus menjilat pada mereka, dan barangsiapa yang menjilat kepada mereka, maka ia binasa seperti mereka.”

Sahl bin Abdullah berkata: “Berhati-hatilah (jangan) bersahabat dengan tiga macam manusia, 1. Pejabat pemerintah yang zalim (kejam). 2. Ahli quraa’ yang pejilat. 3. Sufi gadungan (yang bodoh tentang hakikat tasawuf).”

Ali bin Abi Thalib karramullah wajhah berkata: “Sejahat-jahat teman yang memaksa engkau bermuka-muka (menjilat) dan memaksa engkau minta maaf, atau selalu mencari alasan.”

٭ رُبَّمَا كُنْتَ مُسِيـْءـاً فأراكَ الاِحْساَنَ مِنْكَ صُحْبَتَكَ كمن هُوَ اَسْوَءُ حالاًمِنْكَ ٭

54. “Terkadang engkau berbuat kekeliruan [dosa], maka ditampakkan kepadamu sebagai kebaikan, oleh karena persahabatanmu kepada orang yang jauh lebih rendah akhlaknya [Iman] dari padamu.”

Bersahabat dengan yang lebih rendah budi pekerti (iman)-nya itu, sangat berbahaya, sebab persahabatan itu pengaruh mempengaruhi, percaya mempercayai, sehingga dengan demikian sulit sekali untuk dapat melihat atau mengoreksi kesalahan sahabat yang kita sayangi bahkan kesetiaan sahabat akan membela kita dalam kekeliruan, kesalahan dan dosa, yang dengan itu kamu pasti akan binasa karenanya. Sedang seseorang tidak dapat mengoreksi diri sendiri, kecuali dengan kacamata orang lain, tetapi jika justru kacamata orang lain itu pula mengelabui kita, maka bahayalah yang pasti menimpa kepada kita.

۞ Al Hikam ke 55 ۞

٭ ماَقـَلَّ عَملٌ بَرَزَ من قلْبٍ زاَهِدٍ ولاكَثـُرَ عملٌ بَرَزَ من قلبٍ رَاغِبٍ ٭

55. “Tidak dapat dianggap kecil/sedikit amal perbuatan yang dilakukan dengan hati yang zuhud, dan tidak dapat dianggap banyak amal yang dilakukan oleh seseorang yang cinta dunia.”

Kita telah diajarkan keluar dari alam kepada Pencipta alam, berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya. Kita diajar supaya memilih sahabat yang dapat membangkitkan semangat untuk berusaha pada jalan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan berbuat taat kebaikan kepada-Nya. Hikmah 55 ini memberi gambaran apakah hijrah rohani itu akan berhasil atau gagal. Alat untuk menilainya ialah dunia. Bagaimana kedudukan dunia di dalam hati akan mempengaruhi perjalanan kerohanian.

Ukuran amal itu menurut hati orang yang beramal, apabila amal itu dilakukan orang yang zuhud (hatinya tidak tergantung pada dunia), walaupun kelihatan sedikit akan tetapi hakikatnya banyak. Karena zahid itu amalnya bisa selamat dari penyakit yang menjadikan amalnya tertolak, seperti riya’ mencari kepentingan dunia, tidak karena Allah, dan lain-lain. Sebaliknya amal orang yang roghib (cinta/rakus dunia) amalnya tidak selamat dari penyakit-penyakit yang tersebut.

Ali bin Abi Thalib karramallah wajhah berkata: “Tumpahkan semua hasrat keinginanmu itu kepada usaha untuk diterimanya amal perbuatanmu, sebab tidak dapat dianggap kecil/sedikit amal perbuatan yang diterima oleh Allah.” Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: “Innamaa yataqobbalu llohu minal muttaqiina.” (Sesungguhnya Allah hanya menerima amal perbuatan dari orang yang bertakwa), ikhlas baginya, dan tepat menurut ajaran-Nya.”

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Dua rakaat yang dilakukan oleh seorang alim yang mengerti dan ikhlas (tidak tamak/rakus kepada dunia), lebih baik dari ibadah orang-orang ahli ibadah sepanjang masa tapi masih cinta dunia.”

Abu Sulaiman ad-Darony bertanya kepada Ma’ruf al-Karkhi: “Mengapakah orang-orang itu kuat taat sampai sedemikian rupa banyaknya?”

Jawabnya: “Karena mereka telah membersihkan hati mereka dari pada cinta dunia, andaikan masih ada sedikit cinta dunia, tidak akan di terima dari mereka amal perbuatan itu.”

Seorang shaleh mengeluh kepada Abu Abdillah al-Qurasyi, bahwa ia telah berbuat berbagai amal kebaikan, tetapi belum bisa merasakan kelezatan amal kebaikan itu dalam hatinya. Jawab Abu Abdullah al-Qurasyi: ”Karena engkau masih memelihara puteri iblis, yaitu kesenangan dunia, dan lazimnya seorang ayah itu selalu berziarah kepada puterinya.”

💌💌💕

📝 @ Terjemah Al Hikam Hikmah 53-55 🌠


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Salam Ramadhan Al-Kareem

 

MOHON SUMBANGAN IKHLAS BAGI MENJAYAKAN PROGRAM BERBUKA PUASA 1439H/2018M DI SELATAN KEMBOJA.

 

KELEBIHAN WAKAF DAN BERINFAQ HARTA JALAN ALLAH SWT.

 

Allah ta’aala menjanjikan kelebihan dan keutamaan di sebalik kedermawanan seseorang yang rajin berinfaq.

 

قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

 

“Katakanlah, “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya).” Dan apa sahaja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS Saba’ ayat 39)

 

Bahkan dalam sebuah hadis Nabi Muhammad SAW  menggambarkan keuntungan yang bakal diraih seseorang yang rajin berinfaq di pagi hari sekaligus kerugian yang bakal dideritanya bilamana ia tidak peduli berinfaq di pagi hari.

 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلَانِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا

وَيَقُولُ الْآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا (البخاري)

 

Tidak ada satu  subuh pun yang dialami hamba-hamba Allah kecuali turun kepada mereka dua malaikat.        Salah satu di antara keduanya berdoa: “Ya Allah, berilah ganti bagi orang yang berinfaq”, sedangkan yang satu lagi berdo’a “Ya Allah, berilah kerosakan bagi orang yang menahan (hartanya)” (HR Bukhary 5/270)

 

Jom berinfaq  dan berwaqaf  di Jalan Allah SWT melalui Ihya Assunnah Solution

Bantulah warga muslim Melayu Champa di pendalaman Selatan Kemboja, semoga dengan sumbangan tersebut membuat Allah SWT membuka pintu rezeki buat tuan dengan melimpah ruah in sya Allah.

 

Besarlah Harapan Kami Umat Islam Melayu Champa Di Selatan, Kemboja  Kepada Saudara-Saudari  Seagama Untuk Menderma  RM10 Bagi Menjayakan Program Berbuka Puasa di Markaz Umar Al-Khattab, Sihanoukville Dan Masjid-masjid di Selatan Kemboja Tahun 2018 M/1439H. Hulurkan sumbangan ikhlas anda melalui Ihya Assunnah Solution Maybank 553131011505 – Sumbangan Anda Lambang Kekuatan Pertalian Ukhuwah Islamiah Seaqidah Dan Lambang Ketinggian Iman Anugerah Allah SWT Yang Tidak Dapat Dinilai Oleh Makhluk Ciptaan Allah SWT. Hanya Allah SWT Sahaja Yang Mampu Membalas Setiap Sen Yang Anda Sumbangankan Di Jalan Nya.
Mohon hantar salinan slip bank in ke talian +6 0199576237(Ustaz Amin) http://ipkkelantan.wasap.my

atau emaikan ke ihyaassunnah68@gmail.com untuk direkod maklumat yang anda sumbangankan. Jazakumullahu Khairul Jaza’ Fiddunya WalAkhirah Ya Mujiibas Sailiin….

Sila kunjungi kami

https://muslimcambodiablog.wordpress.com/2017/12/29/asian-fondatiaon-for-education-and-development/

https://peribadirasulullah.wordpress.com/2018/02/03/melayu-champa-cambodia/

https://wordpress.com/post/peribadirasulullah.wordpress.com/46725

https://peribadirasulullah.wordpress.com/2018/03/03/ihya-assunnah-solution-menunaikan-amanah-warga-malaysia-di-sihanoukville-selatan-kemboja/

Pengenalan Ihya Assunnah Solution

https://www.youtube.com/watch?v=13Gi0MilEa0

Misi Menyampaikan Bantuan Ke Selatan Kemboja 2017

https://www.youtube.com/watch?v=64UO1RimxQI

Jutaan Terima Kasih Dan Ucapan Setinggi-tinggi Penghargaan Kepada Insan-Insan Mulia Yang Telah Menderma- Amanah Tuan-Puan Akan Kami Tunaikan – Semoga Amalan Kita Diterima Oleh Allah SWT… Amin Ya Allah, Terimalah Amalan Kami…..

Wahai Sahabat-Sahabtku, Kami meminta kepada kalian sedikit sumbangan dari kalian kerana kami dengar pesanan Allah SWT, bahawa pada harta kalian ada bahagian untuk kami iaitu zakat untuk fakir miskin dan ibnu sabil…

 

11 Kaedah Mendapat Keampunan Di Bulan Ramadhan

Photo

Kaedah Mendapat Keampunan Di Bulan Ramadhan:
1. Berpuasa dengan ikhlas.
2. Solat lima waktu secara berjemaah sepanjang Ramadhan.
3. Solat Terawih dengan ikhlas.
4. Banyakkan baca Qur’an
5. Banyakkan ibadah pada 10 malam terakhir.
6. Beriktikaf di masjid.
7. Banyakkan solat taubat, istighfar dan berzikir.
8. Segerakan berbuka dan lewatkan bersahur.
9. Banyakkan berdoa
10. Berazam untuk jadi “orang baru” (umat fitrah) selepas Ramadhan
11. Menjamu orang untuk berbuka/bersahur dan banyak bersedekah.
Moga Allah terima ibadah kita & berikan rahmat, keampunan & terhindar drp neraka. Aamiin, wassalam.