Arkib Kategori: Membina Keluarga Muslimah

Keistimewaan Halimah Yacob-Presiden Singapura

cpm oktober

Terpilihnya Halimah Yacob – seorang perempuan dari etnis Melayu Muslim sebagai Presiden Singapura, pertengahan September lalu disikapi berlebihan oleh sebagian kalangan sekuler di Indonesia yang memanfaatkan berita ini untuk menyerang umat Islam agar mau menerima dipimpin oleh minoritas. Begitupula Malaysia, negeri Muslim yang punya sejarah panjang dengan Singapura dalam hal gesekan identitas ras Melayu dan China. Pada 11 September kemarin, Halimah Yacob dinyatakan sebagai satu-satunya kandidat yang memenuhi syarat untuk menjadi capres tanpa pemungutan suara. Selain mencetak sejarah sebagai wanita pertama yang menjadi Presiden Singapura, Halimah juga mencatatkan diri sebagai Presiden dari komunitas Melayu pertama dalam 47 tahun terakhir. Diketahui bahwa saat ini, populasi Singapura terdiri atas 74 persen komunitas China, 13 persen komunitas Melayu, 9 persen komunitas India dan 3,2 persen komunitas lainnya.

 

Seorang anggota dari PSI (Partai Solidaritas Indonesia), Dr Surya Tjandra, menyatakan “Mereka (orang-orang Indonesia) sangat takjub bagaimana bisa minoritas – seorang Muslimah – bisa mendapat posisi setinggi itu, khususnya dibandingkan dengan fakta bahwa banyak orang Indonesia yang disesatkan oleh kalangan Islamis bahwa etnis China atau non-Muslim adalah “asing” juga kaum perempuan tidak bisa menjadi pemimpin,” ujarnya. Siti Mariah, tokoh oposisi dari Partai Amanah Malaysia, juga menyampaikan ucapan selamat kepada Halimah, ia mengatakan Halimah adalah sosok ikonik yang menekankan harmoni dan stabilitas pada saat dunia “masih terus berjuang dalam isu-isu regresif tentang perempuan dan Islamophobia.” (TodayOnline.com, 20 September).

Pandangan menyesatkan seperti ini tentu perlu kita kaji dan kritisi dengan mengenal lebih dalam siapa sebenarnya sosok Halimah dan bagaimana identitas pemikirannya. Adalah fakta bahwa Halimah Yacob dalam pidato pertamanya, menyebut momen penetapan dirinya sebagai momen membanggakan bagi Singapura, juga bagi multikulturalisme dan multirasialisme. Halimah juga menyerukan agar kaum wanita berani bercita-cita setinggi langit. Yacob juga dikenal aktif berkampanye melawan kelompok Islam radikal, dan kerap mengecam kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Di sisi lain latar belakang politik Halimah adalah kader loyal partai PAP (People Action Party), besutan Lee Kuan Yeuw – seorang China Peranakan, mantan perdana menteri Singapura 7 periode, yang dijuluki sebagai bapak Pembangunan Singapura.

Oleh karena itu, sangat layak kita bertanya; benarkah kemenangan Halimah Yacob adalah kemenangan bagi melayu, perempuan dan Islam? Ada dua isu paling menonjol dari fenomena Halimah Yacob ini, pertama adalah soal etnis melayu sebagai minoritas, dan kedua adalah keberpihakan pada Islam di Singapura.Adapun soal kepemimpinan perempuan ini kurang menonjol. Ditambah fakta bahwa Halimah Yacob hanya seorang Presiden, sementara Singapura yang menganut sistem parlementer, penguasa sesungguhnya adalah Perdana Menteri. Presiden sebagai kepala negara fungsinya sebatas seremonial dan secara politik nyaris tak punya kuasa yang berarti.

Artikel ini akan membahas dua isu menonjol dari fenomena Halimah Yacob ini satu demi satu, dengan harapan kaum Muslimin di Asia Tenggara dapat mengambil pelajaran besar dari sejarah mereka di kawasan. Umat Islam perlu memiliki literasi terkait sejarah politik Singapura, dari era kolonialisme Inggris di saat etnis China didatangkan oleh imperial Inggris ke tanah Tumasek itu hingga era perang dingin dimana  muncul kekuatan politik peranakan (etnis China keturunan) di Singapura yang meminggirkan Muslim Melayu.

Bukan Kemenangan Melayu

Kemenangan Halimah diklaim menjadi kemenangan etnis Melayu karena menjadi salah satu kandidat dari yang mewakili komunitas Melayu dan kemudian menang mutlak. Namun apakah benar Singapura berpihak pada Muslim Melayu? Jawabannya bisa kita mulai dari siapa sosok Lee Kuan Yeuw – seorang china Peranakan, mantan perdana menteri Singapura 7 periode yang membidani PAP (People Action Party) dan mendapat dukungan dari Inggris dan Amerika.

Kepemimpinan Lee Kuan Yeuw muncul sebagai kekuatan sosial politik di Singapura, ia sangat vocal menentang politik ketuanan Melayu, sehingga pada akhirnya Singapura dikeluarkan dari negara federasi Malaya tahun 1960-an. Kuatnya dominasi politik dari kaum China peranakan tidak bisa dilepaskan dari akar sejarah aneksasi Singapura sebagai wilayah jajahan Inggris. Singapura adalah satu-satunya wilayah di tanah Melayu yang lepas ke tangan bangsa asing tanpa ada perlawanan sedikit-pun, karena pengkhianatan Sultan Johor yang menjual Singapura kepada Thomas Stamford Raffles pimpinan Inggris di Asia saat itu. Singapura lalu dibesarkan Inggris menjadi kekuatan perdagangan di Asia dengan perlahan menyingkirkan etnis Melayu Muslim melalui politik migrasi Inggris yang mendatangkan etnis China secara besar-besaran di tanah Tumasik itu. Inggris memanfaatkan situasi dalam negeri China kala itu yang porak poranda akibat perang Candu. Akibatnya, antara rentang waktu 1824-1860 telah terjadi peningkatan populasi sebanyak delapan kali lipat di Singapura, dimana etnis China merupakan kelompok yang paling cepat pertumbuhannya.

Berkaitan dari fakta sejarah ini, Ma’mun Murod AlBarbasy, Doktor Politik dari Universitas Indonesia (UI) menyatakan kalau mau dikritisi lebih jauh, terpilihnya Melayu dan Muslim sebagai Presiden Singapura, lebih dominan nuansa politisnya, yakni memelihara kepentingan rezim Lee Kuan Yew (Lee Hsien Loong), ketimbang mengakomodir kepentingan Melayu dan apalagi Muslim di Singapore. Apalagi sejak berdirinya, Singapura selalu dipimpin oleh Perdana Menteri beretnis China dan laki-laki, belum pernah jabatan strategis Perdana Menteri berasal dari etnis lain.
Jelas bukan Kemenangan Islam!

Siti Muslikhati – seorang dosen politik Islam dari UMY dalam forum diskusi politik Muslimah yang diselenggarakan Institut Muslimah Negarawan, 16 Oktober lalu, menyatakan “kita harus pesimis Halimah Yacob memperjuangkan kepentingan Umat Islam,” kalau melihat background kiprah politiknya Halimah adalah anak asuhnya Lee Kuan Yeuw, yang sementara keluar dari PAP karena persyaratan calon presiden menghendaki seperti itu. Siti Muslikhati juga menegaskan bahwa Halimah diangkat karena tokoh-tokoh di Singapura memandang bahwa secara pemikiran Halimah is a part of majority, dan melawan Islam radikal itu jauh lebih smooth jika datang dari orang yang secara tampilan publiknya adalah Muslim, tetapi pemikirannya bisa mereka kendalikan. “Bagaimana bisa berharap diadopsinya kepentingan Islam dalam kompromi Islam dengan ide Barat? Dan bagaimana mungkin seorang yang berjuang ikhlas untuk Islam bisa diterima dalam Sistem Demokrasi?” tutupnya dalam diskusi tersebut.

Terpilihnya Halimah Yacob hanyalah sekian dari upaya keras Singapura mengintegrasikan umat Islam ke dalam sistem politik non-Islam mereka. Mereka berharap dengan berbuat demikian mereka akan bisa menarik umat Islam menjauh dari ketaatan Islam sebagai ideologi komprehensif yang mencakup sistem pemerintahan, pemerintahan dan sistem kehidupan lainnya. Pada saat yang sama, mereka berharap bahwa jika sosok Muslimah seperti Halimah Yacob berada dalam struktur pemerintahan mereka – akan membantu mereka mengaburkan agenda sekuler-barat untuk menyerang Islam. Lee Kuan Yew pernah menyatakan pandangan kontroversial terhadap umat Islam Singapura yang termaktub dalam buku Lee Kuan Yew: Hard Truths to Keep Singapore Going. Dalam buku itu, Lee menegaskan bahwa kaum muslim Singapura menghadapi kesulitan berintegrasi karena kepatuhan mereka kepada ajaran-ajaran Islam, dan mendesak umat Muslim untuk menjadi kurang ketat dalam menjalani ketaatan Islam. “I would say today, we can integrate all religions and races except Islam,” kata Lee dalam bukunya itu.

Meski merupakan bekas koloni Inggris, Singapura, semenjak pasca perang dingin sudah menjadi bagian dari sekutu AS, sangat aktif dan berkontribusi langsung untuk mendukung proyek anti Islam dan counter – terorisme. Singapura bahkan sangat represif terhadap umat Islam yang mereka anggap radikal, misal adanya program sertifikasi da’i, larangan kumandang adzan sholat, termasuk mendeportasi mahasiswa Islam asing yang dinilai mempunyai komitmen terhadap perkembangan dakwah di Singapura. Ini tidaklah aneh, mengingat identitas pendiri negara itu yang berpihak pada kekuatan Barat imperialis dari awal. Lee Kuan Yew Lee bahkan pernah berkata Islam adalah ‘agama yang beracun’ (venomous religion), ini merupakan salah satu dari 700 dokumen Wikileaks yang bocor berasal dari Kedubes AS di Singapura.

Syaikh Abu Usamah -seorang ulama dari Palestina –  pernah mengatakan Singapura adalah Israelnya Asia Tenggara, dimana etnis non-Muslim dibesarkan dan dipelihara terjepit di antara negeri-negeri Muslim yang kaya raya. Singapura modern pun menjelma menjadi kekuatan Kapitalisme besar yang didesain sedemikian rupa, difasilitasi kekuatan militer dan dipasok modal ekonomi, agar melemahkan kekuatan Islam di kawasan. Singapura didukung negara-negara Barat terutama Amerika Serikat yang menempatkan pangkalan militernya disana. Menurut pengakuan Lee Kuan Yew sendiri, ia meniru nagara penjajah Zionis Israel dalam membangun negaranya. Bahkan sejak lama Lee Kuan Yeuw telah memiliki kedekatan dengan Zionis Israel. Padahal tanah miskin Singapura hanya punya satu kekayaan yakni posisi geografisnya semata, selebihnya Singapura hanyalah negara liliput yang sangat tergantung pada negeri Muslim contohnya air bersih dari Malaysia dan dukungan lingkungan dari Indonesia.
Pelajaran Penting untuk Muslim Asia Tenggara

Halimah Yacob dan sejarah politik Singapura harus memberikan pelajaran penting bagi negara-negara Muslim di Asia Tenggara – khususnya Indonesia dan Malaysia, bahwadominasi peran kolonial Barat untuk meminggirkan umat Islam dan merongrong kekuatan Islam di tanah Melayu Muslim telah diinvestasikan sejak lebih dari satu abad yang lalu. Muslim Melayu harus menyadari akibat fatal ketundukannya terhadap hegemoni negara-negara Barat dan kebodohan terhadap ajaran Islam justru akan semakin mengantarkan mereka pada keterpurukan hingga semakin terpinggirkan di tanah mereka sendiri. Pelajaran penting lain yang bisa dipetik adalah:

  1. Kaum Muslim perlu menyadari bahwa kepemimpinan sejati bagi umat bukan sekedar tampilan luar figur atau personal saja, umat harus lebih mendalam melihat identitas pemikiran dan kepada siapa loyalitas tokoh ini diberikan
  2. Kaum Muslim perlu punya literasi terhadap bagaimana pandangan Islam dalam mengatur sistem pemerintahan, siapa saja yang layak memenuhi kualifikasi pemimpin negara dalam pandangan Islam dan perbedaan kontras antara sistem politik Islam dengan sistem sekuler demokrasi ataupun sistem negara-bangsa.
  3. Melawan opini Islamofobia tentu tidak dapat dicapai dengan keterlibatan dalam sebuah sistem bernegara yang menyetujui bahkan mempromosikan nilai-nilai Islamofobia,
  4. Masa depan yang lebih baik bagi umat Muslim Melayu di Singapura bisa terwujud BUKAN dengan cara membuang nilai-nilai Islam kita agar bisa diterima oleh sistem politik sekuler Singapura, melainkan justru harus semakin mematuhi keyakinan Islam kita dan mendakwahkannya dalam diskusi dan debat tentang Islam di masyarakat.

Ingatlah Allah Swt Berfirman:

﴿ وَدُّوا لَوْ تَكْفُرُونَ كَمَا كَفَرُوا فَتَكُونُونَ سَوَاءً ۖ فَلَا تَتَّخِذُوا مِنْهُمْ أَوْلِيَاءَ حَتَّىٰ يُهَاجِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ

Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong (mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah...” [QS. An-Nisa: 89]
Wallahu a’lam bish showwab

*Penulis adalah Founder IMuNE dan pegiat opini Muslimah Timur Jauh

https://wordpress.com/read/blogs/130143804/posts/423

https://wordpress.com/read/feeds/68394853

Advertisements

9 Siti yang Perlu Dicontohi

9 Siti yang Perlu Dicontohi

1) Siti Khadijah
– Beliau merupakan isteri Rasulullah s.a.w yang melahirkan anak-anak Rasulullah, setia dan menyokong Rasulullah walaupun ditentang hebat oleh orang-orang kafir dan musyrik, menghantarkan makanan kepada Baginda ketika Baginda beribadat di Gua Hira’.

2) Siti Fatimah
– Anak Rasulullah yang tinggi budi pekertinya.
Sangat kasih dan setia kepada suaminya Ali karamallahu wajhah walaupun Ali miskin.
Tidur berkongsikan 1 bantal dan kadangkadang berbantalkan lengan Ali.
Rasulullah pernah berkata aku takkan maafkan kamu wahai Fatimah sehinggalah Ali maafkan kamu.

3) Siti A’ishah
– Beliau isteri Rasulullah yang paling romantik.
Sanggup berkongsi bekas makanan dan minuman dgn Rasulullah.
Di mana Nabi s.a.w minum di situ beliau akan minum menggunakan bekas yang sama.

4) Siti Hajar
– Isteri Nabi Ibrahim yang patuh kepada suami dan suruhan Allah.
Sanggup ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim atas suruhan Allah demi kebaikan.
Berjuang mencari air utk anaknya Nabi Ismail (Pengorbanan seorg ibu mithali).

5) Siti Mariam
– Wanita suci yg memang pandai menjaga kehormatan diri
dan mempunyai maruah yang tinggi sehingga rahimnya dipilih oleh Allah s.w.t
untuk mengandungkan Nabi Isa.

6) Siti Asiah
– Isteri Firaun yang tinggi imannya
dan tidak gentar dgn ujian yg dihadapinya
daripada Firaun Laknatullah.

7) Siti Aminah
– Wanita mulia yang menjadi ibu kandung Rasullullah.
Mendidik baginda menjadi insan mulia.

8) Siti Muti’ah
– Isteri yang patut dicontohi dan dijanjikan Allah syurga untuknya
kerana setianya kpd suami, menjaga makan minum, menyediakan tongkat untuk
dipukul oleh suaminya sekiranya layanannya tidak memuaskan hati,
berhias dgn cantik untuk tatapan suaminya sahaja.

9) Siti Zubaidah
– Wanita kaya dermawan yang menjadi isteri Khalifah Harun Al-Rashid.
Sanggup membelanjakan semua hartanya untuk membina terusan bagi
kegunaan orang ramai hanya niat kerana Allah s.w.t.

 

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Rayuan Sumbangan Ikhlas  Untuk  Umat Islam Di Selatan, Kemboja.

Dengan Segala Hormatnya Dan Dengan Penuh Takzim Kami Ingin Mengucapkan Jutaan Terima Kasih Dan Setinggi-tinggi Penghargaan Kepada Yang Dihormati Tan Sri / Dato’ Sri  / Datuk Seri / Datuk / Dato’ / Tuan / Puan/ Muslimin / Muslimat, Saudara / Saudari Yang Dirahmati Allah SWT  Sekalian Diatas Sokongan Dan Kepercayaan Yang Tidak Berbelah Bagi Kepada Pihak Kami Ihya Assunnah Solution

Markaz Umar Al-Khattab Di Kampung Som, Selatan Kemboja Dibawah seliaan Asian Faundation For Education And Developman memohon jasa baik semua pihak untuk membantu kami meningkatkan ekonomi anak-anak yatim  melalui melalui aktiviti pertanian dan penternakkan dengan menghulurkan sumbangan ke akaun bank Acleda Bank Plc No 0700 02129439 1 3 atau  Akaun Maybank Ihya Assunnah Solution 553131011505.

Sila hantar sms atau slip bank in ke talian 0199576237 Ustaz Amin AJK  Asian Faundation For Education And Developman ( wakil di Malaysia ) atau email kepada ihyaassunnah68@gmail.com atau Dr. Zahry (Pengurus Markaz Umar Al-Khattab-Kemboja) +855 88580 8813. Sila kunjungi kami di Kemboja dalam Program Melancung Sambil Beribadat Bersama Abu Muhsin (+855 88 6615107-Berbahasa Melayu). Banyak tempat menarik dan berbagai kemudahan di Kampung Som, Sihanoukville,Selatan Kemboja.

Sila kunjungi kami

https://muslimcambodiablog.wordpress.com/2017/12/29/asian-fondatiaon-for-education-and-development/

https://peribadirasulullah.wordpress.com/2018/02/03/melayu-champa-cambodia/

Ucapan setinggi-tinggi penghargaan kepada Jabatan Mufti Terengganu dan Majlis Perbandaran Kota Bharu-Bandar Raya Islam – MPKB-BRI ( Kelantan, Malaysia ) serta semua para sahabat yang berhati mulia kerana telah banyak membantu meringankan beban umat Islam di Selatan Kemboja, melalui Ihya Assunnah Solution.

نسأل الله العظيم ان يتقبل الله منا ومنكم صالح الآعمال وان يجعل الله فى ميزان حسناتهم .

 

Adab Dimalam Pertama

Photo

Ringkasan Adab Malam Pertama.

1.Suami mengucapkan salam kepada istri, sebagaimana contoh dari Nabi shallalahu alaihi wa sallam

2. Mencandai istri dengan memberikan minuman atau manisan, atau dengan candaan dan obrolan ringan yang mubah supaya suasana tidak agak “tegang”

3. Meletakkan tangan di kening/kepala istri dan berdoa:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَمِنْ شَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ

Allahummaa innii as-aluka min khairihaa wa khairi maa jabaltahaa alaihi
Wa ‘audzubika min syarrihaa wa syarri maa fiihaa wa syarri maa jabaltahaa alaihi

“Ya Allah, aku memohon kebaikannya dan kebaikan tabiat yang ia bawa. Dan aku berlindung dari kejelekannya dan kejelekan tabiat yang ia bawa.” (HR. Bukhari)

4. Shalat dua rakaat bersama istri (riwayat dari para salaf). Lebih menenangkan hati keduanya dan mengurangi “ketegangan” (Bacaan boleh dikeraskan, suami sebagai imam, jadi perbaiki tahsin sebelumnya ya, supaya kesan pertama… mempesona)

5. Disunnahkan bersiwak atau sikat gigi sebelumnya

6. Membaca doa akan berjima. Pendapat terkuat hanya dibaca oleh suami, dan istri harus sering mengingatkan suami agar membacanya. insyaAllah sudah hapal doanya
Bocoran:
بِسْمِ اللهِ، اَللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا.

“Dengan menyebut nama Allah, Ya Allah, jauhkanlah aku dari syaitan dan jauhkanlah syaitan dari anak yang akan Engkau karuniakan kepada kami.” (HR. Bukhari-Muslim)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Maka, apabila Allah menetapkan lahirnya seorang anak dari hubungan antara keduanya, niscaya syaitan tidak akan membahayakannya selama-lamanya.”

7. Jika ingin mengulangi (biasanya penganten baru^^), maka disunnahkan wudhu atau mandi jika ingin mengulangi, pendapat terkuat adalah suami saja yang melakukan (jangan lupa sebelum tidur, jika belum mandi wajib, sebaiknya wudhu dalam pendapat lain boleh tayammum)

Sudah kami bahas lengkap dalam tulisan “jika ingin mengulangi jima’”, silahkan baca:

https://muslimafiyah.com/setelah-menggauli-istri-suami-ingin-mengulangi-kembali-syariat-dan-medis.html

Sumber rangkuman: Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyyah Al-Muyassarah karya syaikh Al-‘Awaisyah

Semoga bermanfaat

Penyusun: Raehanul Bahraen

artikel www.muslimafiyah.com

muslimafiyah.com/ringkasan-adab-malam-pertama.html

Public

Tata cara mandi haid

Photo

Tata Cara Mandi Yang Sempurna Dan Sah

Saya mandi haidh dengan cara berikut ini:
1- Niat besuci di dalam hati tanpa diucapkan.
2- Saya mulai dengan berdiri di bawah pancuran, lalu saya menyiramkan air ke seluruh tubuh.
3- Saya mandi dan mencuci seluruh tubuh saya dengan menggunakan pembasuh dan sabung termasuk wilayah kemaluan saya.
4- Saya membasahi seluruh rambut saya dengan shampo.
5- Setelah itu saya bilas tubuh saya dari bekas shampo dan sabun, dan setelah itu saya bilas tubuh saya bagian kanan dengan air sebanyak tiga kali dan kemudian bagian kiri sebanyak tiga kali.
6- Kemudian saya berwudhu.
Belakangan ini saya mengetahui bahwa saya tidak mengikuti langkah-langkah yang benar. Mohon pendapat anda tentang apa yang saya lakukan tersebut, apakah benar atau salah? Jika keliru, mohon diberitahu bagaimana saya menyikapi kekeliruan yang terjadi sekian tahun lamanya. Apakah shalat dan puasa saya selama ini batal dan tidak diterima? Jika demikian, bagaimana saya memperbaikinya. Mohon dijelaskan bagaimana cara mandi yang benar dari haidh dan junub.

Alhamdulillah

Pertama:

Cara mandi yang telah anda sebutkan adalah benar dan sah, alhamdulillah. Akan tetapi, anda meninggalkan beberapa sunah yang tidak berpengaruh bagi keabsahan mandi anda.

Penjelasannya adalah bahwa mandi junub itu ada yang sempurna dan ada yang sekedar sah.

Adapun yang sekedar sah, maka cukup bagi seseorang melakukan yang wajib saja tanpa melakukan perkara-perkara sunah. Cukup baginya niat bersuci, kemudian meratakan siraan air ke seluruh tubuh dengan berbagai cara, apakah di bawah pancuran atau berendam di laut atau bak mandi atau berenang dan semacamnya, disertai dengan berkumur dan memasukkan air ke hidung.

Adapun mandi yang sempurna adalah dengan melakukan seperti yang dilakukan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Yaitu dengan melakukan seluruh sunah-sunah mandi.

Syekh Ibnu Utsaimin ditanya tentang sifat-sifat mandi. Maka dia menjawab;

Tata cara mandi itu ada dua; Cara yang wajib, yaitu dengan menyiram air secara merata ke seluruh tubuh, termasuk di dalamnya berkumur dan menghisap air ke hidung. Jika dia telah menyiramkan air ke seluruh tubuh, dengan cara apapun, maka terangkatlah hadats besar darinya dan sempurnalah kesuciannya. Berdasarkan firman Allah Ta’ala,

وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا (سورة المائدة: 6)

“Dan jika kamu junub Maka mandilah,.” (QS. Al-Maidah: 6)

Kedua: Cara yang sempurna. Yaitu dengan cara mandi sebagaimana mandinya Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Jika dia ingin mandi junub, maka dia harus mencuci kedua telapak tangannya, kemudian membersihkan kemaluannya dan kotoran junub, kemudian berwudhu secara sempurna, lalu membasuh kepalanya sebanyak tiga kali, kemudian menyiram seluruh tubuhnya yang lain. Inilah tata cara mandi yang sempurn.” (Fatawa Arkanul Islam, hal. 248)

Kedua: Tidak ada perbedaan antara mandi junub dan mandi haidh. Hanya saja, dalam mandi haidh disunahkan lebih kuat menekan-nekan bagian rambutnya dari mandi junub. Disunahkan pula bagi wanita untuk mengenakan wewangian di tempat keluarnya darah untuk menghilangkan aroma tak sedap.

Imam Muslim (no. 332) meriwayatkan dari Aisyah radhiallahu anhu bahwa Asma radhiallahu anha bertanya kepad Rasulullah shallallahu alaih wa sallam tentang mandi haidh. Maka beliau bersabda,

تَأْخُذُ إِحْدَاكُنَّ مَاءَهَا وَسِدْرَتَهَا ، فَتَطَهَّرُ فَتُحْسِنُ الطُّهُورَ ، ثُمَّ تَصُبُّ عَلَى رَأْسِهَا فَتَدْلُكُهُ دَلْكًا شَدِيدًا ، حَتَّى تَبْلُغَ شُؤُونَ رَأْسِهَا ، ثُمَّ تَصُبُّ عَلَيْهَا الْمَاءَ ، ثُمَّ تَأْخُذُ فِرْصَةً مُمَسَّكَةً فَتَطَهَّرُ بِهَا ، فَقَالَتْ أَسْمَاءُ : وَكَيْفَ تَطَهَّرُ بِهَا ؟ فَقَالَ : سُبْحَانَ اللَّهِ ! تَطَهَّرِينَ بِهَا ! فَقَالَتْ عَائِشَةُ كَأَنَّهَا تُخْفِي ذَلِكَ : تَتَبَّعِينَ أَثَرَ الدَّمِ

“Hendaknya salah seorang dari kalian menyiapkan air dan sidr. Lalu bersuci (berwudhu) dengan baik. Kemudian tuangkan air di kepalanya dan diurut-urut dengan kuat hingga masuk ke pangkal rambut. Kemudian tuangkan air di atasnya. Kemudian ambil kapas yang telah diberi minyak kesturi, lalu sucikanlah dengannya. Asma berkata, ‘Bagaimana bersucinya?’ Beliau berkata, ‘Subhaanalah, bersucilah dengannya! Aisyah berkata, ‘Tampaknya beliau suaranya pelan, maksudnya adalah bersihkan bekas tempat keluar darah.”

Kemudian Asma juga bertanya tentang mandi junub. Maka beliau bersabda, “Engkau ambil air, hendaknya engkau bersuci dengan baik. Kemudian tuangkan air di atas kepala lalu dipijit-pijit hingga sampai dasar kepala, kemudian tuangkan air.”

Aisyah berkata,

نِعْمَ النِّسَاءُ نِسَاءُ الْأَنْصَارِ ، لَمْ يَكُنْ يَمْنَعُهُنَّ الْحَيَاءُ أَنْ يَتَفَقَّهْنَ فِي الدِّين

“Sebaik-baik wanita, wanita adalah wanita Anshar, rasa malu mereka tidak menghalangi mereka untuk memahami agama.”

Rasulullah shallallahu alaihi wa slalam membedakan antara mandi haid dan mandi junub, dalam masalah memijit rambut dan menggunakan wewangian.

Ketiga:

Membaca tasmiah (bismillah) saat mulai berwudhu dan mandi adalah sunah berdasarkan pendapat jumhur ulama. Bahkan ulama di kalangan mazhab Hambali menyatakan wajib.

Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah, “Tasmiah menurut mazhab (hambali) adalah wajib seperti wudhu, tidak ada nash dalam masalah ini, akan tetapi mereka berkata, diwajibkan dalam wudhu, maka saat mandi junub lebih utama (kewajibannya), karena dia adalah suci dari hadats besar.

Yang benar adalah bahwa tasmiah bukan merupakan kewajiban, tidak dalam berwudhu, tidak pula dalam mandi. (Asy-Syarh Al-Mumti)

Sumber islamq

Ittibaus Salaf

Moderator