Arkib Kategori: Bahan Bacaan Agama Islam

5 TANDA ORANG BAIK DAN BIJAK

Photo

Penyucian Jiwa Bersama Ihya Assunnah Solution

*5 TANDA ORANG BAIK DAN BIJAK*

*1. Wajhu Mumbasyar (wajah yang senantiasa menggembirakan)*

*Bagi orang yang melihatnya.
Ia memiliki tampilan diri yang menyenangkan untuk dipandang, murah senyum, hangat percakapan, dan kehadirannya senantiasa dirindukan

*2. Lisanun Na’imah (Tutur bahasa yang indah)*

Ia memiliki bahasa yang indah meski sederhana, mudah dimengerti dan tidak membuat orang tersinggung.

*3. Qolbur Rahmah (Hati yang menyenangkan)*

Hati adalah cerminan sikap pribadi seseorang.
Rahmat yang ada pada dirinya senantiasa tercermin dalam sikap dan prilakunya dalam memberikan rahmat bagi sekitarnya.
Kehadirannya adalah memberi manfaat bukan memberi masalah dan gangguan, kata-kata yang terucap adalah faedah buat yang mendengarkannya.

*4. Shodrul Muftihah (lapang Dada)*

Jiwa ini adalah jiwa keterbukaan, kejujuran, berterus-terang, dan toleransi.
Sikap yang arif dalam menghadapi gembira dan sedih, bijaksana dalam mengambil keputusan adalah balutan jiwanya.

*5. Yadul Muftihah (tangan yang senantiasa terbuka)*

Ia selalu senang untuk membantu siapa saja apabila diminta, bahkan tanpa perlu dimintapun ia akan peka untuk membantunya.

Semoga kita senantiasa diberikan jiwa dan hati seperti para salafus sholeh dan a’lim ulama kita.

 

Kelebihan Membaca Surah  Al-Kahfi

Photo

 

Renungan Bersama Ihya Assunnah Solution

Kelebihan Membaca Surah
Al-Kahfi

Orang yang membaca surah al-Kahfi pada hari Jumaat, bawah kakinya akan bercahaya sehingga ke kolong langit. (Mafhum hadith)

Orang yang membaca/mengamalkan surah al-Kahfi juga akan terhindar dari fitnah Dajjal. (Mafhum hadith)

Ha, ini yang selalu disebut-sebut kan?

Persoalannya, apa yang hebat sangat dengan surah al-Kahfi ni sampai boleh lindungi kita dari Dajjal? Takkan baca je dah boleh terhindar? 🤔

Pernah terfikir kenapa?

Surah al-Kahfi mengandungi EMPAT kisah utama:

1) Pemuda gua (ashabul kahfi)
2) Pemilik kebun dan rakannya
3) Nabi Musa dan Khidir AS
4) Zulqarnain

Ramai tahu perkara ni tapi tak dapat nak relate dengan dajjal.

Betul tak?

So here we go 🙌

Setiap satu kisah ini mewakili satu fitnah (ujian) yang dahsyat:

Pemuda gua – Fitnah aqidah/iman
Pemilik kebun – Fitnah harta
Nabi Musa & Khidir – Fitnah ilmu
Zulqarnain – Fitnah kekuasaan

Guess what? 4 fitnah ni juga yang Dajjal akan bawa di akhir zaman nanti!

Dah mula nampak perkaitan surah al kahfi dengan dajjal?

Di sinilah relevannya baca surah al-Kahfi boleh menghindarkan diri dari fitnah Dajjal. Sebab surah ni bukan hanya brcerita, tapi bagi *solusinya* juga!

Bagaimana?

*Fitnah aqidah* – bersahabat dengan orang soleh. Para pemuda al-Kahfi saling membimbing satu sama lain. Mereka juga banyak mengingat akhirat

*Fitnah harta* – mengingatkan diri bahawa dunia tak kekal, rezeki dan kelebihan datang dengan izin Allah, dan banyak mengingati mati/akhirat.

*Fitnah ilmu* – kena tawadhu’/rendah diri. Walaupun Nabi Musa AS seorang rasul yang mulia, baginda tidak SOMBONGG untuk menuntut ilmu dari Khidir*

*Fitnah kekuasaan* – Kena tawadhu’ dan ikhlaskan diri, sebagaimana Zulqarnain seringkali mengingatkan dirinya bahawa kekuasaannya ialah dari Allah

*Tapi ada yang lagi mind blowing* 🙌🙌🙌

Di sebalik 4 kisah dan pengajaran ni, surah al-Kahfi mengandungi tema utama yang *lebih dahsyat* lagi.

Tema utama surah ini ialah *DAKWAH!*😱

Tak percaya? Hehe.

Bukankah para pemuda al-Kahfi *berdakwah* kepada sang penguasa yang zalim?

Bukankah si sahabat pemilik kebun menasihatinya agar bersyukur dan kembali kepada Allah? Bukankah itu *dakwah*?

Bukankah Nabi Khidir membimbing Nabi Musa, seorang murabbi mengajar anak muridnya selayaknya? Bukankah itu juga *dakwah*?

Dan bukankah Zulqarnain *berdakwah* kepada rakyat jelatanya, sepanjang pengembaraannya? ✨

Rupa-rupanya untuk selamat dari fitnah Dajjal, kita perlu *berdakwah*. And it makes complete sense!

Dengan *berdakwah* lah, kita dapat *menjaga diri* kita dan orang ramai dari fitnah-fitnah ini.

*Marilah kita mengajak manusia kepada amar makruf dan nahi mungkar* nak jadi umat yg terbaik? Ini lah cara nya. Perkataan yg paling Allah suka iaitu *ajak manusia kpd Nya.*

Aslih nafsak, wad’u ghairak! 🌹

Orait kita beralih ke fitnah dajjal.

Ada 4.

*Fitnah iman, harta, ilmu dan kuasa.*

Bagaimana?

*Fitnah Iman* :
Nanti Dajjal keluar, dia akan mengaku dia Tuhan. Dia tunjuk syurga neraka, hidupkan orang mati dan nacam-macam lagi.

*Fitnah Harta* :
Dia akan keluarkan semua khazanah muka bumi, untuk tarik manusia jadi pengikutnya.

*Fitnah Ilmu*:
Dia akan tunjuk benda-benda yang manusia tak pernah tahu. Dia akan buat benda yang selama ni manusia ingat mustahil.

*Fitnah Kuasa* :
Dan dia akan jadi makhluk yang paling berkuasa dan bermaharajalela di muka bumi (sebelum Nabi Isa turun membunuhnya).

So dah nampak tak *macam mana surah al-Kahfi boleh jaga dan lindungi kita dari fitnah Dajjal?* It makes sense right?

Jadi lepas ni, bila baca surah al-Kahfi, janganlah baca macam tu je. Baca, cuba faham maksud dan paling penting, cuba untuk amalkan!

Sebab semua fitnah Dajjal tu in a way dah ada pon zaman sekarang ni. Cuma taklah dalam skala dahsyat macam fitnah Dajjal.

Kalaulah baca dan amalkan al-Kahfi boleh lindungi kita dari bapak segala fitnah (Dajjal), dah tentu ia boleh lindungi kita dari fitnah fitnah lain!

Maka marilah kita istiqamah dan beriltizam membaca surah al-Kahfi setiap hari Jumaat, dan membaca al-Quran setiap hari. Moga ada barakahnya!

Ajak lah manusia kpd Allah..ada di antara manusia yg kita kenal atau tak kenal, sayangi lah manusia2 itu yg tak kenal Allah. Paling tidak pun doa kan mereka agar mereka akan sembah Allah sebelum mereka mati
Ada di antara org yg kita kenal atau tidak kenal itu pula ada yg sudah pun Islam, namun jauh dari agama, tidak mengamal kan agama.
*Ingat*, semua Nabi dan Rasul telah di hantar kpd manusia pada setiap zaman di seluruh dunia. Allah beri tugas kpd mereka adalah *berdakwah*. Dengan perantaraan dakwah, maka Allah bimbing manusia dgn *Hidayah*. Hari ini, manusia pelbagai bangsa di seluruh dunia ini adalah umat Muhammad s.a.w. dan umat ini mewarisi kerja Nabi tersebut. Dan kerja itu adalah ajak manusia kepada Allah swt. Kerja *Dakwah*. Kerja ini adalah misi Nabi kita kepada semua manusia, sampai lah kpd manusia yg terakhir lahir sebelum saat nya kiamat. 23 tahun Rasulullah s.a.w.tarbiyah sahabat2 baginda. Sahabat sahut dan hanya 10 000 sahaja sahabat di kebumikan di Madinah dan Makkah. Di beritakan ada 114 000 lagi para sahabat telah tinggal kan bumi Hijaz utk bawa manusia kepada Allah. Mereka faham tuntutan ini.
Berazam lah utk sahut dan sambut kerja ini di saat dunia ini telah tiba masa nya menyaksikan kehadiran dajjal dan solusi nya ialah buat kerja dakwah tetus menerus. Semoga roh surah Al Kahfi ada dlm jiwa setiap dari kita.

Wallahu a’lam.

 

15 Amalan Kecil Berpahala Besar

Photo

Beberapa amalan yang mudah dan ringan untuk dilakukan, namun besar pahalanya

1.Membaca : subhaanallaahi wa bihamdihi subhaanallaahil ‘adzim
“Dari Abu Hurairah, Nabi bersabda: “Ada dua kalimat yang dicintai oleh Allah, ringan di lisan, dan berat ditimbangan: (yaitu bacaan) subhaanallaahi wa bihamdihi subhaanallaahil ‘adzim [Mahasuci Allah dan dengan memujiNya, Mahasuci Allah Yang Mahaagung]” (HR. Al Bukhari)

2.Wudhu dengan sempurna dan membaca do’a
Dari Umar bin Khattab, Nabi bersabda: “Barangsiapa yang berwudhu dengan sempurna, kemudian selesai wudlu dia membaca: asyhadu allaa ilaha illallah wa anna muhammadan abdullahi wa rasuuluh [aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, dan bahwasanya Muhammad adalah hamba Allah dan RasulNya], maka akan dibukakan untuknya pintu surga yang jumlahnya delapan, dan dia boleh masuk dari pintu mana saja yang dia sukai.” (HR. Muslim)

3. Menghadiri shalat jumat di awal waktu, dengan memperhatikan adabnya.
Dari Aus bin Aus Ats Tsaqafi, bahwa Nabi bersabda: “Barangsiapa yang membasuh (kepalanya) dan mencuci (seluruh tubuhnya) di hari jum’at (mandi besar, ed.), lalu berangkat ke masjid pagi-pagi, dan dia mendapatkan khutbah dari awal, dia berjalan dan tidak naik kendaraan, dia mendekat ke khatib, konsentrasi mendengarkan khutbah dan tidak berbicara maka setiap langkahnya (dinilai) sebagaimana pahala puasa dan shalat malam selama setahun.” (HR. Abu Dawud, At tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban)

4. Shalat dhuha dua rakaat
“Dari Abu Dzar, Nabi bersabda: “Setiap ruas tulang kalian wajib disedekahi, setiap tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir bernilai sedekah, amar ma’ruf nahi munkar bernilai sedekah, dan semua kewajiban sedekah itu bisa ditutupi dengan dua rakaat shalat dhuha.” (HR. Muslim & Abu Dawud)

5. Berdzikir di masjid setelah shubuh.
Dari Anas bin Malik, Nabi bersabda: “Barangsiapa yang shalat subuh berjamaah, kemudian tetap duduk di masjid sampai terbit matahari, kemudian shalat dua rakaat maka dia mendapat pahala haji dan umrah, sempurna, sempurna.” (HR. At Tirmidzi)

6. Membaca Al Qur’an.
Dari Abdullah bin Mas’ud, Nabi bersabda: “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Qur’an maka dia mendapat satu pahala kebaikan. Dan setiap satu pahala itu dilipatkan menjadi 10 kali….” (HR. At Tirmidzi, At Thabrani)

7. Membaca dzikir ketika masuk pasar atau tempat keramaian.
Dari Abdillah bin Amr bin ‘Ash, Nabi bersabda: “Barangsiapa yang masuk pasar kemudian dia membaca: laa ilaha illallahu wahdahu laa syarikalahu lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yumiit wa huwa hayyun laa yamuutu, biyadihil khair, wa huwa ‘ala kulli syai’in qadiir [tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah tiada sekutu bagiNya, milikNyalah seluruh kerajaan. Dan milikNyalah seluruh pujian, Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Mahahidup dan tidak mati, di TanganNyalah segala kebaikan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu] maka Allah catat untuknya sejuta kebaikan, Allah hapuskan sejuta kesalahan, dan Allah angkat untuknya satu juta derajat.” (HR. At Tirmidzi, Al Hakim, Ad Darimi)

8. Shalat berjama’ah di masjid.
Dari Abu Umamah, Nabi bersabda: “Barangsiapa yang keluar dalam keadaan suci, menuju masjid untuk melaksanakan shalat jama’ah maka pahalanya seperti pahala seperti orang yang sedang haji dalam keadaan ihram.” (HR. Abu Dawud)

9. Berdzikir ketika terbangun dari tidur (nglilir -bhs. jawa)
Dari Ubadah bin Shamit, Nabi bersabda: “Barangsiapa yang terbangun (nglilir) ketika tidur malam kemudian dia membaca: laa ilaha illallahu wahdahu laa syarikalahu lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadiir. Alhamdulillah, wa subhanallah, wa laa ilaha illallah wallahu akbar wa laa haula wa laa quwwata illa billah [tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah semata tiada sekutu bagiNya, milikNyalah seluruh kerajaan, milkNyalah segala pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Segala puji milik Allah, Mahasuci Allah, tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, Allah Mahabesar. Tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah] kemudian dia beristighfar atau berdo’a maka akan dikabulkan. Jika dia berwudhu kemudian shalat dua rakaat maka shalatnya diterima.” (HR.Bukhari & Abu Dawud)

10. Shalat sunnah dua rakaat sebelum subuh.
“Dari ‘Aisyah, Nabi bersabda: “Dua rakaat sebelum subuh lebih baik dari pada dunia dan seisinya.” (HR. Muslim)

11.Membaca shalawat.
Dari Abu Hurairah, Nabi bersabda: “Barangsiapa yang membaca shalawat untukku sekali, maka Allah akan memberikan shalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim)

“Barangsiapa yang membaca shalawat untukku sekali, maka Allah akan memberikan shalawat kepadanya sepuluh kali, dihapuskan sepuluh kesalahan, dan diangkat sepuluh derajat.” (HR. An Nasa’i)

12. Menjawab adzan dan membaca do’a setelah adzan.
Dari Jabir bin Abdillah, Nabi bersabda: “Barangsiapa yang mendengarkan adzan kemudian dia membaca do’a: Allahumma rabba hadzihid da’watittammah washshalatil qa’imah, ati muhammadanil wasilata wal fadhilah wab’ats-hu maqamam mahmudanilladzi wa’adtahu [Ya Allah, Rabb pemilik panggilan yang sempurna dan shalat wajib yang ditegakkan, berikanlah kepada Muhammad wasilah dan fadhilah. Bangkitkanlah beliau ke tempat terpuji yang telah Engkau janjikan kepadanya.] maka dia berhak mendapat syafaatku pada hari kiamat.” (HR. Bukhari)

13. Membaca dzikir setiap pagi dan sore. Diantara dzikir yang disyariatkan adalah membaca : ‘subahanallah wa bihamdihi‘’
Dari Abu Hurairah …, Nabi bersabda: “Barangsiapa di waktu pagi dan sore membaca: ‘subahanallah wa bihamdihi‘ seratus kali maka tidak ada seorang pun yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala yang lebih baik dari pahala yang dia bawa, kecuali orang yang membaca seperti yang dia baca atau lebih banyak.” (HR. Muslim)

14. Mengajak orang lain untuk melakukan kebaikan
Dari Abu Hurairah, Nabi bersabda: “Barangsiapa yang mengajak kepada kebaikan maka dia mendapatkan pahala sebagaimana pahala orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Dan barangsiapa yang mengajak orang lain untuk melakukan kesesatan dan maksiat maka dia mendapat dosa sebagaimana dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.” (HR. Muslim)

15. Beristighfar.
Dari Ibn Abbas, Nabi bersabda:
“Barangsiapa yang rajin beristighfar maka Allah akan berikan jalan keluar setiap ada kesulitan, Allah berikan penyelesaian setiap mengalami masalah, dan Allah berikan rizki yang tidak disangka-sangka.” (HR. Abu Dawud, hasan lighairihi)

Selamat mengamalkan.

EMPAT GOLONGAN MINTA HARI KIAMAT DITANGGUHKAN

EMPAT ORANG YANG KELAK MINTA TANGGUH PADA HARI KIAMAT

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan: “Rasulallah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Ada empat golongan, kelak pada hari kiamat  akan berhujah dan minta ditangguhkan perkaranya. Orang tuli yang tidak bisa mendengar apapun, orang pandir, orang pikun, dan yang  terakhir orang yang hidup pada masa-masa kekosongan tidak ada rasul.
Adapun orang yang tuli, maka ia membela dirinya dengan mengatakan: “Ya Rabb, sungguh Islam telah datang, namun diriku tidak mendengar apapun tentangnya”.

Sedangkan orang yang pandir, mengatakan: “Ya Rabb, Islam telah datang, akan tetapi saya tidak mengerti sama sekali, sedangkan anak-anak kecil melempariku dengan kotoran hewan”.

Orang yang pikun membela dan berkata: “Ya Rabb, Islam datang, namun saya tidak mengerti sama sekali”. Adapun orang yang meninggal pada masa-masa fatroh (tidak ada Nabi maupun Rasul), maka ia mengatakan: “Ya Rabb, Engkau tidak pernah mengutus padaku seorang rasul”.

Maka setelah itu mereka semua diambil sumpahnya agar mentaati -Nya dan diutus pada mereka yang menyuruh agar semuanya masuk ke dalam api. Barangsiapa yang memasukinya maka rasa dingin dan keselamatan yang ia peroleh, dan barangsiapa yang enggan memasukinya maka ia ditarik darinya”.

Hadits ini Shahih, dikeluarkan oleh Imam Ahmad, al-Bazzar, Ibnu Abi ‘Ashim di dalam kitabnya ‘as-Sunnah’, dan al-Baihaqi di dalam ‘al-I’tiqad’, semuanya dari Abu Hurairah dan dari al-Aswad bin Sura’i.
Al-Baihaqi mengatakan: “Sanadnya Shahih”.

Oleh: Syaikh Abu Ishaq al-Huwaini al-Atsari [Diterjemahkan Abu Umamah Arif Hidayatullah melalui IslamHouse.com]

Artikel www.KisahMuslim.com

Read more http://kisahmuslim.com/3714-kisah-golongan-yang-minta-tangguh-di-hari-kiamat.html