Arkib Kategori: Dunia Islam

4 Kategori Muslim Menurut Dunia Barat

https://www.youtube.com/watch?v=k6B7H67L4kU

 

4 KATEGORI MUSLIM MENURUT DUNIA BARAT

Melihat video Ust. Khalid Yasin ini, saya cuma bisa ngangguk-ngangguk. I couldn’t agree more with him. Begitu sesuai apa yang beliau bahas dengan apa yang saya amati, terutama di negeri ini. Beliau membahas tentang sebuah report yang dibuat di Amerika yang mengkategorikan muslim menjadi 4 kategori. After some research, ternyata yang dimaksud oleh beliau adalah report dari RAND Corporation, National Security Research Division, by Cherly Benard, berjudul “Civil Democratic Islam“, dan juga report berjudul “Building Moderate Muslim Networks“.

Saya akan coba terjemahkan dan adaptasi video Ust. Khalid Yasin dibawah ke bentuk tulisan sebagai berikut:

Wahai para muslim…
Saya akan memberitahu anda sesuatu yang perlu kita semua ketahui. Ada sebuah report yang dibuat di Amerika, yang saat ini digunakan oleh hampir seluruh pemerintah negara-negara di seluruh dunia, yang digunakan sebagai acuan, referensi dan parameter untuk men-judge muslim. Mengevaluasi muslim. Mendiagnosis muslim. Dan saya akan bacakan apa kata mereka, tentang kita.

Mereka, non-muslim yang mengatakan dirinya expert, telah mengkategorikan kita, berdasarkan kecenderungan dan sikap politik, menjadi beberapa kategori. Mereka mengatakan, muslim di dunia pada dasarnya ada 4 jenis. Mereka sedang membahas tentang Thaifiyah (kefanatikan kepada kelompok tertentu). Empat jenis itu yaitu Fundamentalis, Traditionalis, Modernis, dan Sekularis. Saya akan menjelaskan terminologi tersebut untuk anda.

Fundamentalis yaitu orang-orang yang mengatakan, “Kami ingin kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah. Kami ingin menegakkan aturan yang ada di dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Kami ingin mengikuti 3 generasi pertama Islam. Kami tidak ingin bid’ah. Kami tidak ingin ghuluw (melampaui batas / berlebih-lebihan). Kami ingin Al-Qur’an dan Sunnah yang mendasari hidup dan setiap tindakan kami. Titik!” . Mereka menyebut kita, yang mengatakan seperti itu, sebagai Fundamentalis. Padahal di dalam Islam kita tidak mengenal adanya fundamentalisme.

Lalu ada Tradisionalis, yaitu orang-orang yang juga mengatakan kami mengikuti Al-Qur’an dan Sunnah, namun mereka berpegang pada tradisi klasik tertentu. Mereka mengatakan, “Kami Wahabi”. Mereka mengatakan, “Kami Hanafi”. Mereka mengatakan, “Kami Syi’ah”. Mereka mengatakan, “Kami Hambali”. Mereka mengatakan, “Kami Syafi’i”. Mereka mengatakan, “Kami Maliki”. Walaupun, empat orang tersebut, Ahmad Bin Hambal, Imam Syafi’i, Abu Hanifah, Imam Malik, Rahimahumullah, mereka adalah bapak kita, ulama kita, mereka adalah mujtahidin Islam dan orang-orang terbaik yang menyampaikan dalil kepada kita, dari generasi sebelumnya. Tak perlu diragukan lagi. Namun, following them blindy, mengikuti mereka secara buta sebagai tradisi, sehingga tidak mau bersatu dengan yang lain, kecuali dengan golongannya yang sama, yang juga mengikuti secara buta, adalah apa yang mereka katakan sebagai kategori Tradisionalis.

Kemudian ada Modernis, yaitu mereka yang ingin membuat interpretasi baru Al-Qur’an, ingin membuat interpretasi baru Sunnah, mereka ingin membuat interpretasi baru Islam. Bahkan mereka adalah orang-orang yang ingin menggabungkan semua agama bersama-sama, untuk mendapatkan apa yang mereka sebut peaceful co-existence (kedamaian bersama). Mereka adalah orang-orang yang menyebut diri mereka Wahdatul Adyaan. Mereka ingin menggabungkan semua agama, dengan respek, berjalan bersama, menghadapi tantangan bersama. Inilah Wahdatul Adyaan, ingin membuat Islam terlihat bagus. Satu agama dunia. Dan saya penasaran entah siapa yang akan menjadi pemimpin satu agama dunia ini.

Namun siapapun, di antara muslim, yang seperti ini, mereka telah melenceng dan bergabung dengan musuh-musuh Islam. Tak peduli seberapa tinggi intelektual mereka. Tak peduli seberapa tulusnya mereka. Tak peduli seberapa berpendidikannya mereka. Mereka telah bergabung dengan kemah musuh-musuh Allah Subhanahuwata’ala. Dengan bertindak seperti itu, mereka pada dasarnya telah mengatakan bahwa Allah tidak memberikan kepada kita al-haqq (kebenaran). Mengatakan bahwa agama Al-Qur’an dan Sunnah, loyalitas kepada muslim, pelepasan diri terhadap orang kafir, itu tidak ada di dalam Islam. Mengatakan bahwa kami bisa akur dan senang dengan siapa saja yang mau akur dan senang dengan kami.

[Ust. Khalid Yasin dalam video ini tidak membahas kategori ke-4, yaitu Sekularis. Pada dokumen Report RAND Corp dijelaskan bahwa Sekularis adalah orang-orang yang menginginkan dunia Islam dapat menerima paham sekular dengan cara seperti yang dilakukan negara-negara Barat dimana agama dibatasi pada lingkup pribadi saja.]

Wahai para muslim…
Report ini bukan hanya mengulas ciri-ciri masing-masing kategori, tetapi juga mengulas ‘formula’ yang bisa digunakan untuk menghadapi masing-masing kategori. Dan bagaimana caranya untuk menciptakan permusuhan di antara masing-masing kategori. Mereka telah menyimpulkan bahwa untuk menghindari ancaman terbesar bagi peradaban Barat dan keberlangsungan dominasi budaya Barat, penting untuk memastikan bahwa muslim tidak akan pernah menegakkan kembali identitas globalnya. Dan memastikan tidak ada peluang dan kemampuan sedikit pun, sampai kapan pun, bagi muslim untuk menegakkan kembali Khilafah. Ini ada di dalam protokol mereka. Ini lah yang harus kita pahami.

Lalu ada pengkategorian berikutnya yang lebih tersembunyi. Yang kebanyakan muslim tidak akan tahu. Sehingga mereka mengatakan, bahwa ini lebih sulit untuk dikenali dan dihadapi. Mereka mengatakan, “Muslim di dunia terbagi menjadi beberapa kelompok sosio-politik, yaitu Asia, Arab, Afrika, daerah-daerah timur jauh, timur dekat, Eropa, Amerika, Australia, Slavic, Rusia dan Amerika Selatan. Target kami yaitu untuk mempolarisasi kelompok-kelompok etnis ini, yaitu mencegah kelompok etnis ini bergabung satu sama lain, serta mengeksploitasi perbedaan budaya mereka. Dengan cara ini kami bisa memaksimalkan agenda global kami. Dan kami bisa meminimalisir setiap ancaman global dari mereka”.

Subhaanallah… Lihat betapa jelas mereka. Betapa berani nya mereka. Dan lihat betapa akuratnya deksripsi mereka.

Mengapa mereka begitu fobia dengan Islam?
Karena Islam sedang menaklukkan budaya mereka, lifestyle mereka. Jumlah orang yang menerima Islam di dunia Barat semakin banyak dan tumbuh makin pesat.

Perhatikanlah statement dari George Bernard Shaw berikut (Western Analyst and Play Writer):

If any religion has a chance of conquering Britain and the whole of Europe within the next hundred years, that religion is Islam.” (Jika ada sebuah agama yang memiliki peluang untuk menaklukkan Inggris Raya dan seluruh Eropa dalam 100 tahun ke depan, agama itu adalah Islam)
Sir George Bernard Shaw in ‘The Genuine Islam,’ Vol. 1, No. 8, 1936

Lalu statement dari Napoleon seperti dikutip dari Christian Cherfils, ‘Bonaparte et Islam‘, Pedone Ed., Paris, France, 1914, pp. 105, 125:

I hope the time is not far off when I shall be able to unite all the wise and educated men of all the countries and establish a uniform regime based on the principles of Qur’an which alone are true and which alone can lead men to happiness.” (Aku berharap tak jauh waktunya hingga aku bisa menyatukan semua orang bijak dan berpendidikan dari seluruh negara dan menegakkan kekuasaan yang seragam berdasarkan prinsip Qur’an, yang benar dan bisa memandu manusia ke dalam kebahagiaan.)

Melihat dan membaca semua ini, saya makin paham dengan apa yang sedang terjadi di negeri ini.
Semoga Allah menyatukan umat ini.

“Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, …” [Ali ‘Imran: 103]

“Sesungguhnya orang-orang yang memecah-belah agamanya dan mereka menjadi (terpecah) dalam golongan-golongan, sedikit pun bukan tanggung jawabmu (Muhammad) atas mereka. Sesungguhnya urusan mereka (terserah) kepada Allah. Kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.” [Al-An’am: 159]

Ref:
Civil Democratic Islam – Partners, Resources, and Strategies, Cheryl Benard, RAND National Security Research Division

Building Moderate Muslim Networks, Angel Rabasa, Cheryl Benard, Lowell H. Schwartz, Peter Sickle, RAND Center for Middle East Public Policy

4 Kategori Muslim Menurut Dunia Barat

https://wordpress.com/read/blogs/147834164/posts/119

Advertisements

Ghouta Neraka Terbaru Di Bumi Syria

Photo

Inilah neraka baru setelah Allepo yang diciptakan rezim Bashar Al Assad.Serangan udara dan darat terus dilancarkan sejak Minggu,18 Februari di sejumlah titik kota Ghuota Timur,dekat ibukota

Photo

Photo

Ghouta berdarah-darah….konflik di Syiria yang telah menelan ribuan nyawa melayang karena sejak 2011 lalu. Berbagai kepentingan menjadi satu dalam perang ini. Baik kepentingan dari dalam negeri maupun pihak asing semakin membuat suasana tak terkendali.

Ghouta timur,sebuah propinsi didekat Damaskus sebagai kantung oposisi militan pemberontak yang melawan pemerintah Bashar al Assad…kondisinya terkepung dan mencekam.Hujan bom dan rudal terus membombardir wilayah itu. Genangan darah dan kepulan asap hitam menyelimuti langit Ghuota.Nyaris mati dan lumpuh seluruh aktifitas warga sipil.

Dalam literatur Islam, negeri Syria/ Suriah mendapat julukan Negeri Syam, memang sudah mendapat keberkahan sejak awal. Bahkan, negeri ini secara khusus disebut Allah dalam Alquran bahkan memberkatinya.

“Dan telah Kami tundukkan untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri (Syam) yang Kami telah memberkatinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu(QS: al-Anbiyaa’/21:81)

“Dan kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri (Syam) yang Kami limpahkan berkat kepadanya, beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan. Berjalanlah kamu di kota-kota itu pada malam dan siang hari dengan aman(QS: Sabaa’/34:18)

Nabi Muhammad juga menjelaskan tentang keberkahan Syam kepada para sahabat. Saat itu Nabi membacakan QS. Al-Mu’minun: 50
“Dan kami tempatkan mereka di dataran tinggi yang mendatar dan yang menyimpan air” (QS. Al-Mu’minun: 50)

Rasulullah kemudian bertanya kepada sahabat “Apakah kalian mengetahui dimana tempat itu?” Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Beliau melanjutkan, “Tempat itu di negeri Syam, bumi yang dinamakan Ghuthah, di sebuah kota yang disebut Damaskus. Ia adalah kota yang terbaik di negeri Syam.” (HR. Tamam Rozi no. 915)

Nabi Muhammad mengatakan bahwa Ghautha nantinya akan menjadi tempat perkemahan Muslim saat terjadi perang. Ini jelas menginformasikan kepada kita bahwa Nabi Muhammad mengetahui Rahasia Allah akan terjadinya perang di negeri yang dicintainya ini.

“Perkemahan kaum Muslimin pada saat terjadinya malhamah (perang besar) adalah Gauthah, disamping Damaskus. (HR Ibnu Majah, Al Hakim dan Ibnu Asakir)

“Para sahabat menyebutkan tiga militer terkuat; Syam (Suriah), Yaman, dan Irak. Kepada Nabi, para sahabat bertanya, “Manakah yang paling kuat?”
“Rupanya, Nabi yang mulia memilih Syam (Suriah). Syam menjadi tanah yang terpilih, orang yang berada di sana pun terpilih. “Sesungguhnya Allah mempercayakan Syam kepadaku dan warganya(lbnu Qudamah al Maqdisi -Al Mughni)

Nabi mengatakan Alaikum bi Syam, pilihlah negeri Syam…dari 3 tempat ini. Dengan demikian, Syam menjadi negeri yang paling istimewa dari ketiganya. Pada akhir zaman, mujahid muslimin di negeri Syam adalah mujahid terkuat yang akan dimiliki.

Di antara pihak yang bertikai, siapakah yang paling nyata memperjuangkan Islam dan kaum Muslimin? Semoga Allah selalu menjaga mujahid-mujahid Negeri Syam dan memberikan kemenangan kepada mereka yang benar-benar berjuang dan bertahan demi Islam.

Tiada kata yang bisa menggambarkan kondisi Ghuota saat ini…Ketika seorang ibu berada dalam dilema dua doa.Mendoakan anaknya selamat dan hidup menderita dibawah hujan rudal….atau mendoakannya mati dan damai dialam keabadian.

Syiria adalah pintu gerbang perang akhir zaman.Terjawab rahasia Rasulullah mewajibkan umat belajar dan mengajarkan renang..memanah ..dan berkuda..sebagaimana terjawab tujuan Yahudi membuai generasi muda islam dengan game,ponsel dan olahraga yang tidak ada hubungannya dengan ketangkasan
Terjawab pula negara-negara yang telah Allah persiapkan menghadapi perang akhir zaman.
Mereka saat ini tengah ditempa agar kuat dan tangguh .

Apakah Islam Disebarkan dengan Pedang?

Photo

Bismillah…

Apakah Islam Disebarkan dengan Pedang?

Pertanyaan:

Bagaimana mungkin Islam disebut agama damai sementara Islam disebarkan dengan pedang?

Jawaban:

Ini adalah argumen yang sering diajukan sebagian non-Muslim. Mereka berkata bahwa Islam tidak akan memiliki jutaan pengikut di seluruh dunia jika tidak disebarkan dengan kekerasan. Dengan begitu saya akan menjelaskan bahwa tuduhan ini salah dan Islam tidak disebarkan oleh pedang. Banyak orang masuk Islam karena ajaran Islam adalah kebenaran, masuk akal, dan logis. Hal inilah yang menyebabkan ajaran Islam menyebar dengan cepat.

1. Islam berarti damai.
Islam berasal dari akar kata ‘salaam’, yang berarti damai. Kata ini juga berarti “menundukkan kehendak kepada Allah (swt).” Jadi Islam adalah agama damai, yang diperoleh dengan menundukkan kehendak kita kepada ketetapan Sang Pencipta Agung, Allah (swt).

2. Kadang-kadang kekerasan harus digunakan untuk menjaga perdamaian.
Tidak semua manusia di dunia ini yang senang dengan perdamaian dan harmoni. Ada banyak orang yang mengganggu berlangsungnya perdamaian demi kepentingan mereka sendiri. Kadang-kadang kekerasan harus digunakan untuk menjaga perdamaian. Dan karena alasan inilah kita memiliki polisi yang menggunakan kekerasan terhadap penjahat dan elemen anti-sosial untuk menjaga perdamaian di negara kita. Islam mengajarkan perdamaian. Namun pada saat yang sama, Islam mengajarkan penganutnya untuk melawan ketika ada penindasan. Perang melawan penindasan terkadang memerlukan penggunaan kekerasan. Dalam Islam kekerasan hanya dapat digunakan untuk memelihara perdamaian dan keadilan.

3. Pendapat sejarawan De Lacy O’Leary.
Jawaban terbaik untuk kesalahpahaman bahwa Islam disebarkan oleh pedang diberikan oleh sejarawan bernama De Lacy O’Leary dalam bukunya “Islam At The Cross Road” (Halaman 8):

“Sejarah membuatnya jelas, bahwa legenda tentang Muslim fanatik yang melakukan kekerasan di seluruh dunia dan memaksa orang untuk masuk Islam dengan hunusan pedang ketika menaklukkan bangsa-bangsa lain adalah salah satu mitos yang paling fantastis dan tidak masuk akal yang seringkali diulang-ulang para sejarawan.”

4. Muslim memerintah Spanyol selama 800 tahun.
Muslim menguasai Spanyol sekitar 800 tahun. Umat Muslim di Spanyol tidak pernah menggunakan pedang untuk memaksa orang lain masuk Islam. Kemudian Tentara Salib Kristen datang ke Spanyol dan membantai umat Muslim. Tidak ada seorang Muslim pun di Spanyol yang diizinkan menyerukan adzan ketika umat Kristen menguasai Spanyol.

5. 14 juta orang Arab Beragama Kristen Koptik.
Muslim menjadi penguasa tanah Arab selama 1.400 tahun. Selama beberapa tahun Inggris juga pernah berkuasa, dan selama beberapa tahun Perancis berkuasa. Namun secara keseluruhan, Muslim memerintah Arab selama 1.400 tahun. Dan di zaman sekarang, ada 14 juta orang Arab beragama Kristen Koptik, yaitu mereka yang sudah beragama Kristen secara turun-temurun. Jika umat Muslim menggunakan kekerasan disana, maka tidak akan ada satu pun orang Arab di zaman sekarang yang beragama Kristen.

6. Lebih dari 80% non-Muslim di India.
Umat Muslim menguasai India selama sekitar seribu tahun. Jika mereka mau, mereka punya kekuatan untuk mengubah setiap non-Muslim di India menjadi pemeluk Islam. Saat ini lebih dari 80% penduduk India adalah non-Muslim. Semua penduduk non-Muslim India di zaman sekarang menjadi saksi bahwa Islam tidak disebarkan oleh pedang.

7. Indonesia dan Malaysia.
Indonesia merupakan negara yang memiliki jumlah maksimum Muslim di dunia. Sebagian besar penduduk Malaysia adalah Muslim. Umat Muslim di Indonesia dan Malaysia hidup dengan damai berdampingan dengan non-Muslim.

8. Pantai Timur Afrika.
Demikian juga, Islam telah menyebar dengan cepat di Pantai Timur Afrika. Dengan begitu timbul pertanyaan, jika memang Islam disebarkan oleh pedang, “Tentara Muslim manakah yang pergi ke Pantai Timur Afrika?”

9. Thomas Carlyle.
Sejarawan terkenal, Thomas Carlyle, dalam bukunya “Heroes and Hero Worship”, menuliskan tentang kesalahpahaman pada penyebaran Islam: “Memang dengan pedang, tapi dimana Anda akan mendapatkan pedang Anda? Karena untuk setiap gagasan baru, berawal dari satu orang saja. Dalam pikirannya sendiri. Hanya disanalah gagasan itu bersemayam. Hanya satu orang saja dari seluruh dunia yang mempercayainya, satu orang melawan seluruh manusia. Jika ia mengambil pedang dan mencoba untuk menyebarkan gagasannya dengan pedang tersebut, hal itu tidak akan berhasil baginya. Anda harus mendapatkan pedang Anda! Secara keseluruhan, gagasan anda akan tersebar sendiri sebisanya.”

10. Tidak ada paksaan dalam agama.
Dengan pedang apa Islam menyebar? Bahkan jika umat Islam mempunyai pedang, mereka tidak bisa menggunakannya untuk menyebarkan Islam karena Al-Qur’an berfirman dalam ayat berikut:

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat.” [Qs. 2: 256]

11. Pedang Akal.
Inilah adalah pedang intelektual. Pedang yang menaklukkan hati dan pikiran orang-orang. Al-Qur’an berfirman dalam Surah Nahl[16]: 125:

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” [Qs. 16: 125]

12. Berkembangnya agama-agama dunia pada 1934-1984.
Sebuah artikel di Reader Digest ‘Almanac’ tahun 1986, menuliskan persentase perkembangan agama-agama besar di dunia dari tahun 1934 sampai 1984. Artikel ini juga muncul di majalah ‘The Plain Truth’. Yang paling cepat perkembangannya adalah Islam, yang meningkat sebesar 235%, dan Kristen hanya meningkat sebesar 47%. Yang jadi pertanyaan, perang apakah yang terjadi di abad ini yang membuat jutaan orang masuk Islam?

13. Islam adalah agama yang paling cepat berkembang di Amerika dan Eropa.
Di zaman sekarang, agama yang paling cepat berkembang di Amerika adalah Islam. Agama yang paling cepat berkembang di Eropa dalam Islam. Pedang apakah yang memaksa orang-orang di Barat untuk berbondong-bondong menerima Islam seperti itu?

14. Dr Joseph Adam Pearson.
Dr Joseph Adam Pearson mengatakan, “Orang-orang yang khawatir bahwa senjata nuklir suatu hari nanti akan jatuh di tangan orang-orang Arab, gagal menyadari bahwa bom Islam telah dijatuhkan pada hari MUHAMMAD s.a.w lahir.”

Sumber: irf.net

YouTube Channel:youtube.com/c/LampuIslam
Facebook Page: facebook.com/LampuIslam

128 Negara Tolak Keputusan Trump

128 Negara Tolak Putusan Trump, Tokoh Islam: Banyak Negara Sadar Yahudi Serakah

128 Negara Tolak Putusan Trump, Tokoh Islam: Banyak Negara Sadar Yahudi Serakah

JAKARTA (voa-islam.com)- Digelarnya majelis umum PBB kemarin menandakan dengan jelas bahwa negara-negara (120-an) tidak sepaham dengan keputusan Presiden Amerika Donald Trump yang menyebutkan bahwa Yerusalem adalah Ibu Kota Israel. Dan menurut salah satu tokoh Islam Indonesia, dengan hasil di majelis PBB tersebut sudah menandakan kesadaran akan banyaknya negara atas Palestina di mata Amerika.

“Sebanyak 128 negara dunia tolak penetapan Jerusalem jadi Ibu Kota negara Yahudi oleh AS. PBB batalkan keputusan AS. Ternyata banyak negara sadar atas keserakahan negara Yahudi,” tulis ustadz Tengku Zulkarnain di akun Twitter pribadi miliknya, Jum’at (22/12/2017).

Untuk Indonesia sendiri menolak ucapan Trump tersebut. Namun demikian, ada saja masyarakat Indonesia yang bisa jadi mendukung ucapan Trump tersebut. Atas dukungannya tersebut, ustadz Tengku menyebut bahwa orang ini diragukan jiwa Pancasila-nya.

“Aneh. Di NKRI malah banyak ‘antek’ yang membelanya. Apa mereka benar ber-pancasila dan UUD 45, ya?” Sebelumnya, dalam majelis umum PBB, ratusan negara menolak keputusan Trump tersebut.

Hanya sembilan negara yang menolak, di antaranya Amerika dan Israel. Ada pula yang abstain. Resolusi di majelis umum PBB tersebut mutlak tidak sependapat dengan Trump. 35 negara abstain. Majelis umum PBB dilaksanakan pada hari Kamis (21/12/2017). (Robi/voa-islam.com)

 

https://web.facebook.com/abel.rendy.142/videos/130167164439239/

Alhamdulillah!!! AS Kalah Telak, 128 Negara Anggota PBB Tolak Keputusan AS Dan PBB Batalkan Yerusalem Sebagai Ibukota Israel.

Majelis umum PBB menggelar sidang darurat terkait keputusan Donald Trump yg mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel pada Kamis 21 Desember 2017.

Hasil voting Majelis Umum PBB menunjukkan Sebanyak 128 negara menolak dan 9 negara mendukung pengakuan Yerusalem. Sementara 35 negara lainnya memilih abstain. Dengan hasil ini, pengakuan Presiden Donald Trump terhadap Yerusalem sebagai Ibukota Israel batal dan tdk berlaku lagi seperti dikutip dari USA Today, Kamis (21/12/2017)

Sebanyak 193 negara anggota Majelis Umum PBB melakukan pungutan suara atas resolusi yg menolak atas keputusan Presiden AS Donald Trump utk mengakui Yerusalem sebagai ibukota lsrael pada 6 Desember lalu.

Sebelumnya, langkah mundur Presiden Trump telah mengundang kecaman dari seluruh dunia dan Muslim bahkan sekutu AS pun mulai menentang tindakan atau klaim sepihak AS tersebut.

Dari 193 anggota, sembilan negara yg menolak resolusi tersebut yaitu: Israel, Honduras, Togo, AS, Palau, Kepulauan Mashall, Mikronesia, Nauru, dan Guatemala.

Sementara dua pertiga negara anggota PBB termasuk. Jerman, Perancis, ltalia, Belanda, Belgia, Portugal, Swiss, Swedia, Norwegia, Spanyol dan Yunani memilih utk mendukung resolusi tersebut. Kali ini, berbeda dengan di Dewan Keamanan PBB. AS tdk memiliki hak Veto di Majelis Umum ini.

Hukum internasional memandang Tebing Barat termasuk Yerusalem Timur sebagai “Wilayah yg diduki” dan menganggap semua pemukiman Yahudi yg dibangun diwilayah tersebut sebagai ilegal.

Resolusi tersebut juga menegaskan bahwa isu mengenai status akhir Yerusalem harus di selesaikan melalui negosiasi sesuai dengan resolusi PBB yg releven dan menyatakan bahwa keputusan yg mengubah status kota tersebut batal demi hukum.

AS juga kalah dlm pemugutan suara di Dewan Keamanan PBB terkait draf resolusi soal Yerusalem. Seperti dilaporkan The Guardian, Selasa, dari 15 anggota DK PBB, 14 negara menyatakan setuju pernyataan Donald Trump soal Yerusalem harus ditarik balik.

Merespon hasil voting tersebut, Dubes AS utk PBB Nikki Haley marah. Dia mengambarkan hasil voting tersebut sebagai sebuah penghinaan. Dia menegaskan bahwa AS punya hak utk menempatkan kedubesnya dimana pun.

Palestina menyambut gembira resolusi Majelis Umum PBB ini. “(Hasil) pungutan suara ini adalah kemenangan bagi Palestina” Kata Nabil Abu Rdainal, juru bica Presiden Palestina Mahmud Abbas, seperti dikutip Reutrers.

Adapun Duta Besar Palestina utk PBB, Riyad Mansour, menyebut hasil pemungutan suara 128 berbanding 9 ini merupakan kemunduran besar bagi Amerika Serikat.

Sementara itu, Menteri luar Turki Mevlut Cavusoglu berkata, masyarakat antarabangsa menunjukkan dlm Majelis undian PBB terkait isu Baitulmaqdis “Maruah dan kedaulatan bukan untuk di jual”

https://web.facebook.com/abel.rendy.142/videos/130167164439239/