Arkib Kategori: Kitab Riyadhus Solihin

Hadis-hadis berkaitan taubat

Image may contain: text

Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Demi Allah, sesungguhnya saya itu niscayalah memohonkan pengampunan kepada
Allah serta bertaubat kepadaNya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali.” (Riwayat Bukhari)

Dari Aghar bin Yasar al-Muzani r.a. katanya: Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Hai sekalian manusia, bertaubatlah kepada Allah dan mohonlah pengampunan
daripadaNya, kerana sesungguhnya saya ini bertaubat dalam sehari seratus kali.”
(Riwayat Muslim)

Dari Abu Hamzah yaitu Anas bin Malik al-Anshari r.a., pelayan Rasulullah s.a.w.,
katanya: Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Niscayalah Allah itu lebih gembira dengan taubat hambaNya daripada gembiranya
seseorang dari engkau semua yang jatuh di atas untanya dan oleh Allah ia disesatkan di
suatu tanah yang luas.” (Muttafaq ‘alaih)
Dalam riwayat Muslim disebutkan demikian:
“Niscayalah Allah itu lebih gembira dengan taubat hambaNya ketika ia bertaubat
kepadaNya daripada gembiranya seseorang dari engkau semua yang berada di atas
kendaraannya – yang dimaksud ialah untanya – dan berada di suatu tanah yang luas,
kemudian menyingkirkan kendaraannya itu dari dirinya, sedangkan di situ ada makanan
dan minumannya. Orang tadi lalu berputus-asa. Kemudian ia mendatangi sebuah pohon
terus tidur berbaring di bawah naungannya, sedang hatinya sudah berputus asa sama sekali
dari kendaraannya tersebut. Tiba-tiba di kala ia berkeadaan sebagaimana di atas itu,
kendaraannya itu tampak berdiri di sisinya, lalu ia mengambil ikatnya. Oleh sebab sangat
gembiranya maka ia berkata: “Ya Allah, Engkau adalah hambaku dan aku adalah TuhanMu”.
Ia menjadi salah ucapannya kerana amat gembiranya.”
Keterangan:
Jadi kegembiraan Allah Ta’ala di kala mengetahui ada hambaNya yang bertaubat itu
adalah lebih sangat dari kegembiraan orang yang tersebut dalam ceritera di atas itu.

Dari Abu Musa Abdullah bin Qais al-Asy’ari r.a., dari Nabi s.a.w., sabdanya:
“Sesungguhnya Allah Ta’ala itu membeberkan tanganNya – yakni kerahmatanNya -di
waktu malam untuk menerima taubatnya orang yang berbuat kesalahan di waktu siang dan
juga membeberkan tanganNya di waktu siang untuk menerima taubatnya orang yang
berbuat kesalahan di waktu malam. Demikian ini terus menerus sampai terbitnya matahari
dari arah barat – yakni di saat hamper tibanya hari kiamat, kerana setelah ini terjadi, tidak
diterima lagi taubatnya seseorang.” (Riwayat Muslim)

Dari Abu Hurairah r.a., katanya: Rasulullah s.a.w. bersabda: “Barangsiapa
bertaubat sebelum matahari terbit dari arah barat, maka Allah menerima taubatnya orang
itu.” (Riwayat Muslim)
Keterangan:
Uraian dalam Hadis di atas sesuai dengan firman Allah dalam al-Quran al-Karim,
surat Nisa’, ayat 18 yang berbunyi:
“Taubat itu tidaklah diterima bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan, sehingga di kala salah seorang dari mereka itu telah didatangi kematian – sudah dekat ajalnya dan ruhnya sudah di kerongkongan – tiba-tiba ia mengatakan: “Aku sekarang bertaubat.”

Dari Abu Abdur Rahman yaitu Abdullah bin Umar bin al-Khaththab radhiallahu
‘anhuma dari Nabi s.a.w., sabdanya:
“Sesungguhnya Allah ‘Azzawajalla itu menerima taubatnya seseorang hamba selama
ruhnya belum sampai di kerongkongannya – yakni ketika akan meninggal dunia.”
Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan.

Dari Zir bin Hubaisy, katanya: “Saya mendatangi Shafwan bin ‘Assal r.a. perlu
menanyakan soal mengusap dua buah sepatu khuf (but). Shafwan berkata: “Apakah yang menyebabkan engkau datang ini, hai Zir?” Saya menjawab: “Kerana ingin mencari ilmu pengetahuan.” Ia berkata lagi: “Sesungguhnya para malaikat itu sama meletakkan sayapsayapnya – yakni berhenti terbang dan ingin pula mendengarkan
ilmu atau kerana tunduk menghormat – kepada Orang yang menuntut ilmu, kerana ridha dengan apa yang dicarinya.”
Saya berkata: “Sebenarnya saya sudah tergerak dalam hatiku akan mengusap di atas
dua buah sepatu khuf itu sehabis buang air besar atau kecil. Engkau adalah termasuk salah seorang sahabat Nabi s.a.w., maka dari itu saya datang ini untuk menanyakannya kepadamu.
Apakah engkau pernah mendengar beliau s.a.w. menyebutkan persoalan mengusap sepatu khuf itu daripadanya?” Shafwan menjawab: “Ia pernah. Rasulullah s.a.w. menyuruh kita semua, jikalau kita sedang dalam bepergian,supaya kita jangan melepaskan sepatu khuf kita selama tiga hari dengan malamnya sekali, kecuali jikalau kita terkena janabah, tetapi kalau hanya kerana membuang air besar atau kecil atau kerana sehabis tidur, bolehlah tidak usah dilepaskan.”
Saya berkata lagi: “Apakah engkau pernah mendengar beliau s.a.w. menyebutkan
persoalan cinta?” Dia menjawab: “Ya pernah. Pada suatu ketika kita bersama dengan
Rasulullah s.a.w. dalam bepergian. Di kala kita berada di sisinya itu, tiba-tiba ada seorang a’rab (orang Arab dari pegunungan) memanggil beliau itu dengan suara yang keras sekali, katanya: “Hai Muhammad.” Rasulullah s.a.w. menjawabnya dengan suara yang sekeras suaranya itu pula: “Mari kemari”. Saya berkata pada orang a’rab tadi: “Celaka engkau ini, perlahankanlah suaramu, sebab engkau ini benar-benar ada di sisi Nabi s.a.w.,sedangkan aku dilarang semacam ini – yakni bersuara keras-keras di hadapannya-. “Orang a’rab itu berkata:
“Demi Allah, saya tidak akan memperlahankan suaraku.” Kemudian ia berkata kepada Nabi s.a.w.: “Ada orang mencintai sesuatu golongan, tetapi ia tidak dapat menyamai mereka – dalam hal amal perbuatannya serta cara mencari kesempurnaan kehidupan dunia dan akhiratnya. Nabi s.a.w. menjawab: “Seseorang itu dapat menyertai orang yang dicintai olehnya besok pada hari kiamat.” Tidak henti-hentinya beliau memberitahukan apa saja kepada kita, sehingga akhirnya menyebutkan bahwa di arah barat itu ada sebuah pintu yang perjalanan luasnya yakni sekiranya seseorang yang berkendaraan berjalan hendak menempuh jarak luasnya itu, maka jarak antara dua ujung pintu tadi adalah sejauh empat puluh atau tujuh puluh tahun.”
Salah seorang yang meriwayatkan Hadis ini yaitu Sufyan mengatakan: “Di arah Syam
pintu itu dijadikan oleh Allah Ta’ala sejak hari Dia menciptakan semua langit dan bumi,
senantiasa terbuka untuk taubat, tidak pernah ditutup sehingga terbitlah matahari dari
sebelah barat yakni dari dalam pintu tadi.”
Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan lain-lainnya dan Imam Termidzi mengatakan
bahwa Hadis ini adalah hasan shahih.

 

 

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Dengan Segala Hormatnya Dan Dengan Penuh Takzim Kami Ingin Menarik Perhatian Yang Dihormati Tan Sri / Dato’ Sri/ Dato’ Seri/ Dato’ Sri/Datuk Seri/ Datuk/Dato’/Tuan/Puan/ Muslimin/Muslimat, Saudara/Saudari Yang Dirahmati Allah SWT Sekalian,

Bantuan Tuan, Puan Mampu Menggerakkan Segala Program Kearah Membina Ummah Yang Mencintai Allah SWT Dan Meneladani Sunnah Rasulullah SAW. Diantara Program Yang Telah Kami Telah Kendalikan Adalah Seperti Berikut :

1- Membiayai 70 Anak Yatim – Markaz Umar Al-Khattab-

Daerah Kg. Som.

2- Membiayai 9 Orang Muallim – Markaz Bahasa Arab Al-Umriah-

Daerah Koh Kong.

3- Membiayai 7 Orang Muallim- Madrasah Nurul Ihsan-Daerah Kampot.

4- Membiayai 6 Orang Muallim –Madrasah Mahmud Mahyuddin-

Daerah Kampot.

5- Membiayai 2 Orang Muallim- Markaz Iman Tarbawi-

Daerah Koh Kong.

6- Menghulurkan Sumbangan 92 Mahasiswa Dan Mahasiswi Islam

Kemboja Di Universiti  Fatoni,Thailand.

7- Ratusan Warga Muallaf, Dan Fakir Miskin Di 3 Daerah Selatan

Kemboja

(Kampot,Kg.Som & Koh Kong).

8- Menghulurkan Sumbangan Kepada Para Imam Dan Guru Agama Di

Masjid-Masjid Di Tiga Buah Daerah Di Selatan Kemboja.

 

☛Daripada Abu Said al-Khudri r.a, dari Nabi S.A.W,
Baginda telah bersabda yang maksudnya:

”Mana-mana orang mukmin yang memberi makan kepada seorang mukmin semasa ia lapar, nescaya Allah memberi makan kepadanya pada hari kiamat dari buah-buahan Syurga dan mana-mana orang mukmin yang memberi minum kepada seorang mukmin semasa ia dahaga, nescaya Allah memberi minum kepadanya pada hari kiamat dari minuman syurga yang tersimpan dengan sebaik-baiknya dan mana-mana orang mukmin yang memberi pakai kepada seorang mukmin semasa ia memerlukan pakaian, nescaya Allah memberi pakaian kepadanya dari pakaian syurga.

(At-Tirmidzi)

 

Kunjungi Kami Di laman Ini:

KENALI KAMI

https://muslimcambodiablog.wordpress.com/2017/06/21/pengenalan-aktiviti-ihya-assunnah-solution/

MISI BANTUAN RAMADHAN 2017

https://muslimcambodiablog.wordpress.com/2017/07/10/misi-bantuan-ramadhan-ke-kemboja-2017/

QURBAN 2016

https://muslimcambodiablog.wordpress.com/2017/07/17/program-qurban-2016-ihya-assunnah-solution/

WAQAF AL-QURAN DALAM BAHASA KHMER

https://muslimcambodiablog.wordpress.com/2017/08/06/perlaksanaan-program-waqaf-al-quran-dalam-bahasa-khmerkemboja/

WAQAF TELEKUNG SOLAT

https://muslimcambodiablog.wordpress.com/2017/08/07/program-wakaf-telekung-untuk-fakir-miskin/

Warga Islam Kemboja mati disebabkan kurang zat dalam pemakanan

https://muslimcambodiablog.wordpress.com/2017/06/21/ikan-ajaib-yang-menyelamat-warga-kemboja/

INFO TERKINI QURBAN 2017

https://muslimcambodiablog.wordpress.com/2017/08/02/terkini-program-jom-qurban-di-selatan-kemboja/

 

Jutaan terima kasih diatas sumbangan dan sokongan yang berterusan dari Insan-Insan Mulia dari Malaysia, Singapore, Brunei dan Indonesia, Alhamdulillah sumbangan anda telah kami sempurnakan di hari yang mulia di Hari Raya Aidil Adha Al-Mubarak melalui wakil Mahsiswa dan Mahasiswi Universiti Fatoni, para imam, para pendakwah dan para ustaz yang telah menabur jasa di bumi Kemboja-Dengan Izin Allah SWT.

Taubat dan Jenis Kesalahan

Image may contain: text

Para alim-ulama berkata:
“Mengerjakan taubat itu hukumnya wajib dari segala macam dosa. Jikalau
kemaksiatan itu terjadi antara seseorang hamba dan antara Allah Ta’ala saja, yakni tidak ada hubungannya dengan hak seseorang manusia yang lain, maka untuk bertaubat itu harus menetapi tiga macam syarat, yaitu:

Pertama hendaklah menghentikan sama sekali-seketika itu juga -dari kemaksiatan yang dilakukan,

kedua ialah supaya merasa menyesal kerana telah melakukan kemaksiatan tadi dan ketiga supaya berniat tidak akan kembali mengulangi perbuatan maksiat itu untuk selama-lamanya.

Jikalau salah satu dari tiga syarat tersebut di atas itu ada yang ketinggalan maka tidak sahlah taubatnya.
Apabila kemaksiatan itu ada hubungannya dengan sesama manusia, maka syarat syaratnya itu ada empat macam, yaitu tiga syarat yang tersebut di atas dan keempatnya ialah supaya melepas-kan tanggungan itu dari hak kawannya. Maka jikalau
tanggungan itu berupa harta atau yang semisal dengan itu, maka wajiblah
mengembalikannya kepada yang berhak tadi, jikalau berupa dakwaan zina atau
yang semisal dengan itu, maka hendaklah mencabut dakwaan tadi dari orang yang didakwakan atau meminta saja pengampunan daripada kawannya dan jikalau merupakan pengumpatan, maka hendaklah meminta penghalalan
yakni pemaafan dari umpatannya itu kepada orang yang diumpat olehnya.
Seseorang itu wajiblah bertaubat dari segala macam dosa, tetapi jikalau seseorang itu
bertaubat dari sebagian dosanya, maka taubatnya itupun sah dari dosa yang dimaksudkan itu, demikian pendapat para alim-ulama yang termasuk golongan ahlulhaq, namun saja dosa-dosa yang lain-lainnya masih tetap ada dan tertinggal – yakni belum lagi ditaubati.
Sudah jelaslah dalil-dalil yang tercantum dalam Kitabullah, Sunnah Rasulullah s.a.w.
serta ijma’ seluruh ummat perihal wajibnya mengerjakan taubat itu.
Allah Ta’ala berfirman:
“Dan bertaubatlah engkau semua kepada Allah, hai sekalian orang Mu’min, supaya engkau  semua memperoleh kebahagiaan.” (an-Nur: 31)
Allah Ta’ala berfirman lagi:
“Mohon ampunlah kepada Tuhanmu semua dan bertaubatlah kepadaNya.” (Hud: 3)
Dan lagi firmanNya:
“Hai sekalian orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang nashuha –  yakni yang sebenar-benarnya.” (at-Tahrim: 8)
Keterangan:
Taubat nashuha itu wajib dilakukan dengan memenuhi tiga macam syarat
sebagaimana di bawah ini, yaitu:
(a) Semua hal-hal yang mengakibatkan diterapi siksa, kerana berupa perbuatan
yang dosa jika dikerjakan, wajib ditinggalkan secara sekaligus dan tidak diulangi lagi.
(b) Bertekad bulat dan teguh untuk memurnikan serta membersihkan diri sendiri
dari semua perkara dosa tadi tanpa bimbang dan ragu-ragu.
(c) Segala perbuatannya jangan dicampuri apa-apa yang mungkin dapat
mengotori atau sebab-sebab yang menjurus ke arah dapat merusakkan taubatnya itu.

 

 

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Dengan Segala Hormatnya Dan Dengan Penuh Takzim Kami Ingin Menarik Perhatian Yang Dihormati Tan Sri / Dato’ Sri/ Dato’ Seri/ Dato’ Sri/Datuk Seri/ Datuk/Dato’/Tuan/Puan/ Muslimin/Muslimat, Saudara/Saudari Yang Dirahmati Allah SWT Sekalian,

Bantuan Tuan, Puan Mampu Menggerakkan Segala Program Kearah Membina Ummah Yang Mencintai Allah SWT Dan Meneladani Sunnah Rasulullah SAW. Diantara Program Yang Telah Kami Telah Kendalikan Adalah Seperti Berikut :

1- Membiayai 70 Anak Yatim – Markaz Umar Al-Khattab-

Daerah Kg. Som.

2- Membiayai 9 Orang Muallim – Markaz Bahasa Arab Al-Umriah-

Daerah Koh Kong.

3- Membiayai 7 Orang Muallim- Madrasah Nurul Ihsan-Daerah Kampot.

4- Membiayai 6 Orang Muallim –Madrasah Mahmud Mahyuddin-

Daerah Kampot.

5- Membiayai 2 Orang Muallim- Markaz Iman Tarbawi-

Daerah Koh Kong.

6- Menghulurkan Sumbangan 92 Mahasiswa Dan Mahasiswi Islam

Kemboja Di Universiti  Fatoni,Thailand.

7- Ratusan Warga Muallaf, Dan Fakir Miskin Di 3 Daerah Selatan

Kemboja

(Kampot,Kg.Som & Koh Kong).

8- Menghulurkan Sumbangan Kepada Para Imam Dan Guru Agama Di

Masjid-Masjid Di Tiga Buah Daerah Di Selatan Kemboja.

☛Daripada Abu Said al-Khudri r.a, dari Nabi S.A.W,
Baginda telah bersabda yang maksudnya:

”Mana-mana orang mukmin yang memberi makan kepada seorang mukmin semasa ia lapar, nescaya Allah memberi makan kepadanya pada hari kiamat dari buah-buahan Syurga dan mana-mana orang mukmin yang memberi minum kepada seorang mukmin semasa ia dahaga, nescaya Allah memberi minum kepadanya pada hari kiamat dari minuman syurga yang tersimpan dengan sebaik-baiknya dan mana-mana orang mukmin yang memberi pakai kepada seorang mukmin semasa ia memerlukan pakaian, nescaya Allah memberi pakaian kepadanya dari pakaian syurga.

(At-Tirmidzi)

Kunjungi Kami Di laman Ini:

KENALI KAMI

https://muslimcambodiablog.wordpress.com/2017/06/21/pengenalan-aktiviti-ihya-assunnah-solution/

MISI BANTUAN RAMADHAN 2017

https://muslimcambodiablog.wordpress.com/2017/07/10/misi-bantuan-ramadhan-ke-kemboja-2017/

QURBAN 2016

https://muslimcambodiablog.wordpress.com/2017/07/17/program-qurban-2016-ihya-assunnah-solution/

WAQAF AL-QURAN DALAM BAHASA KHMER

https://muslimcambodiablog.wordpress.com/2017/08/06/perlaksanaan-program-waqaf-al-quran-dalam-bahasa-khmerkemboja/

WAQAF TELEKUNG SOLAT

https://muslimcambodiablog.wordpress.com/2017/08/07/program-wakaf-telekung-untuk-fakir-miskin/

Warga Islam Kemboja mati disebabkan kurang zat dalam pemakanan

https://muslimcambodiablog.wordpress.com/2017/06/21/ikan-ajaib-yang-menyelamat-warga-kemboja/

INFO TERKINI QURBAN 2017

https://muslimcambodiablog.wordpress.com/2017/08/02/terkini-program-jom-qurban-di-selatan-kemboja/

Jutaan terima kasih diatas sumbangan dan sokongan yang berterusan dari Insan-Insan Mulia dari Malaysia, Singapore, Brunei dan Indonesia, Alhamdulillah sumbangan anda telah kami sempurnakan di hari yang mulia di Hari Raya Aidil Adha Al-Mubarak melalui wakil Mahsiswa dan Mahasiswi Universiti Fatoni, para imam, para pendakwah dan para ustaz yang telah menabur jasa di bumi Kemboja-Dengan Izin Allah SWT.

Keikhlasan Dan Menghadhirkan Niat Dalam Segala Perbuatan

No automatic alt text available.

Keikhlasan Dan Menghadhirkan Niat Dalam Segala Perbuatan,
Ucapan Dan Keadaan Yang Nyata Dan Yang Samar

Dari Abu Abdur Rahman, yaitu Abdullah bin Umar bin al-Khaththab radhiallahu
‘anhuma, katanya: Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Ada tiga orang dari golongan orang-orang sebelummu sama berangkat bepergian,
sehingga terpaksalah untuk menempati sebuah gua guna bermalam, kemudian merekapun memasukinya. Tiba-tiba jatuhlah sebuah batu besar dari gunung lalu menutup gua itu atas mereka. Mereka berkata bahwasanya tidak ada yang dapat menyelamatkan engkau semua dari batu besar ini melainkan jikalau engkau semua berdoa kepada Allah Ta’ala dengan menyebutkan perbuatanmu yang baik-baik.

Seorang dari mereka itu berkata: “Ya Allah. Saya mempunyai dua orang tua yang
sudah tua-tua serta lanjut usianya dan saya tidak pernah memberi minum kepada siapapun sebelum keduanya itu, baik kepada keluarga ataupun hamba sahaya. Kemudian pada suatu hari amat jauhlah saya mencari kayu – yang dimaksud daun-daunan untuk makanan ternak.
Saya belum lagi pulang pada kedua orang tua itu sampai mereka tertidur. Selanjutnya
sayapun terus memerah minuman untuk keduanya itu dan keduanya saya temui telah tidur.
Saya enggan untuk membangunkan mereka ataupun memberikan minuman kepada
seseorang sebelum keduanya, baik pada keluarga atau hamba sahaya. Seterusnya saya tetap dalam keadaan menantikan bangun mereka itu terus-menerus dan gelas itu tetap pula di tangan saya, sehingga fajarpun menyingsinglah, Anak-anak kecil sama menangis kerana kelaparan dan mereka ini ada di dekat kedua kaki saya. Selanjutnya setelah keduanya bangun lalu mereka minum minumannya. Ya Allah, jikalau saya mengerjakan yang sedemikian itu dengan niat benar-benar mengharapkan keridhaanMu, maka lapanglah kesukaran yang sedang kita hadapi dari batu besar yang menutup ini.” Batu besar itu tibatiba membuka sedikit, tetapi mereka belum lagi dapat keluar dari gua.
Yang lain berkata: “Ya Allah, sesungguhnya saya mempunyai seorang anak paman
wanita – jadi sepupu wanita – yang merupakan orang yang tercinta bagiku dari sekalian
manusia – dalam sebuah riwayat disebutkan: Saya mencintainya sebagai kecintaan orang- orang lelaki yang amat sangat kepada wanita – kemudian saya menginginkan dirinya, tetapi ia menolak kehendakku itu, sehingga pada suatu tahun ia memperoleh kesukaran. lapun mendatangi tempatku, lalu saya memberikan seratus duapuluh dinar padanya dengan syarat ia suka menyendiri antara tubuhnya dan antara tubuhku -maksudnya suka dikumpuli dalam seketiduran. Ia berjanji sedemikian itu. Setelah saya dapat menguasai dirinya – dalam sebuah riwayat lain disebutkan:

Setelah saya dapat duduk di antara kedua kakinya – sepupuku itu
lalu berkata: “Takutlah engkau pada Allah dan jangan membuka cincin – maksudnya cincin di sini adalah kemaluan, maka maksudnya ialah jangan melenyapkan kegadisanku ini – melainkan dengan haknya – yakni dengan perkawinan yang sah -, lalu sayapun meninggalkannya, sedangkan ia adalah yang amat tercinta bagiku dari seluruh manusia dan emas yang saya berikan itu saya biarkan dimilikinya. Ya Allah, jikalau saya mengerjakan yang sedemikian dengan niat untuk mengharapkan keridhaanMu, maka lapangkanlah kesukaran yang sedang kita hadapi ini.” Batu besar itu kemudian membuka lagi, hanya saja mereka masih juga belum dapat keluar dari dalamnya.
Orang yang ketiga lalu berkata: “Ya Allah, saya mengupah beberapa kaum buruh dan
semuanya telah kuberikan upahnya masing-masing, kecuali seorang lelaki. Ia meninggalkan upahnya dan terus pergi. Upahnya itu saya perkembangkan sehingga ber-tambah banyaklah hartanya tadi. Sesudah beberapa waktu, pada suatu hari ia mendatangi saya, kemudian berkata: Hai hamba Allah, tunaikanlah sekarang upahku yang dulu itu. Saya berkata: Semuayang engkau lihat ini adalah berasal dari hasil upahmu itu, baik yang berupa unta, lembu dan kambing dan juga hamba sahaya. Ia berkata: Hai hamba Allah, janganlah engkau memperolok-olokkan aku. Saya menjawab: Saya tidak memperolok-olokkan engkau.
Kemudian orang itupun mengambil segala yang dimilikinya. Semua digiring dan tidak
seekorpun yang ditinggalkan. Ya Allah, jikalau saya mengerjakan yang sedemikian ini
dengan niat mengharapkan keridhaanMu, maka lapangkanlah kita dari kesukaran yang
sedang kita hadapi ini.” Batu besar itu lalu membuka lagi dan merekapun keluar dari gua itu.
‡uttafaq ‘alaih)
Keterangan:
Ada beberapa kandungan yang penting-penting dalam Hadis di atas, yaitu:

(a) Kita disunnahkan berdoa kepada Allah di kala kita sedang dalam keadaan
yang sulit, misalnya mendapatkan malapetaka, kekurangan rezeki dalam kehidupan,
sedang sakit dan lain-lain.
(b) Kita disunnahkan bertawassul dengan amal perbuatan kita sendiri yang shalih,
agar kesulitan itu segera lenyap dan diganti dengan kelapangan oleh Allah Ta’ala.
Bertawassul artinya membuat perantaraan dengan amal shalih itu, agar permohonan kita dikabulkan olehNya. Bertawassul dengan cara seperti ini tidak ada seorang ulamapun yang tidak membolehkan. Jadi beliau-beliau itu sependapat tentang bolehnya.
Juga tidak diperselisihkan oleh para alim-ulama perihal bolehnya bertawassul dengan
orang shalih yang masih hidup, sebagai-mana yang dilakukan oleh Sayidina Umar r.a.
dengan bertawassul kepada Sayidina Abbas, agar hujan segera diturunkan.
Yang diperselisihkan ialah jikalau kita bertawassul dengan orang-orang shalih yang
sudah wafat, maksudnya kita memohonkan sesuatu kepada Allah Ta’ala dengan perantaraan beliau-beliau yang sudah di dalam kubur agar ikut membantu memohonkan supaya doa kita dikabulkan. Sebagian alim-ulama ada yang membolehkan dan sebagian lagi tidak membolehkan.
Jadi bukan orang-orang shalih itu yang dimohoni, tetapi yang dimohoni tetap Allah
Ta’ala jua, tetapi beliau-beliau dimohon untuk ikut membantu mendoakan saja. Kalau yang dimohoni itu orang-orang yang sudah mati, sekalipun bagaimana juga shalihnya, semua alim-ulama Islam sependapat bahwa perbuatan sedemikian itu haramhukumnya. Sebab hal itu termasuk syirik atau menyekutukan sesuatu dengan Allah Ta’ala yang Maha Kuasa Mengabulkan segala permohonan.
Namun demikian hal-hal seperti di atas hanya merupakan soal-soal furu’iyah (bukan
akidah pokok), maka jangan hendaknya menyebabkan retaknya persatuan kita kaum
Muslimin.

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Dengan Segala Hormatnya Dan Dengan Penuh Takzim Kami Ingin Menarik Perhatian Yang Dihormati Tan Sri / Dato’ Sri/ Dato’ Seri/ Dato’ Sri/Datuk Seri/ Datuk/Dato’/Tuan/Puan/ Muslimin/Muslimat, Saudara/Saudari Yang Dirahmati Allah SWT Sekalian,

Bantuan Tuan, Puan Mampu Menggerakkan Segala Program Kearah Membina Ummah Yang Mencintai Allah SWT Dan Meneladani Sunnah Rasulullah SAW. Diantara Program Yang Telah Kami Telah Kendalikan Adalah Seperti Berikut :

1- Membiayai 70 Anak Yatim – Markaz Umar Al-Khattab-

Daerah Kg. Som.

2- Membiayai 9 Orang Muallim – Markaz Bahasa Arab Al-Umriah-

Daerah Koh Kong.

3- Membiayai 7 Orang Muallim- Madrasah Nurul Ihsan-Daerah Kampot.

4- Membiayai 6 Orang Muallim –Madrasah Mahmud Mahyuddin-

Daerah Kampot.

5- Membiayai 2 Orang Muallim- Markaz Iman Tarbawi-

Daerah Koh Kong.

6- Menghulurkan Sumbangan 92 Mahasiswa Dan Mahasiswi Islam

Kemboja Di Universiti  Fatoni,Thailand.

7- Ratusan Warga Muallaf, Dan Fakir Miskin Di 3 Daerah Selatan

Kemboja

(Kampot,Kg.Som & Koh Kong).

8- Menghulurkan Sumbangan Kepada Para Imam Dan Guru Agama Di

Masjid-Masjid Di Tiga Buah Daerah Di Selatan Kemboja.

☛Daripada Abu Said al-Khudri r.a, dari Nabi S.A.W,
Baginda telah bersabda yang maksudnya:

”Mana-mana orang mukmin yang memberi makan kepada seorang mukmin semasa ia lapar, nescaya Allah memberi makan kepadanya pada hari kiamat dari buah-buahan Syurga dan mana-mana orang mukmin yang memberi minum kepada seorang mukmin semasa ia dahaga, nescaya Allah memberi minum kepadanya pada hari kiamat dari minuman syurga yang tersimpan dengan sebaik-baiknya dan mana-mana orang mukmin yang memberi pakai kepada seorang mukmin semasa ia memerlukan pakaian, nescaya Allah memberi pakaian kepadanya dari pakaian syurga.

(At-Tirmidzi)

Kunjungi Kami Di laman Ini:

KENALI KAMI

https://muslimcambodiablog.wordpress.com/2017/06/21/pengenalan-aktiviti-ihya-assunnah-solution/

MISI BANTUAN RAMADHAN 2017

https://muslimcambodiablog.wordpress.com/2017/07/10/misi-bantuan-ramadhan-ke-kemboja-2017/

QURBAN 2016

https://muslimcambodiablog.wordpress.com/2017/07/17/program-qurban-2016-ihya-assunnah-solution/

WAQAF AL-QURAN DALAM BAHASA KHMER

https://muslimcambodiablog.wordpress.com/2017/08/06/perlaksanaan-program-waqaf-al-quran-dalam-bahasa-khmerkemboja/

WAQAF TELEKUNG SOLAT

https://muslimcambodiablog.wordpress.com/2017/08/07/program-wakaf-telekung-untuk-fakir-miskin/

Warga Islam Kemboja mati disebabkan kurang zat dalam pemakanan

https://muslimcambodiablog.wordpress.com/2017/06/21/ikan-ajaib-yang-menyelamat-warga-kemboja/

INFO TERKINI QURBAN 2017

https://muslimcambodiablog.wordpress.com/2017/08/02/terkini-program-jom-qurban-di-selatan-kemboja/

Jutaan terima kasih diatas sumbangan dan sokongan yang berterusan dari Insan-Insan Mulia dari Malaysia, Singapore, Brunei dan Indonesia, Alhamdulillah sumbangan anda telah kami sempurnakan di hari yang mulia di Hari Raya Aidil Adha Al-Mubarak melalui wakil Mahsiswa dan Mahasiswi Universiti Fatoni, para imam, para pendakwah dan para ustaz yang telah menabur jasa di bumi Kemboja-Dengan Izin Allah SWT.