Arkib Kategori: Uncategorized

3 Kunci Memasuki Syurga Allah SWT

Sebagaimana Janji Allah kepada Mukmin baik Laki laki maupun Perempuan dalam Al Qur’an Surat At Taubah ; 72, yaitu :

 

وَعَدَ اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ۚ وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ أَكْبَرُ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

 

“Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga ‘Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar.” (Q. S. At Taubah : 72)

 

Surga ‘Adn adalah VIP nya Surga karena di sana kita akan berkumpul dengan Rasulullah dan para sahabat dan muslimin terbaik selama di dunia dengan berbagai Fasilitas mewah yang Allah sediakan kepada hambaNya.

 

Namun untuk bisa Memasuki Surga VIP tersebut seorang Mukmin harus memiliki 3 Anak Kunci ini yang telah diberikan kepada Rasulullah untuk dibagikan kepada Ummat Islam, ada pun yang dimaksud 3 Anak Kunci tersebut adalah sebagai berikut :

 

 

 Kunci ke 1 >> Memperbanyak Sujud kepada Allah

Dari Rabi’ah bin Ka’ab al-Aslami radhiyallahu ‘anhu dia berkata :

كُنْتُ أَبِيتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَتَيْتُهُ بِوَضُوئِهِ وَحَاجَتِهِ فَقَالَ لِي سَلْ فَقُلْتُ أَسْأَلُكَ مُرَافَقَتَكَ فِي الْجَنَّةِ قَالَ أَوْ غَيْرَ ذَلِكَ قُلْتُ هُوَ ذَاكَ قَالَ فَأَعِنِّي عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ

“Saya bermalam bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu aku membawakan air wudhunya dan air untuk hajatnya, maka beliau bersabda kepadaku, ‘Mintalah kepadaku.’ Maka aku berkata, ‘Aku meminta kepadamu agar aku menemanimu di surga -dia berkata, ‘Atau dia selain itu’. Aku menjawab, ‘Itulah yang dia katakan-maka beliau menjawab, ‘Bantulah aku untuk mewujudkan keinginanmu dengan banyak melakukan sujud’.” (HR. Muslim : 754)

 Pelajaran dari Hadist :

Pertama : Memperbanyak sujud dalam hadits di atas maksudnya adalah memperbanyak sholat sunnah. Berkata an-Nawawi di dalam Syareh Shahih Muslim ( 4 / 206  ) :

“ Hadist di atas terdapat anjuran untuk memperbanyak sujud, dan yang dimaksud sujud di sini adalah sujud di dalam sholat.  Hadist ini merupakan dalil bahwa memperbanyak sujud lebih utama dari memperpanjang ketika berdiri. “

Kedua : Bersujud menjadi salah satu jalan menuju syurga karena sujud merupakan posisi di mana seorang hamba paling dekat dengan Allah.  Sebagaimana tersebut dalam hadist Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

أقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ ، فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

 “ Posisi hamba yang paling dekat dengan Rabb-nya adalah ketika dia bersujud, maka perbanyaklah doa di dalamnya.” ( HR.Muslim, 483 )

Hadist ini sesuai dengan firman Allah :

وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ

“ Dan sujud dan mendekatlah . “ ( Qs. al-‘Alaq : 19 )

Ketiga : Sujud merupakan simbol tawadhu’ dan ibadah kepada Allah, karena ketika sujud seseornag meletakkan anggota badan yang paling dia muliakan dan yang paling tinggi posisinya, yang kemudian begitu saja diletakkan di atas tanah yang diinjak setiap hari.

Keempat : Hadist di atas menunjukkan bahwa seseorang yang menyatakan cintanya kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam harus dibuktikan dengan memperbanyak sujud kepada Allah. Dan barang siapa yang menyatakan cintanya kepada Allah, maka harus mengikuti tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Berkata al-Munawi di dalam Faidhu al-Qadir (  4/440) :

وفيه أن مرافقة المصطفى صلى الله عليه وسلم في الجنة من الدرجات العالية التي لا مطمع في الوصول إليها إلا بحضور الزلفى عند الله في الدنيا بكثرة السجود انظر أيها المتأمل في هذه الشريطة وارتباط القرينتين لتقف على سر دقيق فإن من أراد مرافقة الرسول صلى الله عليه وسلم لا يناله إلا بالقرب من الله ومن رام قرب الله لم ينله إلا بقرب حبيبه  (قل إن كنتم تحبون الله فاتبعوني يحببكم الله) أوقع متابعة الرسول صلى الله عليه وسلم بين المحبتين وذلك أن محبة العبد منوطة بمتابعته ومحبة الله العبد متوقفة على متابعة رسوله صلى الله عليه وسلم.

“ Dalam hadist tersebut diterangkan bahwa menemani Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam di syurga merupakan derajat yang tinggi yang tidak bisa dicapai kecuali dengan mendekatkan diri kepada Allah dengan cara memperbanyak sujud.  Maka lihatlah, wahai pemerhati terhadap syarat ini dan hubungannya antara dua indikasi, agar anda mengetahui suatu rahasia yang sangat halus, bahwa barang siapa yang menginginkan untuk menemani Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka tidak akan mendapatkannya kecuali dengan mendekatkan diri kepada Allah. Dan barang siapa ingin dekat dengan Allah, maka tidak akan mendapatkannya kecuali harus mendekati orang yang dicintainya ( yaitu nabi Muhammadshallallahu ‘alaihi wa sallam ) Allah berfirman ( Qs. Ali Imran : 31 ) : ( Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” .) Di sini mencintai Rasul terletak antara dua kecintaan. Hal itu karena kecintaan hamba tergantung kepada keikutannya ( kepada Rasulullah ). Dan kecintaan Allah kepada hamba tergantung kepada keikutannya ( kepada Rasulullah ). “

Kelima : Memperbanyak sujud adalah salah satu aktivitas yang menyehatkan otak manusia. Dr.Fidelma O Leary, Ph d,  Neuroscience dari St. Edward’s University, dalam penelitiannya menemukan sejumlah fakta, diantaranya bahwa aktivitas sujud ternyata membawa dampak positif di dalam kesehatan.. Dalam penelitiannya ditemukan bahwa ada beberapa urat syaraf di dalam otak manusia yang tidak dimasuki darah. Urat syaraf ini baru bisa dimasuki darah pada saat manusia bersujud.  Dan yang lebih mengejutkan lagi, bahwa urat syaraf ini hanya memerlukan darah pada waktu-waktu tertentu saja, yaitu pada waktu-waktu shalat lima waktu.

Menurut Prof. Hembing,  bahwa jantung letaknya di bawah otak, maka   dia hanya mampu menyalurkan 20% darah ke otak manusia,  dengan memperbanyak sujud, apalagi jika sujudnya lama, maka hal itu akan menambah kekuatan aliran darah ke otak . Hal itu karena pada sujud, jantung manusia sedang berada di atas otak kepala, sehingga darah bisa mengalir ke otak secara maksimal.

Dr. Muhammad Dhiyauddin Hamid, seorang dosen ilmu biologi dan ketua departemen radiasi makanan di pusat teknologi radiasi Kairo, dalam penelitiannya menemukan bahwa sujud bisa menyembuhkan penyakit  nervous, ( salah satu jenis penyakit penyimpangan perilaku, seperti grogi, gelisah, dan takut)

 

KUNCI ke 2 >>  HILANGKAN PENYAKIT HATI

 

Hati (bahasa Arab Qalbu) adalah bagian yang sangat penting daripada manusia. Jika hati kita baik, maka baik pula seluruh amal kita:

Rasulullah saw. bersabda, “….Bahwa dalam diri setiap manusia terdapat segumpal daging, apabila ia baik maka baik pula seluruh amalnya, dan apabila ia itu rusak maka rusak pula seluruh perbuatannya. Gumpalan daging itu adalah hati.” (HR Imam Al-Bukhari)

Sebaliknya, orang yang dalam hatinya ada penyakit, sulit menerima kebenaran dan akan mati dalam keadaan kafir.

“Orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya yang telah ada dan mereka mati dalam keadaan kafir.” [At Taubah 125]

Oleh karena itu penyakit hati jauh lebih berbahaya daripada penyakit fisik karena bisa mengakibatkan kesengsaraan di neraka yang abadi.

Kita perlu mengenal beberapa penyakit hati yang berbahaya serta bagaimana cara menyembuhkannya.

Sombong

Sering orang karena jabatan, kekayaan, atau pun kepintaran akhirnya menjadi sombong dan menganggap rendah orang lain. Bahkan Fir’aun yang takabbur sampai-sampai menganggap rendah Allah dan menganggap dirinya sebagai Tuhan. Kenyataannya Fir’aun adalah manusia yang akhirnya bisa mati karena tenggelam di laut.

Allah melarang kita untuk menjadi sombong:

“Janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” [Al Israa’ 37]

“Janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia karena sombong dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” [Luqman 18]

Allah menyediakan neraka jahannam bagi orang yang sombong:

“Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahannam, sedang kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong .” [Al Mu’min 76]

Kita tidak boleh sombong karena saat kita lahir kita tidak punya kekuasaan apa-apa. Kita tidak punya kekayaan apa-apa. Bahkan pakaian pun tidak. Kecerdasan pun kita tidak punya. Namun karena kasih-sayang orang tua-lah kita akhirnya jadi dewasa.

Begitu pula saat kita mati, segala jabatan dan kekayaan kita lepas dari kita. Kita dikubur dalam lubang yang sempit dengan pakaian seadanya yang nanti akan lapuk dimakan zaman.

Imam Al Ghazali dalam kitab Ihya’ “Uluumuddiin menyatakan bahwa manusia janganlah sombong karena sesungguhnya manusia diciptakan dari air mani yang hina dan dari tempat yang sama dengan tempat keluarnya kotoran.

Bukankah Allah mengatakan pada kita bahwa kita diciptakan dari air mani yang hina:

“Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina?” [Al Mursalaat 20]

Saat hidup pun kita membawa beberapa kilogram kotoran di badan kita. Jadi bagaimana mungkin kita masih bersikap sombong?

‘Ujub (Kagum akan diri sendiri)

Ini mirip dengan sombong. Kita merasa bangga atau kagum akan diri kita sendiri. Padahal seharusnya kita tahu bahwa semua nikmat yang kita dapat itu berasal dari Allah.

Jika kita mendapat keberhasilan atau pujian dari orang, janganlah ‘ujub. Sebaliknya ucapkan “Alhamdulillah” karena segala puji itu hanya untuk Allah.

Iri dan Dengki

Allah melarang kita iri pada yang lain karena rezeki yang mereka dapat itu sesuai dengan usaha mereka dan juga sudah jadi ketentuan Allah.

“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” [An Nisaa’ 32]

Iri hanya boleh dalam 2 hal. Yaitu dalam hal bersedekah dan ilmu.

Tidak ada iri hati kecuali terhadap dua perkara, yakni seorang yang diberi Allah harta lalu dia belanjakan pada jalan yang benar, dan seorang diberi Allah ilmu dan kebijaksaan lalu dia melaksanakan dan mengajarkannya. (HR. Bukhari)

Jika kita mengagumi milik orang lain, agar terhindar dari iri hendaknya mendoakan agar yang bersangkutan dilimpahi berkah.

Apabila seorang melihat dirinya, harta miliknya atau saudaranya sesuatu yang menarik hatinya (dikaguminya) maka hendaklah dia mendoakannya dengan limpahan barokah. Sesungguhnya pengaruh iri adalah benar. (HR. Abu Ya’la)

Dengki lebih parah dari iri. Orang yang dengki ini merasa susah jika melihat orang lain senang. Dan merasa senang jika orang lain susah. Tak jarang dia berusaha mencelakakan orang yang dia dengki baik dengan lisan, tulisan, atau pun perbuatan. Oleh karena itu Allah menyuruh kita berlindung dari kejahatan orang yang dengki:

“Dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki.” [Al Falaq 5]

Kedengkian bisa menghancurkan pahala-pahala kita.

Waspadalah terhadap hasud (iri dan dengki), sesungguhnya hasud mengikis pahala-pahala sebagaimana api memakan kayu. (HR. Abu Dawud)

 

Kunci ke 3 >> Ber-SEDEKAH-lah dijalan ALLAH.

 

Islam menganjurkan para penganutnya untuk berlomba-lomba bersedekah dan membelanjakan harta untuk amal-amal sosial. Rasa solidaritas dan gotong royong dipupuk dan ditanamkan dalam hati dan jiwa kaum muslimin melalui ayat-ayat Qur’an dan hadits-hadits Rasulullah sebagaimana difirmankan oleh Allah swt.:

 

Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik(menafkahkan hartanya di jalan Allah), Maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.” (Al-Baqarah 245).

 

Ayat ini menetapkan bahwa orang yang memberi harta dan atau pertolongan kepada orang yang butuh dan yang tidak punya, ia sebenarnya memberi pinjaman kepada Allah dan berhubungan dengan Dia, dan bahwa Dialah yang akan membayarnya kembali berlipat ganda berupa barakah dan pertumbuhan rezki. Barakah dan pertumbuhan rezki itu dijelaskan dalam ayat tersebut di bawah:

 

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah[166] adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui.”(Al-Baqarah 261).

 

Seirama dengan maksud ayat tersebut di atas bersabdalah Rasulullah saw.:

 

من تصدّق بعدل تمرة من كسب طيّب ولا يقبل الله إلاّ الطّيّب، وإنّ الله تعالى تتقبّلها بيمينه ثمّ يربّيها كما يربّى أحدكم فلوّه حتّى تكون مثل الجبل.

 

“Barangsiapa bersedekah dengan senilai sebuah kurma, yang dikeluarkannya dari harta yang baik (halal) dan Allah tidak menerima melainkan barang yang baik, maka Allah akan menerima sedekah itu dengan kanan-Nya, lalu dipeliharanya seperti salah seorang daripada kamu memelihara anak ontanya sampai menjadi besar dan gunung.

 

Sesungguhnya harta kekayaan itu adalah barang titipan yang dititipkan oleh Allah kepada orang-orang yang memilikinya dan yang swaktu-waktu dapat dicabut daripadanya. Pemilik-pemilik itu adalah sebagai penguasa Allah atas harta milik itu untuk digunakannya bagi menutup kebutuhan orang-orang yang butuh dan meringankan kesengsaraan orang-orang yang menderita serta membelanjakannya pada usaha-usaha sosial yang ada hubungannya dengan kepentingan umum dan hajat hidup orang banyak dan yang dapat memberi kehidupan yang layak dan tingkat kesejahteraan yang tinggi bagi umat dan negara.

 

Allah swt. berfirman:

 

“Dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.” (Al-Hadid 7).

 

“Dan mengapa kamu tidak menafkahkan (sebagian hartamu) pada jalan Allah, Padahal Allah-lah yang mempusakai (mempunyai) langit dan bumi.” (Al-Hadid 10).
Harta benda dan harta kekayaan mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap jiwa dan hati seseorang dan tidak jarang merangsangnnya untuk melakukan tingkah laku dan tindakan-tindakan yang membinasakan dirinya sendiri. Di samping itu pengaruh cinta harta benda dapat mengubah mental manusia dan menjadikannya seorang yang bakhil, serakah, egoistis dan pengecut serta lain-lain sifat yang bertentangan dengan fitrah dan tabiat yang baik. Maka untuk menipiskan cinta yang berlebihan kepada harta kekayaan, Allah melatih hamba-hamba-Nya agar beramal sosial dan melakukan kebaktian dengan harta-bendanya, sehingga dengan berbuat demikian ia dapat membebaskan dirinya dari pengaruh harta yang merusak itu.

 

Berfirman Allah swt.:

 

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. dan apa saja yang kamu nafkahkan Maka Sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (Ali-Imran 92).

 

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan[658] dan mensucikan[659] mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui. (At-Taubah 103).

 

Mereka yang suka memberi pertolongan kepada sesama manusia dan mengulurkan tangan memberi sedekah dan bantuan kepada yang membutuhkannya akan memperoleh barakah dari Tuhan dan do’a dari para malaikat. Bersabda Rasulullah saw.:

 

ما من يوم يصبح العباد فيه إلاّ وملكان ينزلان، فيقول أحدهما: اللهمّ أعط منفقا خلفا، ويقول الأخر: اللهمّ أعط ممسكا تلفا.

 

“Tiada suatu pagi hari berlalu melainkan ada dua malaikat turun. Berkata satu di antara dua malaikat itu: “Ya Allah berilah ganti kepada orang yang menafkahkan hartanya,”

 

sedang yang lain berkata: “Ya Allah berilah kebinasaan kepada harta orang yang menggenggamnya (Tidak menafkahkannya).”

 

خيرالنّاس أنفعهم للنّاس.

 

“Sebaik-baik manusia ialah yang paling bermanfaat bagi sesama manusia.”

 

Orang-orang yang berbudi baik (dermawan) selalu berada di bawah lindungan Allah, dilindunginya dari kejahatan dan dari bencana-bencana yang menimpa. Bersabda Rasulullah saw.:

 

صنائع المعروف تقي مصارع السّوء والصّدقة فى خفاء تطفئ غضب الرّبّ وصلة الرّحم تزيد فى العمر وكلّ معروف صدقة وأهل المعروف فى الدّنياهم أهل المعروف فى الأخرة وأهل المنكر فى الدّنياهم أهل المنكر فى الأخرة وأوّل من يدخل الجنّة أهل المعروف

 

“Amal-amal kebajikan dapat mencegah kejahatan yang akan menimpa. Dan sedekah yang disembunyikan memadamkan murka Tuhan. Silaturahmi menambah umur dan tiap perbuatan baik adalah sedekah. Ahli-ahli kebajikan di dunia merekalah juga ahli kebajika di akhirat dan ahli-ahli mungkar di dunia merekalah juga ahli-ahli mungkar di akhirat. Dan yang pertam akan masuk syurga ialah ahli-ahli kebajika (orang-orang yang baik budi).”

 

Hendaklah tiap orang berusaha sekuat tenaganya berbuat baik dan berlomba-lomba melakukan amal-amal kebajikan.

 

Bersabda Rasulullah saw.:

 

على كلّ مسلم صدقة: قالوا: يانبيّ الله فمن لم يجد؟ قال: يعمل بيده فينفع نفسه ويتصدّق، قالوا فإن لم يجد؟ قال: يعين ذاالحاجة الملهوف، قالوا فإن لم يجد؟ قال: فليعمل بالمعروف وليمسك عن الشّرّ فإنّهاله صدقة

 

“Hendaklah tiap muslim bersedekah, bertanya para sahabat: “Hai Nabi Allah, jika tidak ada yang disedekahkan?” Bersabda Rasulullah saw.: “Bekkerja dengan tangannya memanfaatkan dirinya dan bersedekah.” “Jika tidak dapat?” bertanya lagi para sahabat. “Menolong orang yang berkebutuhan yang sedang payah,” jawab Rasulullah.. “Jika tidak dapat?, tanya lagi para sahabat, yang dijawab oleh Rasulullah dengan sabdanya: “Hendaklah beramal kebajikan, menahan diri dari perbuatan yang buruk dan itulah sudah merupakan sedekah.”

 

Diriwayatkan oleh Abu Dzar Elghifari r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda:

 

على كلّ نفس في كلّ يوم طلعت فيه الشّمس صدقة منه على نفسه قلت يارسول الله من أين نتصدّق وليس لنا أموال؟ قال: من أبواب الصّدقة التّكبير وسبحان الله والحمد لله ولا إله إلاّالله وأستغفرالله وتأمر بالمعروف وتنهى عن المنكر وتعزل الشّوك عن طريق النّاس والعظم والحجر وتهدى الأعمى وتسمع الأصمّ والأبكم حتّى يفقه وتدلّ المستدلّ على حاجة له قد علمت مكانها وتسعى بشدّ ساقيك إلى اللّهفان وترفع بشدّ ذراعيك مع الضّعيف، كلّ ذلك من أبواب الصّدقة على نفسك

 

“Pada tiap hari di kala matahari terbit, tiap jiwa diwajibkan bersedekah.”Bertanya Abu Dzar: “Bagaimana kami bersedekah sedang kami tidak mempunyai harta?” Rasulullah menjawab: “Di antara pintu-pintu sedekah, ialah bertakbir, bertasbih, bertahmid, bertasyahud, beristighfar, beramal ma’ruf bernahi mungkar, menyingkirkan rintangan-rintangan di jalan yang dilalui orang seperti duri, tulang dan batu dan menuntun orang buta, memberi pengertian kepada orang yang tuli dan bisu sampai mengerti, memberi petunjuk kepada orang yang mencari sesuatu yang engkau tahu tempatnya, mendatangi orang yang mminta tolong yang susah, payah dan lemah dengan menyingsing baju dan betis, semuanya itu adalah merupakan sedekah bagi dirimu.”

 

Dan dalam sebuah hadits qudsi:

 

إنّ الله عزّ وجلّ يقول يوم القيامة: ياابن أدم مرضت فلم تعدنى، قال ياربّ كيف أعودك وأنت ربّ العالمين، قال: أما علمت أنّ عبدى فلانا مرض فلم تعده، أمالوعدته لوجد تنى عنده. ياابن أدم إستطعمتك فلم تطعمنى، قال ياربّ كيف أطمك وأنت ربّ العالمين؟ قال: أما علمت أنّه استطعمتك عبدى فلان فلم تطعمه، أما علمت أنّك لو اطعمته لو جدت ذلك عندى. ياابن أدم إستسقيتك فلم تسقنى، قال ياربّ كيف أسقيك وأت ربّ العالمين، قال إستسقاك عبدى فلان فلم تسقه، أما إنّك لو سقيته لوجدت ذلك عندى

 

“Berfimanlah Allah swt. pada hari kiamat: “Hai anak Adam, aku sakit, engkau tidak menjenguk-Ku,” Berkata Ibnu Adam: “Bagaimana aku dapat menjenguk-Mu padahal Engkau adalah Tuhan seru sekalian alam.” Berfirman Allah: “Tidakkah engkau tahu bahwa hamba-Ku Fulan sakit dan tidak engkau jenguk, padahal kalau menjenguknya, engkau akan mendapatkan Aku padanya.” “Hai anak Adam”, Allah berfirman, “Aku telah minta makan kepadamu dan engkau tidak memberinya.” Anak Adam menjawab: “Bagaimana aku memberi makan pada-Mu padahal Engkau adalah Tuhan seru sekalian alam?” Allah berfirman: “Tidakkah engkau tahu bahwa hamba-Ku Fulan minta makan dari padamu dan engkau tidak memberinya, tidakkah engkau tahu bahwa kalau engkau memberi makan padanya engkau akan mendapatkan Aku padanya.” Allah berfirman: “Hai Anak Adam, Aku minum kepadamu dan engkau tidak memberinya.” Anak Adam menjawab: “Ya Tuhanku, Bagaimana aku memberi minum kepada-Mu padahal Engkau adalah Tuhan seru sekalian alam?” Berfirman Allah: “Hamba-Ku Fulan minta minum kepadamu dan engkau tidak memberinya, andaikan engkau memberinya niscaya engkau akan menemukannya pada-Ku.

*Kenapa Seorang Mayit Memilih “BERSEDEKAH” Jika Bisa Kembali Hidup ke Dunia?*
______________________________

Sebagaimana firman Allah:

رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ

*”Wahai Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda [kematian]ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah…”* {QS. Al Munafiqun: 10}

Kenapa dia tdk mengatakan,
*”Maka aku dapat melaksanakan umroh”* atau
*”Maka aku dapat melakukan sholat atau puasa”* dll?

Berkata para ulama,
*Tidaklah seorang mayit menyebutkan “sedekah” kecuali karena dia melihat besarnya pahala dan imbas baiknya setelah dia meninggal…*

Maka, perbanyaklah bersedekah, karena seorang mukmin akan berada dibawah naungan sedekahnnya. Ini Juga alasanya kenapa Sedekah Itu adalah Jalan Tol nya menuju Surga VIP (Surga ’Adn) yang dijanjikan oleh Allah subhana wa ta’ala.

Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam bersabda,

*“Setiap orang akan berada di bawah naungan sedekahnya, hingga diputuskan perkara-perkara di antara manusia.”* (HR. Ahmad)

Dan, bersedekah-lah atas nama orang-orang yg sudah meninggal diantara kalian, karena sesungguhnya mereka sangat berharap kembali ke dunia untuk bisa bersedekah dan beramal shalih, maka wujudkanlah harapan mereka…

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwasanya ada seseorang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian dia mengatakan,

*“Wahai Rasulullah, sesungguhnya Ibuku tiba-tiba saja meninggal dunia dan tidak sempat menyampaikan wasiat padaku. Seandainya dia ingin menyampaikan wasiat, pasti dia akan mewasiatkan agar bersedekah untuknya. Apakah Ibuku akan mendapat pahala jika aku bersedekah untuknya?* Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, *“Iya”*. (HR. Bukhari & Muslim) *

Dan, biasakan, ajarkan anak-anak kalian untuk bersedekah…

https://cahyaimancahayakebenaranislam.wordpress.com/2016/09/01/cahaya-mukmin-inilah-3-kunci-rahasia-memasuki-surga-adn-surga-vip-yang-disediakan-allah-sehingga-dapat-berkumpul-bersama-rasulullah/

https://cahyaimancahayakebenaranislam.wordpress.com/

 

Advertisements

Mati Dan Bukti Dari Sains

133945_al-quran_663_382

1378081_4790030607689_1340053339_n

DALAM tiap sel tubuh manusia ternyata ada sebuah sistem waktu yang bertugas mengontrol seluruh proses, mulai dari lahir hingga kematian. Para ilmuwan menyebutnya sistem kematian sel, sebuah sistem yang bergerak dan berbunyi untuk mengatur tiap sel tubuh manusia termasuk detak jantung. Sebuah sistem yang juga tidak mamapu menambah atau mengurangi, sehingga ketika berada diakhir waktu/ketukan, maka kematian datang setelahnya dan tidak pernah bisa ditunda.

فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

“Maka jika datang waktu kematian mereka, tidak bisa mereka tunda dan dan mendahulukannya sedetikpun,”[QS. An-Nahl: 61].

Setelah penelitian panjangnya, para ilmuwan menegaskan bahwa kematian adalah makhluk seperti halnya kehidupan, dan seakan kematian itu adalah dasar utamanya. Dan hal tersebut dapat ditemukan isyaratnya dalam ayat Al-Quran:

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

“Dialah Allah yang menciptakan kematian dan kehidupan, untuk menguji siapa diantara kalian yang terbaik amalnya”. [QS. Al-Mulk:2]

Jadi kematian adalah makhluk, dan inilah yang ditegaskan oleh para ilmuwan dan ini pula yang telah ditegaskan oleh Al-Quran. Pertanyaannya adalah dari mana Nabi saw mendapatkan ilmu ini jika bukan dari sisi Allah?

Mayoritas para ilmuwan menegaskan bahwa masa tua adalah cara terbaik untuk mengakhiri kehidupan manusia secara alami, jika tidak, maka setiap upaya untuk memperpanjang hidup di atas batas-batas tertentu akan memberikan banyak penyebabnya, misalnya terserang penyakit atau kecelakaan, para ilmuwan mengatakan: “Setiap usaha untuk mencapai keabadian bertentangan dengan alam.” Para ilmuwan telah menyimpulkan hasilnya, yaitu bahwa meskipun menghabiskan miliaran dolar untuk dapat berumur panjang sampai usia, tetap saja tidak akan membuahkan hasil dan manfaat. Inilah yang pernah diisyaratkan oleh Nabi Muhammad saw, beliau bersabda:

تَدَاوَوْا يَا عِبَادَ اللهِ، فَإِنَّ اللهَ لَمْ يَضَعْ دَاءً إِلاَّ وَضَعَ لَهُ شَفَاءً إِلاَّ دَاءً وَاحِداً: الْهَرَمُ

“Berobatlah wahai hamba-hamba Allah, karena Allah tidak pernah memberikan suatu penyakit kecuali Allah berikan penawarnya kecuali satu masa tua,” [Diriwayatkan oleh Ahmad].

Demikianlah fakta ilmu baru datang yang belum dikenal sebelumnya membuktikan dan mengkonfirmasikan kebenaran sabda Nabi saw dan kebenaran risalah Islam dalam Al-Qur’an. [kaheel7]

PARA dokter ahli terutama jantung menegaskan bahwa fenomena kematian mendadak banyak terjad di tahun-tahun belakangan, meski tindakan pencegahan dan antisipasi juga semakin meningkat. Sebuah fakta medis yang tidak terbantahkan dan membuktikan perkataan Rasulullah saw:

إَنَّ مِنْ أَمَارَاتِ السَّاعَةِ أَنْ يُظْهِرَ مَوْتِ الْفَجْأَةِ

“Bahwa diantara tanda-tanda yang dekatnya hari kiamat adalah merebaknya kematian mendadak” (At-Thabrani).

Para ilmuwan mengkonfirmasi bahwa kematian berawal dari dalam sperma, dan berkembang di dalamnya sejak manusia dalam rahim. Mereka mengatakan: kematian diciptakan dalam setiap unsur sel seperti katup pengaman yang mengontrol kehidupan sel, setelah semua terpecah dan mengubah ukuran unsur-unsur tersebut, maka ketika semakin pendek ukurannya maka kematian semakin dekat, dan pada ukuran tertentu sel reproduksi akan berhenti dan mati, dan itulah yang dibuktikan melalui Al-Quran, Allah berfirman:

“Kami telah memperkirakan kematian di antara kalian dan kami tidak mendahuluinya,” (QS. Al-Waqi’ah: 60).

Maksudnya adalah bahwa Allah SWT menempatkan sistem yang terprogram untuk proses kematian, sehingga para ilmuwan membuat satu istilah ilmiah baru tentang kematian sel yang disebutkan, sesuai dengan fakta-fakta ilmiah, dan ini membuktikan akan mukjizat Al-Quran.

Terjadi pada setiap sel tubuh, berbagai tindakan yang disebut oleh para ilmuwan bahwa tindakan degeneratif terjadi setelah periode tertentu dari kehidupan sel. Karena itu, sel akan terus berkembang dan membesar lalu mulai melakukan aktivitasnya, namun setelah usia tertentu mulai terjadi tindakan degeneratif di dalam sel, sehingga para ilmuwan mengatakan bahwa proses ini tidak dapat dihentikan, tetapi yang menghentikan proses ini adalah kematian, karena kematian telah terprogram, sel ini misalnya, akan mati setelah (sepuluh hari), meskipun kita berusaha untuk menghentikan proses degenerasi, sel akan tetap mati, dan inilah kebenaran yang disebutkan dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:

وَمَنْ نُعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِي الْخَلْقِ أَفَلا يَعْقِلُونَ

“Dan Barangsiapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan Dia kepada kejadian(nya). Maka Apakah mereka tidak memikirkan?” (QS. Yasin: 68).

Kata “Nunakkishu” (Kami kembalikan) yang menggambarkan ungkapan yang cermat degeneratif pada sel-sel otak, hati, jantung, dan dalam semua sel manusia ada tindakan degeneratif selalu berakhir dengan kematian.

” …dimanapun Anda berada maka kematian akan tetap menjemput Anda,” (QS. An-Nisa: 78).

LIHATLAH sinyal-sinyal dari ayat di atas, pesan yang tersembunyi dibaliknya adalah peringatan bagi siapapun untuk kembali ke Pencipta yang Maha Kuasa dan Pencipta yang Maha Agung, yakni Allah SWT.

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,” (QS. Al-Mulk:2).

Diantara Rahmat Allah diciptakannya kematian bahwa segala sesuatu memeiliki akhir, Allah SWT berfirman:

كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلا وَجْهَهُ

“Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah,” (QS. Al-Qashash: 88).

Namun apa yang dikatakan para ilmuan tentang kematian? Ahli biologi saat ini menjelaskan bahwa kematian sama pentingnya dengan kehidupan. Dikaitkan dengan fakta-fakta yang ada, mereka mengungkapkan bahwa dalam setiap sel yang ada dalam tubuh manusia memiliki waktu biologis atau waktu tumbuh.

Menurut data statistik PBB, setiap tahunnya ada lebih dari 700.000 orang melakukan bunuh diri, ada ratusan ribu tewas dalam kecelakaan kebakaran, kecelakaan lalu lintas, pembunuhan. Ada jumlah tertentu yang mati akibat penyakit jantung, di Amerika Serikat meninggal hingga 700.000 orang dan setengah dari jumlah tersebut ada yang mati secara tiba-tiba, ada jumlah tertentu yang mati akibat kanker kulit, kanker payudara dan kanker paru-paru. Seakan ada sistem tertentu yang menentukan kematian, dan jika kita melihat statistik tahun demi tahun, kita perhatikan bahwa ada rasio yang sangat dekat, selama sepuluh tahun misalnya, bahwa persentase ini dekat dan berkembang seiring berjalannya waktu. Ini adalah bukti bahwa kematian adalah ketetapan yang telah ditentukan waktunya, dan yang menakjubkan Al-Quran telah menegaskan fakta ini, Allah SWT berfirman:

نَحْنُ قَدَّرْنَا بَيْنَكُمُ الْمَوْتَ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوقِينَ

“Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami sekali-sekali tidak akan dapat dikalahkan,” (QS. Al-Waqi’ah:60).

Para ilmuwan menemukan bahwa sel-sel manusia, tumbuhan dan hewan, didalamnya terdapat DNA genom yang dikhususkan waktu kematian sel. Saat para ilmuwan melakukan percobaan memperpanjang umur pada beberapa sel hewan seperti lalat, justru sel-sel tersebut berubah menjadi sel kanker, sel tersebut bisa dikatakan mati atau berubah menjadi sel kanker, dan berakhir dengan kematian.

Inilah juga yang terjadi dengan manusia, pada saat mereka mencoba untuk memperpanjang kehidupan sekelompok sel manusia, sel-sel berubah menjadi sel kanker mematikan, sehingga para ilmuwan akhirnya memutuskan bahwa kematian tidak kalah penting untuk kehidupan, dan bahwa ia tidak pernah bisa dihentikan. karena itulah Allah SWT berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْت

“Setiap jiwa pasti akan merasakan mati,” (QS. Ali Imran: 185).

Hakikat Al-Quran yang sesuai dengan ilmu pengetahuan dan membuktikan akan kebenaran firman Allah Yang Maha Kuasa. Karena itu renungkanlah. siapakah yang mengatur kerja dari jam ketika sel-sel dalam tubuh manusia bekerja? Siapakah yang melindunginya dari segala kerusakan yang mungkin terjadi? Siapakah yang mengawasi atas pemeliharaannya,dan siapakah yang menyediakan dan membekalinya berupa energi yang dibutuhkan. Semua karena kekuasaan Allah SWT.

Sumber :

https://cahyaimancahayakebenaranislam.wordpress.com/

 

Manusia Yang Dirindui Oleh Syurga

Renungan Bersama Ihya Assunnah Solution

Manusia Yang Dirindui Oleh Syurga …

Surga merupakan tempat terindah yang dijanjikan bagi umat yang beriman dan bertaqwa kepada Allah. Di dalamnya berisi kenikmatan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Namun tidak sembarang orang bisa masuk ke tempat mulia ini.

Hanya bekal berupa amal kebaikan saja yang bisa mengantarkan manusia untuk sampai ke sana. Tempat ini menjadi tujuan akhir dari kehidupan yang begitu dirindukan oleh mukmin yang beriman.

Dan ternyata tidak hanya manusia saja merindukan surga.
Rasulullah صلى الله عليه وسلم menjelaskan bahwa surga juga rindu untuk dimasuki manusia dengan kriteria ini. Sungguh sebuah kebahagiaan hakiki jika termasuk dalam golongan yang dirindukan surga.

Allah berfirman,
فمن زحزح هن النار وأدخل الجنة فقد فاز ومن الحياة الدنيا إلا متاع الغرور
“Maka barangsiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan kedalam surga sungguh dia telah mendapatkan kemenangan, kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.”(Ali Imron:185) Sungguh merugilah orang-orang yang hanya menyibukkan diri mencari kekayaan didunia tanpa mempedulikan bekalnya untuk kembali ke kampung akhirat yang abadi. Karena kehidupan dunia ini hanya sebentar dan penuh tipu daya. Sebagaimana pesan Rasulullah صلى الله عليه وسلم, “Jadilah kalian didunia seperti orang asing atau orang yang sekedar berlalu.”(HR Buhory).
Jika kita seperti orang asing atau sekedar berlalu (Mampir ngombe, istilah Jawa )didunia, maka menjadikan kita rindu untuk segera sampai ke negeri asal, yaitu negeri akhirat, kampung abadi yang disana kita akan memetik buah amal didunia. Allah memerintahkan kita untuk menyiapkan bekal yang cukup untuk mengarungi negeri abadi yang tidak akan ada ujung berhentinya,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kalian kepada Allah, dan hendaklah setiap jiwa itu mempersiapakan bekal untuk hari esoknya (akhirat).” (Al-Hasyr: 18)

Diantara manusia yang paling dirindukan surga adalah yang beriman dan beramal sholih.
Alloh berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّاتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلًا * خَالِدِينَ فِيهَا لَا يَبْغُونَ عَنْهَا حِوَلًا
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal. Mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah daripadanya.” (Al-Kahfi : 107-108)

Dalam ayat lain dikatakan, dan yang bertakwa, yaitu mereka yang mau menjalankan perintah Alloh dan menjauhi semua larangannya.
Alloh berfirman,

وَسَارِعُواْ إِلَى مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi,” (Ali Imran : 133).

Lalu orang-orang yang mau mengikuti petunjuk Nabi صلى الله عليه وسدم.
Sebagaimana sabda Beliau:

« كُلُّ أُمَّتِى يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ ، إِلاَّ مَنْ أَبَى » . قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ يَأْبَى قَالَ : « مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجَنَّةَ ، وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى »
“Semua umatku pasti akan masuk surga kecuali orang yang enggan.” Para shahabat bertanya, “Ya Rasulullah, siapakah orang yang enggan itu?” Beliau menjawab, “Barangsiapa mentaatiku pasti masuk surga, dan barangsiapa mendurhakaiku maka dialah orang yang enggan (tidak mau masuk surga).”. (HR. Al-Bukhari no.6851).
Wallohu a’lam

🍃Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

BAHAYA DOSA

Image may contain: text

PENYUCIAN JIWA BERSAMA IHYA ASSUNNAH SOLUTION

BAHAYA DOSA

Antara bahaya dosa yang banyak itu ialah :

(1) Akan dicabut daripadanya nur iaitu cahaya dan seri keimanan terutama apabila melakukan dosa besar. Muka yang tidak pernah dibasahi air wuduk akan kehilangan serinya. Wajah inilah yang akan menerangi anggota wuduk di akhirat nanti.

(2) Tertutup daripada kebenaran. Maknanya pendosa tahu mana baik dan buruk tetapi tak ikut kebaikan, dia tahu yang buruk tetapi tidak dapat meninggalkannya.

(3) Hilang rasa spontan terhadap amal kebaikan dan ganjaran serta tawaran pahala. Bila sebut syurga dia tidak teringin, bila disebut neraka tidak takut apa pun malah mengejek masuk neraka bukan seorang.

(4) Berat dan payah benar apabila ingin beramal sebaliknya mudah dan ringan apabila diajak melakukan dosa dan maksiat.
Menurut ibnu al Qayyim, sesiapa yang melakukan dosa pada waktu malam, dia amat berat untuk melakukan amal pada siang kerana dosa yang dilakukan pada waktu malam menghalang beramal dan begitulah sebaliknya.

(5) Dosa membuatkan hati jadi keras dan degil. Payah benar nak dengar nasihat. Dia nasihat orang boleh tapi sangat berat bila ditegur. Suka bertekak, berbalah dan tidak menghormati orang lain. Bahasanya kasar dan tidak menghormati perasaan orang lain.

(6) Dosa derhaka kepada orang tua boleh berjangkit kepada anak-anak. Allah membalas dengan tindakan anak yang akan menyakitkan hatinya sebagaimana dia menyakiti ibubapanya.

(7) Dosa menjadi hijab doa payah diterima Allah . Ada riwayat yang menyatakan sesiapa makan makanan haram, doanya tidak diterima Allah selama 40 hari.

(8) Terkadang dosa menjadi penghalang daripada mendapat dan menemui jalan penyelesaian.

(9) Dosa menjadi penyebab turunnya bala dan azab Allah