Kelebihan Mengunjungi Orang Sakit

Image may contain: plant, flower and text

Bimbingan Agama Bersama Ihya Assunnah Solution

*** KITAB RIYAADHUSSHOLIHIIN ***
Karya ahlul hadiits Imam An Nawawi.
(631 H – 676 H).

*Bab 144 :*
*Kitab Perihal Mengunjungi Orang Sakit, Mengantarkan jenazah dan Menshalatinya, Menghadhiri Pemakamannya, Berdiam Sementara Di Sisi Kuburnya Sesudah Ditanamkan.*

*بسم الله الرحمن الرحيم*

891. Dari al-Bara’ bin ‘Azib radhiallahu ‘anhuma, katanya: “Rasulullah s.a.w. memerintahkan kepada kita supaya mengunjungi / menengok orang sakit, mengikuti janazah yang akan dibawa ke kubur, mentasymitkan orang yang bersin
-yakni mendoakan supaya ia mem-peroleh rahmat Allah dengan ucapan: Yarhamukallah kalau orang yang bersin itu mengucapkan: Alhamdulillah setelah bersin, melaksanakan sumpah, menolong orang yang dianiaya, mengabulkan undangan orang yang mengundang, dan menyebarkan salam.”
(Muttafaq ‘alaih).

892. Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Hak seorang Muslim atas Muslim lainnya ada lima perkara, yaitu ;
menjawab salam, menengok orang sakit, mengiringi janazah yang akan dimakamkan, mengabulkan dan mendatangi undangan, dan mentasymitkan orang yang bersin.”
(Muttafaq ‘alaih).

893. Dari Abu Hurairah r.a. pula, katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya Allah ‘Azzawajalla akan berfirman nanti pada hari kiamat:
“Hai anak Adam
-yakni manusia-, Aku sakit, tetapi engkau tidak mau
mengunjungiKu.” Manusia berkata: “Ya Tuhanku, bagaimanakah saya dapat mengunjungiMu, sedangkan Engkau adalah Tuhan yang menguasai seluruh alam ini?”
Allah berfirman: “Apakah engkau tidak mengetahui bahwa seorang hambaKu, si Fulan itu sakit, tetapi engkau tidak mau menjenguknya. Tidakkah engkau mengetahui, bahwasanya apabila
engkau menjenguknya, tentu
engkau akan mendapatkan Aku di sisinya?. Hai anak Adam, Aku meminta makanan padamu, tetapi engkau tidak mau memberikan makanan padaKu.
Manusia berkata: “Ya Tuhanku, bagaimanakah saya dapat memberikan makanan padaMu, sedang Engkau adalah Tuhan yang menguasai seluruh alam ini?”
Allah berfirman: “Tidakkah engkau mengetahui bahwa seorang hambaKu, si Fulan itu meminta makanan padamu, tetapi engkau tidak mau memberikan makanan kepadanya. Apakah engkau tidak mengetahui, bahwasanya apabila engkau memberikan makanan padanya, tentu engkau akan mendapatkan yang sedemikian itu di sisiKu.
Hai anak Adam, Aku meminta minuman padamu, tetapi engkau tidak mau memberikan minuman padaKu.” Manusia berkata:
“Ya Tuhanku, bagaimanakah saya dapat memberikan minuman kepadaMu, sedangkan Engkau adalah Tuhan yang menguasai seluruh alam ini?”
Allah berfirman: “Ada seorang hambaKu, si Fulan itu meminta minuman padamu, tetapi engkau tidak mau memberikan minuman itu kepadanya. Andaikan saja engkau mau memberikan minuman padanya, tentu engkau akan mendapatkan yang sedemikian itu di sisiKu.”
(Riwayat Muslim).

894. Dari Abu Musa r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Jenguklah orang yang sedang sakit, berikanlah makanan pada orang yang lapar, dan merdekakanlah tawanan.”
(Riwayat Bukhari).

895. Dari Tsauban r.a. dari Nabi s.a.w., sabdanya: “Sesungguhnya orang Islam itu apabila menjenguk atau menyambangi saudaranya sesama Muslim yang sedang sakit, maka tidak henti-hentinya ia berada di dalam tempat penuaian syurga hingga ia kembali.
” Beliau s.a.w. ditanya:
“Ya Rasulullah, apakah khurfah atau penuaian syurga itu,”
Beliau s.a.w. menjawab:
“Yaitu tempat di syurga yang buah-buahannya tinggal dipetik saja.”
(Riwayat Muslim).

896. Dari Ali r.a., katanya:
“Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Tiada seorang Muslimpun yang mennyambangi saudara Muslimnya yang sedang sakit di waktu pagi, melainkan ada tujuhpuluh ribu malaikat yang mendoakan padanya supaya memperoleh rahmat Tuhan sampai orang itu berada diwaktu petang, dan jika ia menjenguknya di waktu petang, maka ada tujuhpuluh ribu malaikat yang mendoakan padanya supaya ia memperoleh rahma Tuhan sampai orang itu berada di waktu pagi. Juga orang tersebut akan memperoleh tempat buah-buahan yang sudah waktunya dituai di dalam syurga.”
Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah
Hadis hasan.

897. Dari Anas r,a., katanya:
“Ada seorang anak Yahudi yang menjadi pelayan nabi s.a. w. lalu ia sakit. la didatangi oleh Nabi s.a.w. untuk
dijenguknya. Beliau s.a.w. lalu duduk di dekat kepalanya, lalu bersabda padanya: “Masuklah agama Islam!” Anak itu lalu melihat kepada ayahnya yang ketika itu sudah ada di sisinya
– seolah-olah anak tadi meminta pertimbangan pada ayahnya-. Ayahnya berkata: “Taatilah kehendak Abul Qasim”
-yaitu Nabi s.a.w.-
Lalu Anak itu menyatakan masuk Islam. Setelah itu Nabi s.a.w. keluar dan beliau bersabda: “Alhamdulillah yang telah menyelamatkan anak itu dari siksa api neraka.”
(Riwayat Imam Bukhari).

Selesai.